Skip to content

Mmhhh,, haruskah??

February 7, 2013

Baru-baru ini seorang  kerabat yang masih duduk di bangku kuliah meminta saya mengirimkan sejumlah dana untuk membantu membayar listrik rumahnya yang sudah beberapa bulan belum dibayar. “Kak, minta tolong kirim uang dulu, papa kemarin habis uangnya untuk pesta orang mati”, demikian isi sms yang dikirim. Sudah beberapa kali saya dimintai sejumlah dana untuk membantu biaya kuliah saudara, namun baru kali ini alasan sebenarnya keluar, karena “pesta orang mati”.

Saya sungguh mengerti situasi dilema yang dihadapi, begitu banyak hutang yang harus diselesaikan. Di tempat orang tua sang adek tinggal, bila sebuah keluarga mengalami kedukaan, biasanya akan dilakukan pesta adat saat penguburan. Ketika menjalankan pesta adat tersebut, maka biasanya pihak keluarga lain akan membantu dengan memberikan bantuan korban ternak kerbau, babi, dsb. Sungguh sebenarnya merupakan sebuah kebersamaan yang indah. Namun satu hal yang menjadi poin kritis di sini adalah bantuan tersebut biasanya dicap sebagai “utang” sehingga ketika pihak keluarga lain mengalami kedukaan yang serupa, maka pihak keluarga yang sebelumnya dibantu, “diharapkan” memberikan bantuan yang sama. Intinya, jika sebuah keluarga dibantu oleh pihak kerabat lain sejumlah 10 ekor kerbau, maka sejumlah itu pula utang yang harus dibayar suatu saat.

Dengan tidak mengurangi rasa hormat terhadap budaya, serta nilai nilai yang terkandung di dalamnya, terkadang jadi situasi yang cukup dilematis ketika berhadapan dengan situasi seperti di atas. Ah, tentu saja bila dana mencukupi tidak akan menjadi masalah. Sebesar atau semeriah apapun sebuah acara adat dapat dilakukan sesuai dengan keinginan keluarga. Namun menjadi issue ketika pesta adat tetap harus dijalankan dengan “standar” yang sama, dan “harus” menerima bantuan dari pihak keluarga lain dalam bentuk materi yang cukup besar, sehingga menjadi beban utang yang harus dibayar suatu saat.

Saya sendiri selalu bertanya, haruskah demi memegang adat istiadat, kepentingan yang lebih besar mesti dikorbankan? Sejujurnya saya hanya bisa berharap dan berdoa, semoga setiap orang yang membantu dan turut serta dalam acara pesta adat, diberkati dengan rejeki yang jauh berlimpah, sehingga kepentingan keluarga yang jauh lebih besar, layaknya pendidikan anak tetap dapat terakomodir. Amenn..

(Sebuah tulisan hasil perenungan)

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: