Skip to content

Reksadana Saham Vs Deposito

September 19, 2013

Saya tiba-tiba dihubungi oleh seorang rekan yang complain akan hasil investasi reksadana saham yang baru diikuti olehnya dalam satu bulan ini. “Kok saya masukkin Rp.500.000,- kena potong biaya Rp.10.000,- sedangkan pendapatan hanya Rp.3.000,-, rugi dong saya..!! Biaya apa sih yang Rp.10.000,- itu??” kata rekan dengan berapi-api.

Sedikit flashback, awal mulanya rekan yang baik hati ini, sebut saja si A, selalu hanya memasukkan dananya di deposito, dan secara kontinyu memanfaatkan dana hasil bunga sebagai pendapatan tambahan. Selalu bermain aman, tidak mau mengambil resiko. Entahlah, bagi saya keuangan beliau terlalu liquid, dan akan lebih baik bila dimasukkan ke dalam instrumen investasi lain. Pada dasarnya keuntungan yang diperoleh dari deposito masih kalah dengan inflasi..!

ImageSaya sarankan untuk berinvestasi di tempat-tempat lain dengan nilai resiko tinggi namun menghasilkan potensi return yang lebih baik dibandingkan deposito. Dalam hal ini adalah reksadana saham, mengingat tingkat urgensi si A bersifat long term, artinya belum membutuhkan dana besar dalam waktu dekat, dan masih berusia muda (dalam tulisan ini saya tidak akan membahas pengertian reksadana dan jenis-jenis reksadana karena sudah banyak di website, tinggal digoogling saja).

Dua tahun lebih rasanya saya berdiskusi sekedar mencoba berbagi sudut pandang berbeda. Memang tidak mudah bagi seseorang yang pada dasarnya memiliki karakter “bermain aman” untuk diperhadapkan dengan sebuah tantangan yang namanya “resiko”. Apapun itu, resiko selalu inline dengan return.

Singkat cerita, akhirnya si A  memutuskan untuk ikut reksadana saham dengan menghubungi customer service di sebuah bank plat merah. Biar tidak mau mengambil resiko terlalu dalam, dana dimulai dengan Rp.500.000,- dan dibuat sistem dollar averaging, artinya dibayar secara periodik tiap bulan. 

Untuk menjawab pertanyaan si A, saya mencoba menjelaskan sebagai berikut :

  1. Return reksadana saham sangat fluktuatif, terkadang bisa minus 50% dalam setahun, namun di tahun depan bisa positif 100%. Bila ditarik secara annual, sekitar 20%/tahun.
  2. Biaya Rp.10.000,- yang dikenakan merupakan biaya subcription fee, melihat angkanya, berarti dikenakan 2%, dan akan dikenakan lagi 0.5-2% biaya penjualan (redemption fee) tergantung manajer investasinya.
  3. Rugi dong saya??? Hmmm, untung rugi nya sebuah investasi tentu saja tidak boleh didasarkan perasaan, tapi berdasarkan perhitungan numerik. Dalam hal ini saya mencoba membuat hitungan simpel, mungkin kurang presisi angkanya, tapi sedikit memberikan referensi.

Katakan sebulan diinvestasikan Rp.500.000,- dalam setahun berarti Rp.6.000.000,- (Untuk memudahkan saya menggunakan angka Rp.6.000.000,-/year tanpa memperhitungkan nilai compound/bunga majemuk dari Rp. 500.000,-/bulan).

Asumsi Deposito

Return : 5%/year = 5% x 6.000.000,- = Rp.300.000,-

Biaya : Pajak bunga 20% = 20% x Rp.300.000,- = Rp.60.000,-

Net income = Rp. 240.000,-

Asumsi Reksadana Saham

Return : 20%/year (asumsi berdasarkan historical data) = 20% x 6.000.000,- = Rp. 1.200.000,-

Biaya :   Subcription fee 2%  = 2% x 6.000.000,- = Rp. 120.000,-

                Redemption fee 1% = 1% x 7.200.000,- = Rp.   72.000,-

Total Biaya = Rp.192.000,- , untuk memudahkan dihitung Rp.200.000,-

Net income = Rp. 1.000.000,-

Selisih antara reksadana saham dan deposito adalah 1.000.000 – 240.000 =Rp.760.000,-

Perhitungan ini baru memasukkan asumsi Rp.6.000.000,- dalam setahun. Bila angka yang dimasukkan lebih besar tentu deviasinya akan semakin terlihat jelas. Dan bila memperhitungkan bunga majemuk (bunga berbunga) setiap tahunnya maka tentu saja perbedaannya akan sangat terlihat signifikan.

Image

Setelah mendengar penjelasan saya, si A kemudian kembali tersenyum, dan saya pun hanya bisa berkata “kalau rugi mungkin orang akan cepat menyalahkan, kalau untung, ya bagusss”, hehe……

(Tidak pernah berharap ada reward apapun karena sekali lagi prinsip hidup ini “Melayani..!”)

Selamat berinvestasi…!!

9 Comments leave one →
  1. March 5, 2014 9:15 pm

    Bukan Aurelia. Karena Aurelia belum berinvestasi di Reksa Dana😛

    • March 6, 2014 1:00 am

      Hehehehhe…., malah masuk asuransi ya…”-“))

      • March 11, 2014 6:28 pm

        Anggap tabungan deh ya.. kalau ga masuk asuransi uangnya akan ludes juga😛

      • March 12, 2014 1:18 am

        Hehehe… your money, your call…”-“)..
        Sukses untuk usaha dan bisnisnya ya….

  2. April 6, 2014 10:57 pm

    Makasih kakak🙂

  3. August 15, 2014 5:41 am

    menarik! ulasannya sangat menarik dan inspiratif. terima kasih bung odus. salam kenal

  4. April 6, 2015 4:50 pm

    Salam kenal, Juragan. Ane GAGUBB neh, Gagap Keuangan Blas Banget. Nanya dong, boleh?
    Ane nemu blog agan dari googling. Masi baru belajar-belajar reksadana gitu. Itu hitungan Redemption fee 1% kenapa jadi 7.200.000 itu dari mana? Bukannya setahun 6.000.000? Redemption fee itu artinya apa? Jaminankah? Ane lagi nyoba-nyoba belajar ngitung pake rumus agan neh. Mohon koreksinya. Makasi sebelumnya.

    Hitungan nyoba-nyoba dulu.
    Asumsi deposito
    Return: 5% year = 5% x 1.200.000,- = 60.000,-
    Biaya: Pajak bunga 20% = 20% x 60.000,- = 12.000,-
    Net income = 60.000 - 12.000
    = 48.000

    Asumsi Reksadana Saham
    Return: 20%/year = 20% x 1.200.000,- = 240.000,-
    Biaya: Subscription fee 2% = 2% x 1.200.000,- = 24.000,-
    Redemption fee 1% = 1% x (1.200.000 + 240.000)
    = 1% x 1.440.000,-
    = 14.400,-
    Total Biaya = 38.000,-
    Net income = 240.000 - 14.400
    = 226.000
    Selisih reksadana dan deposito adalah 226.000 - 48.000 = 178.000

    Hitungan besar (riil)
    Asumsi deposito
    Return: 5% year = 5% x 240.000.000,-
    = 12.000.000,-
    Biaya: Pajak bunga 20% = 20% x 12.000.000,-
    = 2.400.000,-
    Net Income:
    12.000.000,- - 2.400.000,- = 9.600.000,-

    Asumsi reksa dana
    Return: 20%/year = 20% x 240.000.000,-
    = 48.000.000,-
    Biaya:
    Subscription fee 2% = 2% x 240.000.000,-
    = 4.800.000,-
    Redemption fee 1% = 1% x (240.000.000 + 48.000.000)
    = 1% x 288.000.000
    = 2.880.000
    Total Biaya =
    4.800.000 + 2.880.000
    = 7.680.000,-

    Net Income =
    48.000.000 - 7.680.000
    = 40.320.000

    Selisih reksadana dan deposito adalah
    40.320.000 - 9.600.000 = 30.720.000

    Mohon dibalas, Suhu.

    • July 12, 2016 10:15 am

      Halo, maaf sekali sudah lama saya tidak mampir di blog ini.
      Sekedar quick review, mungkin dapat direvisi pada net income = return – total cost, pada total cost di atas menggunakan angka 14.000, seharusnya 38.400, jadi net income adalah Rp. 201.600,-
      Redemption fee itu adalah biaya penjualan/biaya penarikan dana.
      Oh iya, saya bukan suhu, hanya mencoba terus dan terus belajar…’-‘)
      Selamat berinvestasi ya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: