Skip to content

Corporate Finance VS Personal Finance

January 22, 2013

Ada satu hal yang cukup menggelitik saya sehingga topik ini dijadikan inspirasi sebagai tulisan. Saya mengenal seorang rekan yang luar biasa cerdasnya dalam mengelola keuangan perusahaan. Jangan tanya soal budget, profit and loss, cash flow, dan lain-lain, sudah pasti dibabat habis. Jangan tanya pula bagaimana cara mengontrol keuangan tiap project agar dapat menghasilkan keuntungan maksimal. Segala analisa akan segera keluar, berikut detail solusinya. Intinya, jika diminta mengurus keuangan perusahaan alias corporate finance, maka dari A sampai Z dengan mudah termanage.

Namun itu kalau soal perusahaan, jangan tanya kalau soal keuangan pribadi alias personal finance, hancur lebur. Mulai dari tambal sulam kartu kredit, bingung mengatur cashflow bulanan, bagaimana mengatur hasrat agar tidak terpengaruh produk-produk konsumtif, plus bagaimana berinvestasi untuk rencana keuangan di masa yang akan datang benar-benar out of control. Akhirnya, utang sana sini harus menjadi solusi terakhir.

Permasalahan utama bukanlah permasalahan income yang kurang, namun semata-mata mengatur desire to expense alias hasrat berbelanja. Rasa-rasanya sudah menjadi hal lumrah dan manusiawi bahwa seberapapun pendapatan tidak akan pernah cukup. Masih teringat dulu ketika kuliah kiriman per bulan hanya Rp.500.000,- per bulan, cukup atau tidak cukup. Saya hanya membayangkan apa yang bisa saya lakukan bila dapat duit Rp. 5 juta sebulan. Ah, banyak sekali… Tapi setelah diberkati dengan income yang lebih dari itu, toh tetap saja rasanya ada saja yang kurang. Bukan pendapatan yang kurang, tapi entah kebutuhan, entah keinginan yang meningkat. Intinya bila lepas sedikit “kekuatan” untuk menahan segala nafsu duniawi (fiuuhhhhh.., apaan lagi nafsu duniawi), maka selesailah juga rekening berapapun jumlahnya.

Ternyata, hal tersulit bukanlah mengurus perusahaan (corporate finance) dengan jumlah ratusan karyawan. Namun membuktikan bahwa diri sendiri mampu termanage, terutama berkaitan dengan keuangan (personal finance).

Sungguh itu tidak mudah…”-“..))

2 Comments leave one →
  1. January 24, 2013 10:35 pm

    Nampaknya mengatur hal-hal di luar diri itu lebih mudah dibanding mengatur hal-hal di dalam diri, ya Pak Boss?🙂

    • January 25, 2013 2:05 am

      You got the point mam…, diri sendiri musuh terbesar untuk maju…”-“)..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: