Skip to content

Jodoh, who decides???

February 17, 2009

Topik kali ini sepertinya agak berat dan cukup kontrovesial. Di tangan siapakah keputusan akan jodoh?? Tuhan atau kita sendiri???

Banyak kalangan menggunakan statement seperti ini, “yah mungkin belum dikasih Tuhan, jadi belum dapat sampai sekarang”. Saya tidak akan menyalahkan statement seperti ini karena toh itu mungkin saja benar adanya. Saya yakin seyakin-yakinnya bahwa mayoritas orang berpendapat bahwa jodoh adalah di tangan Tuhan.

Ijinkanlah saya untuk beropini sedikit kontroversial bahwa jodoh adalah di tangan manusia, bukan di tangan Tuhan. Kok bisa???? Menurut saya Tuhan tidak pernah memaksa seseorang untuk melakukan sesuatu yang merupakan optional bagi kita. Dia hanya akan menunjukkan siapa pendamping yang terbaik bagi manusia, dan terserah kepada manusianya itu sendiri untuk memilih. Layaknya seseorang ditakdirkan untuk menjadi seorang kaya raya, tapi karena dia malas-malasan, jadilah dia tetap berada di tempat duduknya. Ditemani kopi hitam, membaca koran halaman lowongan kerja sambil menggeleng-gelengkan kepala dan membayangkan betapa beratnya menjadi seorang pegawai rendahan dengan gaji kecil. Bukankah untuk menjadi seseorang yang besar, dia harus menyelesaikan perkara-perkara kecil dulu???? Karena tidak melakukan action apapun jadilah orang tersebut stand by sebagai orang tak berpunya.

Masih teringatkah rekan-rekan akan sebuah cerita seseorang yang masuk ke hutan..?? Orang tersebut diminta untuk masuk ke hutan dan berhenti di salah satu titik tempat dia merasa cukup dengan syarat tidak boleh berbalik ke titik sebelumnya. Di sepanjang jalan dia tidak pernah merasa cukup dan terus berjalan. Sudah beberapa titik dilewati, titik-titik lokasi yang dipenuhi dengan emas berlian dan harta yang begitu melimpah. Namun dia tetap yakin bahwa di depan pasti akan ada yang lebih lagi sampai pada akhirnya dia tersadar sudah berada di depan jurang dan tidak mungkin kembali lagi ke tempat sebelumnya. Penyesalankah yang datang??? Sudah tentu, tapi apa mau dikata keputusan sudah diambil, keputusan untuk tidak memilih satu titik lokasi di mana dia merasa sudah dicukupkan.

Begitupun dengan jodoh. Ketika seorang wanita memutuskan untuk menerima seorang pria dengan mengatakan “Yes, I do”, di saat itu dia memutuskan dengan segenap hatinya bahwa pria itu adalah “the right man” yang akan mendampingi dia seumur hidupnya. Dia tidak akan melihat sosok laki-laki yang lebih baik dari suaminya tersebut.

Banyak orang yang memilih pasangannya hanya berdasarkan penampilan ataupun materinya. Jadi jika seseorang penampilan dan materinya pas-pasan, pastilah orang tersebut bukan jodohnya. Fiiuuhh, kalau semua orang seperti itu berarti orang dusun yang satu ini belum masuk kriteria donk. Apakah pemikiran banyak kalangan tersebut sama dengan pemikiran Tuhan?? Mbohlah, only God knows….

Trust me kawan, siapapun pria ataupun wanita pendamping hidup merupakan hasil dari keputusan kita sendiri, so don’t blame anyone then, apalagi Tuhan. Terkadang saya berpikir ketika seseorang mulai menyalahkan Tuhan, Beliau mungkin akan berkata, “Saya sudah menyediakan yang terbaik untukmu, kenapa kamu tolak pilihan tersebut????”.

Berarti ngasal aj nih dus milihnya yang penting ada??

Ga juga donk, mungkin singkatnya, choose the best, but not the perfect one (no body’s perfect)……

Busyet dus, topik lo berat juga???

He…, sesekali kan ga apa-apa buat sesuatu yang agak berat, wong orangnya saja berat…..,

Just my opinion kawan, what do you think??

6 Comments leave one →
  1. evicipluk permalink
    February 18, 2009 2:41 am

    “Ditemani kopi hitam, membaca koran halaman lowongan kerja sambil menggeleng-gelengkan kepala dan membayangkan betapa beratnya menjadi seorang pegawai rendahan dengan gaji kecil”,

    Pak Odus menyindir saya nih….:mrgreen:

    Kok contohnya seorang wanita sih Pak? Pak Odus kan laki-laki (benar kan?) Kalau laki2 memilih jodohnya bagaimana?

  2. odusnatan permalink*
    February 18, 2009 7:19 am

    Waduh ibu Evi suka kopi hitam toh??? Wah jarang2 bu, cwe suka kopi hitam….
    Bukannya ibu Evi bukan seorang pegawai rendahan dengan gaji kecil?? Gaji ibu di bhp sebulan bisa kasih makan orang tegal se kabupaten, He.. Berarti kan saya sama sekali tidak menyinggung ibu, peace…
    Klo contoh pria, di tulisan berikut ya bu, pelan2 bu, jgn buru2……he…

  3. Ulie permalink
    February 18, 2009 7:43 am

    hmmm…agree and disagree…🙂

    Yes… God gives free will to human,
    but human also have to use the wisdom from God to find his/her soulmate…

    And also yes…sometimes God has to ‘help’ us in finding our soulmate…

    bingung??

    aku juga..hehe…

  4. odusnatan permalink*
    February 18, 2009 11:29 am

    Aq ngerti bu dengan maksudmu. Intinya tetap kita diberi kebebasan untuk milih, tapi mintalah pada Tuhan supaya diberi hikmat untuk memilih yang sesuai dengan kehendakNa, betul kan bu???
    He….2, 100 untuk Ibu uli di sbya…

  5. February 18, 2009 4:31 pm

    iya jg sih
    manusia yg mutuskan mau dapet jodoh ato tidak
    kalo mau ya dia musti berusaha, kalo ndak ya dia tidak perlu berusaha
    jodoh memang di tangan Tuhan. tapi kalo ndak diusahakan ya selamanya akan ada di tangan Tuhan😛

    manusia yg mutuskan mau jodoh yang seperti apa
    kalo mau yg asal dapet, dia akan berhadapan dg risiko jodoh yg asal bin ndak jelas
    kalo mau yg baik, brarti dia harus jd orang yg baik dulu😀

  6. odusnatan permalink*
    February 19, 2009 9:19 am

    He…2, that’s a great opinion bu wenny….
    Absolutely agree with u…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: