Skip to content

Miris (2)…….

March 14, 2009

Beberapa hari lalu di bandara sepulangnya dari Balikpapan, saya dengan segera menuju antrian si ”burung biru”.
Entah malam itu dasar udah capek atau lg malas melihat antrian begitu banyak (saya sendiri no urut 7) dan waktu telah menunjukkan pukul 12 malam (gara2 si garuda delay 2,5 jam, parah…!!) mau saja saya balik dari bandara ke kos menggunakan armada kendaraan yang non taxi.

Seseorang datang dengan menawarkan naik avanza, harga sama dengan taxi argo, 150rb sampai di mampang. Melihat si sopir yang pendek dan sedikit gemuk sama sekali tidak membuat saya takut bila mana dia seorang kriminal.
Yang membuat sedikit khawatir adalah si sopir membawa seseorang yang dia akui sebagai adiknya dan duduk persis di kursi tengah.
Unprofessional….!!! Komentarku dalam hati. Masa angkut penumpang pakai acara ngikutin adik segala…!!

”Maaf bos, ini adik saya lagi libur kerja jadi ikut abangnya, pengen lihat kerja abangnya”, kata si sopir. Dengan sedikit was-was dalam perjalanan menuju ke kos kuperhatikan wajah orang di belakangku ini. Memang mirip dengan si sopir. Pelan tapi pasti kecurigaanku mulai hilang terutama ketika pembicaran mulai hangat dengan beberapa perbincangan singkat.

”Kerja di mana adiknya??”, Pertanyaan pertamaku ke pak sopir..
”Kerja di mana kamu meng??”, Tanya si sopir pada adiknya.
”Oh saya kerja di Perusahaan tekstil, bagian inspeksi air” jawab adik si sopir tersebut.

Mulailah perbincangan mengalir sehingga perjalanan menjadi tidak terasa jauh….
Saya : Pendidikan terakhir di mana??
Meng (adik si sopir, ga ngerti nama aslinya) : saya lulusan SMK bagian otomotif
Saya : Trus kerja di pabrik, 2-3 jt dapat ga sebulan??
Meng : Wah mana ada pak, itu level manager kali…., saya mah hanya UMR.
Kemarin masuk saja harus bayar 700rb ke orang dalam, padahal kontrak cuman 3 bulan. Yah mungkin klo bagus bisa diperpanjang.
Saya : Lo, kok mau bayar orang dalam dengan gaji segitu??
Meng : Yah mau bagaimana lagi pak, yang penting bisa kerja.

Sejujurnya dalam hati langsung kumaki,” f**k, s**t,….”. Entah berapa banyak makian yang kulontarkan. Kenapa bangsa ini melihat sesamanya susah masih harus dipersulit dengan meminta uang pelicin untuk masuk kerja. Bayangkan saja jika hanya standar UMR, berarti gaji dia hanya ±1 jt. Jika harus dikurangi 700 rb di bulan awal maka dia hanya terima gaji pertama bersih Rp. 300rb. S***t, mau makan apa dengan segitu di Jakarta, belum transport, dll (untungnya dia masih tinggal bersama dengan ortu). Belum kontrak dia hanya 3 bulan. Di tengah krisis global, kemungkinan PHK sangat besar mengingat permintaan akan barang tekstil menurun drastis.

Fiuuhh, entah berapa orang di negeri ini yang berteriak anti korupsi dan premanisme, tapi mereka sendiri seperti preman yang beroperasi di kantor, bukan di pasar maupun terminal. Tak perlu menggunakan pisau, ataupun pistol. Lebih gagah, bergaya eksekutif muda, tapi yah kelakuan pada intinya sama dengan preman.

Miris memang, tapi apa mau dikata, hampir di semua institusi, baik pemerintah (TNI, POLRI, PNS) maupun swasta kasus seperti ini kerap terjadi.
Oknum ataukah sudah menjadi culture?? Ga jelas, yang pasti ujung-ujungnya pihak yang dikenakan hal seperti ini ketika dia menjadi pimpinan akan melakukan hal yang sama, demi mengembalikan modal dalam arti singkatnya.

Yah, jadi culture deh……., Salam super..!!

One Comment leave one →
  1. March 19, 2009 7:54 am

    thanks for posting…..
    cerita yg baik🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: