Skip to content

Pilihan yang sulit ternyata…..!!!

November 23, 2009

Setelah sekian lama meninggalkan dunia tulis-menulis, akhirnya kuputuskan untuk menulis hari ini (ah, gitu aj kok harus membuat keputusan dus?????).
Sejujurnya menulis bukanlah sebuah hobi bagi saya sama seperti membaca (kecuali koran dan majalah). Hal yang paling saya senangi adalah menonton…!! Ah, seandainya kamu tahu kawan menonton itu menghasilkan banyak ilmu tanpa harus membaca.

Akan tetapi, membaca koran dan majalah sebenarnya sangat menyenangkan terutama ketika harus menunggu pesawat yang delay nya ga ketulungan (penyakit di Indonesia). Penyakit ini menghigapi seluruh armada pesawat dan dapat dibagi dalam beberapa kategori, tentu ada yang masuk kategori telat parah, hancur, rusak, jijiki., dan mungkin juga ada yang masuk kategori sedang berkembang entah ke ambang kehancuran atau kebaikan).
Anyway, berbicara tentang pesawat tidak akan lepas dari yang namanya harga tiket…
Nah inilah yang sebenarnya menjadi the hottest topic of the week (lebay boss…!!!!).

Ah, tahukah kamu kawan, 2 hari lalu saya menelepon maskapai penerbangan Merpati (satu-satunya maskapai yang melayani penerbangan ke Merauke) bertanya tentang harga tiket untuk keberangkatan tanggal 22 Desember 2009.
Yah, sebenarnya saya merencanakan untuk merayakan Natal dan Tahun Baru di kota kelahiran tercinta ini.
Tahukah kawan jawaban dari customer service yang suaranya ga merdu-merdu amat (amat juga ga merdu masalahnya)…??
Tiket Jakarta – Merpati untuk keberangkatan tanggal 22 Desember 2009 seharga 4 juta ……..ratus ribu……..puluh rupiah. Kalau tanggal 23 Des??? SAMA..!!! Kenapa diberikan ……….. pada harga setelah 4 juta?? Karena sejujurnya saya sudah terlanjur shock dulu… Keinginan untuk mendengar kata-kata selanjutnya menjadi buyar.

Saya tentu punya alasan untuk menjadi shock :

– Apakah kota ini terlalu kecil sehingga armada lain menganggap tidak profitable untuk masuk ke wilayah ujung timur indonesia ini…???

Tidak juga kawan, kota ini tidak kecil – kecil amat dan sedang berkembang pesat (melihat perbandingan jumlah kedatangan perantau ke daerah ini). Traffic penumpang pesawat pun tinggi.

Adalah sangat baik untuk sebuah armada pesawat membuat sebuah brand image untuk menandingi kompetitornya. Bayangkan untuk membangun sebuah brand image sangat baik dengan mengatakan ” Kami armada pesawat…………………….., dengan bangga melayani anda dari Sabang hingga Merauke”. Walaupun mungkin banyak kota yang dilewati, yang penting sudah bisa ngomong dari Sabang sampai Merauke.

– So, kenapa hanya pesawat Merpati yang masuk ke Merauke??????

Jika mau berbicara fakta, sebenarnya armada pesawat penumpang lain pun sudah beberapa yang mengajukan niatnya untuk masuk ke wilayah kota tercinta ini. Bahkan membangun counter di Bandara pun telah dilakukan, tapi tetap gagal menembus kebijakan birokrasi pemerintah.

Hal yang paling mendasar dari pengambilan kebijakan ini adalah karena beberapa unit armada pesawat telah dibeli oleh pihak Pemda dan kemudian dikelola oleh operator Merpati Airlines. Sejujurnya di awal saya menjadi sangat bangga dengan pencapaian Pemda ini. Saya bisa membayangkan Pemda akan membuat sebuah kebijakan tiket murah sehingga traffic ke Merauke menjadi sangat tinggi yang pada ujung-ujungnya akan meningkatkan PDB masyarakat.

Ah kawan, malah sebaliknya harga tiket semakin menjulang tinggi demi mempercepat pengembalian modal. Hal ini mengakibatkan orang-orang kecil seperti saya hanya bisa menggit jari dan kembali mereschedule keberangkatan ke kota yang diidam-idamkan seluruh lapisan masyarakat Indonesia (kembali lebay lagi dus????).

– Bagaimana kalau ke Singapore??

Tahukah kamu kawan, setiap teman yang kuajak untuk jalan-jalan ke Merauke sehingga mereka bisa mendeklarasikan diri mereka telah mengelilingi Indonesia (Walaupun banyak daerah yang belum didatangi…) akan menanyakan, ”Dibanding Singapore lebih murah mana????”. He……, no comment deh.
Untuk sebuah paket tour perjalanan ke Singapore selama 2-3 hari dengan keberangkatan dari Jogja atau Jakarta, biaya yang dihabiskan sekitar Rp. 4 jt rupiah (di luar oleh-oleh dan personal shopping tentunya).

Bagaimana dengan ke Merauke ???
Untuk transportasi saja sudah menghabiskan minimal Rp. 9 jt rupiah. Tentu ini di luar biaya – biaya akomodasi, dll. Sehingga minimal anggarkanlah Rp. 13 jt untuk keberangkatan ke Merauke dengan paket waktu kurang lebih seminggu. Oh, kawan, percayalah, jika bukan untuk urusan bisnis dan bertemu dengan keluarga, orang indonesia akan sangat berat untuk menginjakkan kaki di sini.
Dengan budget dana yang sama, seseorang bisa ikut paket tour Singapore selama 3 x …..!!!!!.

Ah, tapi kembali lagi hal ini berpulang pada anda, ingin ke Singapore selama 3 x berturut-turut atau memiliki sebuah priceless moment bersama keluarga tercinta.

Dikarenakan saya sudah pulang tahun lalu dengan menghabiskan total Rp. 15 jt selama 2 minggu. Maka sudah bisa dipastikan dengan tingkat inflasi, dll, maka minimal 17 Jt harus dianggarkan.

Jadi jelas sudah, jika pertanyaan ini kembali diajukan kepada saya, pilih mana antara priceless moment dan ke Singapore, mungkin untuk tahun ini saya tidak pilih kedua-duanya… hhehehe (Yah…, loyo…!!!).

Kemungkinan saya akan pergi ke dua lokasi itu jika tidak ada halangan tahun depan. Banyak hal yang harus dipikirkan dan direncanakan ke depan dengan kemampuan finansial saat ini. Tentu saja pos Entertainment tidak boleh terlalu besar sehingga mengganggu pos-pos yang lain (Kata para pakar perencana keuangan). Jangan sampai income lebih kecil dari expense yang mana ujung-ujungnya berarti utang..!!!

Tetap semangat man…!!! Keep doing ur plan well…!!!

6 Comments leave one →
  1. ferdi permalink
    December 17, 2009 6:50 am

    hehehehehe….
    tulisan yang bagus tapi miris ngebacanya!

    apakah memang harus semahal itu?
    kasihan sekali yang rumahnya di merauke!
    wakakkakakakak….

    Sebenarnya, dari seluruh rute yang dilayani sebuah perusahaan penerbangan di Indonesia, kalau mau dihitung dari profitable possibilities-nya (cieee, bahasanya….wkwkwk…), rute ke wilayah Timur Indonesia memberikan kontribusi profit 2 kali lipat dibandingkan dengan rute di wilayah Tengah dan Barat Indonesia.

    Jadi ingat beberapa tahun yang lalu, Celebes Express pernah melayani rute ke Merauke dan menyebabkan harga tiket anjlok kurang lebih 80%, dan itu ketika Pemda Merauke belum memiliki satu armada pun!

    So, …..?

    Tapi, ya mau gimana lagi, no amounts of money can buy time! (tapi emang harus sadar sesadar-sadarnya kalo mau membuat keputusan PulKam!)

  2. odusnatan permalink*
    December 17, 2009 7:55 am

    Betul itu komandan….., no competitor, no negotiation. Seandainya hidup boleh memilih…, hehehehe…

    Yah…, mudah2an meskipun saya belum ke sana, tahun depan kiranya saya dikasih berkat untuk ke kota di mana pak Ferdi menemukan cinta pertamanya…, siiippp!!!

    Btw, dirimu kok sulit sekali dihubungi ya komandan?? No baru???

  3. January 28, 2010 5:04 pm

    saya menunggu orang sibuk menulis lagi [yg banyak]…
    ayo…. ini 2010…. menulislah lebih banyak🙂

  4. odus natan permalink*
    January 29, 2010 3:35 am

    He…., siappppp…, sebenarnya banyak ide.., tapi malas banget nulisnya…

    Nanti minggu depan sy usahakan mulai update nulis lagi..
    Thx inputnya…

  5. cecep badrudin permalink
    May 17, 2010 2:55 pm

    Assalamualaikum,saya punya problem tapi saya tidak tahu harus kemana saya komplainnya karena saya tidak tahu saya cari e-mail atau alamat costumer service tempat pengaduan pun tidak tahu karena tidak ada di websitnya atau memang saya masih gatek internet jadi ga ketemu……biar barang saya diganti sukur-sukur bisa kembali.
    ceritanya istri saya baru pulang mudik bolak-balik ntt – bandung dan bandung – ntt ,pas baliknya dari bandung ke ntt/waikabubak ternyata barang bagasinya ga ketemu di bagian tempat nunggu barang (bandara tambolaka),baru 3hari kemudian bagasinya ketemu dan di ambil di agennya,tapi sayang cuma tasnya saja yang ketemu yang ketinngal di bali “katanya” sementara dosnya yang berisa pesanan/titipan buat acara nikah besoknya yang tinggal 1 hari lagi ga ketemu,tapi sukur alhamdullih yang memesan orangnya soleh tidak nuntut,tapi saya tetap harus ganti uang mereka ya sekitar lumayan sangat besar buat saya,saya harus ganti dari mana karena istri pulangpun saya udah sesak napas karena ibu sakit keras kena gula komplikasa jantung di rawat inap di RS.
    saya minta tolong sama kaka saya untukmenanyakannya tentang prihal ini tapi dari pihak agennya cuma dikasaih surat tanda kehilangan,dan surat itu harus katanya dikirim ke bandung untuk mengurus hal ini di sana karena dicari di bali dosnya tidak ada, dicari di maumere kupang puntidak ada ..saya berpikir apakah serumit itu pengurusannya, harus di bandung padahal istri saya kan turunnya disini di tambolaka, boking pesawatnya pun di agen sini waikabubak (tambolaka), ga beli di bandung.
    kepada siapa saja yang ingin membantu saya ucapkan trimakasih.
    istri saya naik dari bandung – tambolaka memakai maskapai penerbanagan MERPATI pada tanggal 2-05-2010.dan pemesanan tiketnya pada tanggal 24-04-2010 dengan kode pemesanan LXG8TH dari kode agen 10379. atas kebaikan sodara yang berkenan membantu saya ucapkan terimakasih.

  6. May 18, 2010 2:43 am

    Saya sarankan pak Cecep untuk memasukkan kritik dan keluhan ini di Surat Pembaca media cetak nasional seperti Kompas, Seputar Indonesia, dll…, atau mungkin juga ke media online seperti okezone.com, detik.com, dll…
    Pihak Jasa Maskapai biasanya akan merespon bila masuk ke media2 berita tersebut di atas….
    Semakin cepat semakin baik saya rasa……
    Mungkin ini saran dari saya…
    Terima kasih sebelumnya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: