Skip to content

Being a superior, not that easy…

April 3, 2009

Being A superior, dalam hal ini bisa diartikan menjadi seorang atasan.

Kapan seseorang disebut atasan?? Jawabannya jelas, pada saat dia memiliki bawahan (ya iyalah dus, masa iya-iya ……). Sejujurnya seorang atasan akan dianggap qualified ketika dia mampu dianggap oleh bawahan sebagai benar-benar atasannya, bukan hanya sebatas di pekerjaan, bahkan ketika seragam yang melekat tidak dipakai lagi.

 

Saya coba membahas beberapa tipe direktur ataupun atasan yang pernah saya kenal dan mungkin saya alami sendiri.

 

I’m the man, u’re my subordinate…….

 

Entah berapa banyak atasan yang menggunakan jabatan yang melekat pada dirinya agar dihormati oleh karyawannya. Dalam hatinya selalu berkata, “Don’t u know that I’m ur boss…!! Respect me….!!

Sebagai contoh seorang direktur pada sebuah perusahaan tambang yang memiliki banyak anak perusahaan. Setiap dia berjalan dengan gagahnya di depan karyawan, pandangan selalu lurus ke depan, siapapun yang berada di kiri kanannya tidak digubrisnya. Setiap karyawan yang melihatnya berusaha untuk mengangguk, namun dalam hati mereka hanya ada makian dan sumpah serapah. Kenapa karyawan tetap menghormati dia?? Jawabannya hanya satu, takut dipecat…!!

Percayalah kawan, orang seperti ini dihormati hanya karena jabatan yang melekat pada dirinya. Yang menjadi pertanyaan adalah jika jabatan itu dilepas, akankah orang masih menaruh hormat padanya??? Mboh lah………

 

I’ll protect you, please protect me………….

 

Beberapa orang memiliki sifat sebagai seorang pemimpin yang sangat baik, yaitu selalu membela anak buahnya. Dia akan membela bawahannya selama dia anggap itu benar, bahkan mengancam karirnya sekalipun. Hanya saja terkadang pemimpin seperti ini meminta hal yang sama yaitu agar dia pun dibela dalam kondisi apapun. Hal ini yang membuat respect dari bawahan menjadi sangat berkurang, karena harus menutupi kekurangan yang dimiliki pimpinannya.

 

Good leader but lack of knowledge…

 

Kecerdasan seorang pimpinan sangat mempengaruhi penghargaan dan apresiasi dari bawahannya. Seorang yang saya kenal memiliki sifat leadership yang begitu baik dan banyak orang yang menghargai beliau sebagai seorang pimpinan. Akan tetapi dalam beberapa hal dia kurang cukup mantap dalam menyelesaikan masalah yang membutuhkan ”knowledge” dan ”smartness”. Hal ini akan sangat menghambat karirnya bila ingin mencapai tahap direksi.

 

Smart but not really a leader….

 

Beda lagi dengan seseorang yang saya kenal sangat cerdas, teliti, disiplin, dan masih banyak lagi kelebihan beliau hanya saja menurut saya leadershipnya kurang. Hal ini sangat terlihat di kala ada suatu moment yang membutuhkan quick response dan smart decision, beliau agak lambat dan terkesan kurang berani mengambil keputusan.

 

Great leader and Smart Person

 

Tipe atasan seperti inilah yang dapat membuat seseorang akan menjadi loyal dan selalu berkembang. Bawahan akan merasa selalu terbantu dan yakin berada di perusahaan yang tepat dengan tipe pimpinan seperti ini. Pekerjaan dan tugas apapun yang sulit akan dikonsultasikan dengan pimpinan langsung karena dianggap kompeten dan capable. Kemanapun topik dibahas dalam suatu meeting, baik secara teknis, ekonomi, sosial, dll dia masih mampu berbicara karena kecerdasan yang dimilikinya. Bawahan pun akan diperlakukan tidak layaknya bawahan tapi sebagai rekan kerja. Pimpinan seperti ini akan menganggap dan berasumsi bahwa dia akan menjadi besar apabila bawahannya pun bisa menjadi orang besar. Untuk itulah dia akan berupaya untuk menjadikan bawahannya menjadi orang yang hebat sepanjang bawahannya menerima ajakan atasan tersebut untuk dihebatkan.

Sangat berbeda dengan pimpinan kebanyakan yang menganggap kemajuan anak buahnya akan sangat mungkin membahayakan posisinya.

 

 

As the matter of fact, mayoritas karyawan resign dari sebuah perusahaan bukan karena perusahaan itu kurang baik baginya, melainkan karena pimpinannya dianggap tidak mampu mengakomodir dirinya.

Saya sendiri bukan tipe orang yang loyal terhadap perusahaan, melainkan terhadap atasan. Jika atasan saya anggap mampu membimbing saya, apapun bendera yang melekat di baju tidak begitu saya pedulikan, begitupun sebaliknya.

 

Tidak mudah memang menjadi seorang pimpinan. Satu hal yang saya harapkan, semoga saya tidak hanya menulis dan menilai tipe-tipe pimpinan yang saya kenal, melainkan bila suatu saat tugas itu diembankan pada saya, saya mampu menjadi pimpinan dengan cara layaknya saya dipimpin.

Semoga…..

2 Comments leave one →
  1. April 4, 2009 5:26 pm

    mau naik jabatan ya?
    *siyapsiyap ditraktir*😀

  2. odusnatan permalink*
    April 5, 2009 2:48 am

    @wennyaulia :
    He…. Amin, mudah-mudahan ya bu,………, thx.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: