Skip to content

Human Resource (HR)

October 20, 2010

Pada hakikatnya departemen ini dibentuk untuk melayani segala sesuatu yang berhubungan dengan karyawan. Layaknya di perusahaan lain, HR Department bertugas dalam hal recruitment karyawan, pengajuan cuti, klaim karyawan, penggajian, pengajuan training, dan sebagainya.
Pada beberapa perusahaan ada yang menambahkan nama divisi ini menjadi Human Resource and General Affair(HRGA) ataupun Human Resource Development (HRD).

Beberapa system ataupun Standard Operating Procedure (SOP) yang harus dibentuk sehingga akan memudahkan personal HR antara lain:
SOP rekruitmen karyawan : tahapan test (numerik, psikologi), interview (HR, User), Medical Check Up (MCU), penandatanganan kontrak, dan lain-lain.
Penilaian KPI (Key Performance Indicator) : Jenis kualifikasi yang diperlukan untuk penilaian, baik performa kerja, interaksi dalam team, kemampuan manajerial, dan lain-lain.
Pembuatan jenjang standar gaji (grade)
Pembuatan form cuti, klaim/tunjangan kesehatan, komunikasi, dan lain-lain.

Pihak HR, berkoordinasi dengan pimpinan divisi atau departemen terkait, harus mengetahui kelebihan ataupun kekurangan dari tiap-tiap karyawan untuk pada akhirnya dibuatkan analisis mengenai Strong ataupun Weakness Point (Berhubungan erat dengan KPI = Key Performance Indicator). Dengan hasil analisis tersebut, akan tergambarkan jenis training/pelatihan apa yang dibutuhkan untuk mengupgrade si karyawan agar dapat lebih bekerja optimal.

Dalam hal meminimalkan kesalahan dalam rekruitmen, dikarenakan karyawan yang direkrut dianggap kurang kompeten ataupun dianggap bukan orang yang tepat, pihak HR perusahaan dapat menerapkan sistem probation ataupun menerapkan Kontrak Kerja Waktu Tertentu (KKWT) sebelum direkrut menjadi karyawan permanen.

Sistem managemen yang benar akan memudahkan seorang HR untuk mengambil sebuah keputusan. Keputusan-keputusan yang berkaitan dengan penilaian kenaikan pangkat, kenaikan gaji, ataupun pemberhentian karyawan tidak diambil secara subyektif, tapi obyektif berdasarkan data yang ada (by data).

Kesulitan terbesar dalam bidang ini adalah personal HR harus berani untuk menghadapi komplain, caci maki, bahkan berani untuk mengatakan kepada karyawan, “maaf, anda kami berhentikan”.
Kedudukan HR berada pada pihak perusahaan, posisi yang membuat personal HR menjadi pihak paling “dibenci” bila ada masalah antara perusahaan dan karyawan.
Dengan mudahnya pimpinan ataupun pemilik perusahaaan akan berkata, “Ah, ngapain saya hire orang HRD bila masalah ini saya yang harus turun juga”. Jawaban yang akan semakin memojokkan personal HR.
Tidak mudah memang, apalagi harus berargumen menghadapi “manusia”, bukan “mesin”.

Dengan segala tantangan yang ada, mindset yang harus tetap menjadi acuan setiap pimpinan perusahaan adalah, ”Karyawan merupakan asset terbesar dari perusahaan”. Semakin qualified SDM yang dimiliki maka semakin besar opportunity yang dimiliki sebuah perusahaan untuk menjadi perusahaan berskala besar, karena “keputusan-keputusan hebat dan penting akan lahir dari SDM yang hebat pula”.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: