Skip to content

Membuat perencanaan keuangan proyek tambang (Mining Projection Cost) 1 – (Profit and Loss)

September 14, 2011

Membuat perencanaan keuangan proyek tambang (Mining Projection Cost) – (1)

Membuat budget terutama untuk sebuah proyek dengan nilai kapitalisasi cukup besar seperti bisnis pertambangan dibutuhkan bukan hanya pemahaman aspek keuangan (financial aspect) tapi juga pemahaman dalam dunia pertambangan (Mining Aspect).

Biasanya ada 3 aspek yang akan dilihat seseorang dari sebuah budget proyek :
1. Profit and Loss (PL – Laba Rugi)
2. Cashflow (CF – Aliran Kas)
3. Balance Sheet (BS – Neraca Keuangan)
Dari ketiga aspek ini, 2 hal yang paling sering dimunculkan dalam pembuatan budget sebuah proyek adalah PnL dan CF. Sedangkan Balance Sheet biasanya lebih berbicara kepada aspek corporate secara keseluruhan (jarang dimasukkan dalam budget proyek – lebih kepada budget tahunan corporate).

1. Profit and Loss

Laporan Laba Rugi hanyalah berbicara tentang biaya ataupun pendapatan yang ditarik dalam periode saat ini. Artinya, bilamana biaya (expense) sudah terjadi, tapi belum dibayarkan kepada pihak penerima manfaat (vendor alat berat, catering, dll), maka dalam laporan PnL, expense tersebut sudah harus dimasukkan / dibiayakan.

Demikian halnya dengan pendapatan (revenue). Bila mana dalam bulan tertentu katakan Agustus perusahaan mampu menghasilkan produksi batubara sejumlah 100.000 ton, maka pendapatan atas produksi tersebut sudah harus dimasukkan dalam laporan PnL periode Agustus, meskipun mungkin pada kenyataannya invoice baru akan terbayarkan di bulan Oktober.

Cara termudah membuat PnL adalah dengan menghitung total pendapatan dalam periode akuntansi tertentu dikurangi dengan total biaya sehingga didapatkan gross income / EBITDA (Earn Before Interest Tax Depreciation and Amortization).

Langkah-langkah perhitungan seperti tertera di bawah ini :

Total Expense …………
Total Revenue …………. _
EBITDA …………..
Deperesiasi & Amortisasi …………… _
EBIT …………….
Interest ……………. _
EBT …………….
Tax ……………. _
EAT ……………

EAT (Earn After Tax) inilah yang merupakan pendapatan bersih (Net Revenue) dari sebuah proyek.
Dalam perhitungan ini, lebih jauh harus dipahami tentang bagaimana menghitung total expense dan mendapatkan total revenue dari sebuah proyek pertambangan, pengertian depresiasi, amortisasi, bunga bank yang berlaku, serta pajak yang dikenakan.

To be continued

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: