Skip to content

Investasikan uang anda….!!!!

March 11, 2013
Ilustrasi Jumlah Tabungan (asumsi tanpa bunga dan potongan)

Tulisan kali ini terinspirasi dari seorang rekan yang bercerita tentang kondisi keuangan beliau yang stuck. “Kok duitku dari dulu hanya sekian ya di tabungan, ga nambah-nambah, padahal gajian jalan terus”, kata seorang rekan yang baik hati dan tidak sombong itu. Mmmhhh, jadi terinspirasi untuk nulis.

Saya ingin sedikit share tentang sebuah fakta yang terjadi. Teman saya (yang mengeluarkan statement di atas) memiliki penghasilan 5 juta lebih tinggi dari teman saya yang lain. Namun, secara nilai asset, teman dengan gaji lebih rendah memiliki value lebih tinggi darinya. Kok bisa?

Singkat cerita, teman yang memiliki gaji lebih rendah ini membeli sebuah unit rumah dengan cara kredit. Baru 2 tahun berjalan, unit rumah dia saat ini secara nilai market sudah naik 100% dari harga sebelumnya.  Wowww…, what a great investment…!!

Di lain pihak, rekan yang memiliki penghasilan bulanan lebih tinggi itu hanya memasukkan dananya ke deposito, which is only 4.5% per year for return…!!! Hasilnya adalah kalah telak dalam total asset value..!!

Ilustrasi di bawah ini adalah contoh dari 2 orang rekan, sebut saja Yanto dan Ema. Katakan Yanto memiliki penghasilan bersih sekitar Rp. 10.000.000,- dan Ema sekitar Rp.15.000.000,-. Setiap tahun diasumsikan kedua orang ini mengalami kenaikan gaji yang sama, yaitu 10% dari net salary dan memasukkan sejumlah 30% dari net salary sebagai tabungan.

Ilustrasi Jumlah Tabungan (asumsi tanpa bunga dan potongan)

Ilustrasi Jumlah Tabungan (asumsi tanpa bunga dan potongan)

Terlihat bahwa di akhir tahun ke-10, tabungan dari Ema akan lebih banyak Rp. 333,561,007,- dari Yanto.

Namun, fakta sebenarnya tidak demikian. Ilustrasi di bawah ini mungkin bisa menjawab perbedaan itu :

Ilustrasi Hasil Investasi (Asumsi Yanto = 20%, Ema = 4.5%)

Ilustrasi Hasil Investasi (Asumsi Yanto = 20%, Ema = 4.5%)

Terlihat jelas bahwa Yanto akan unggul jauh dibandingkan Ema. Diawali mulai dari tahun ke-6, dan akan semakin meningkat di tahun-tahun selanjutnya, walaupun net salary  Ema sebenarnya meningkat lebih tinggi dari Yanto.

Pada dasarnya Yanto adalah seorang yang memiliki jiwa risk taker lebih. Dia berani untuk memasukkan dananya pada instrument investasi yang lebih menarik, walaupun resiko akan sedikit lebih tinggi. Ilustrasi di atas dibuat dengan perkiraan hasil investasi Yanto average ≥ 20%.

Sedangkan si Ema bukanlah seorang risk taker. Dia hanya meletakkan sejumlah dananya pada instrument deposito, sehingga return yang didapat hanya 4.5% per tahun. Pada tahun ke-10, Yanto mampu menghasilkan net margin sebesar Rp. 980,586,106 sebagai hasil investasinya, sedangkan Ema hanya mampu mencetak net margin Rp. 207,212,209.

Jadi, sebagai penutup, jangan pernah takut jika net salary anda lebih kecil dari orang lain. Bukan permasalahan jumlah saja, melainkan bagaimana dana yang ada diputar untuk dimaksimalkan hasilnya.

Instrument investasi apa yang memungkinkan untuk menghasilkan return lebih tinggi dari deposito akan didiskusikan pada tulisan selanjutnya.

So, INVESTASIKAN UANG ANDA…!!!

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: