Skip to content

Merauke…(2)

February 13, 2009

Memang berbicara tentang merauke sangat menyenangkan. Di kota inilah saya lahir dan menghabiskan waktu selama18 tahun . Kota kecil yang sebelum dipecah menjadi beberapa kabupaten memiliki luas sama dengan pulau Jawa.

Kok bisa dikatakan kota kecil?? Inilah hasil dari sebuah rezim yang sangat menjunjung tinggi sentralisasi. Sebuah sistem yang membuat ibukota dan sekitarnya semakin maju, sebaliknya daerah-daerah semakin terpinggirkan. Perkembangan Merauke pun sampai sebelum tahun 2002 (dimulainya otonomi daerah) sangat lambat.

Hal terpenting dari Merauke adalah toleransinya yang luar biasa. Tiupan angin yang membawa gelombang suara adzan dari mesjid, maupun bunyi lonceng gereja saling bersahut-sahutan tidak menjadi suatu masalah, ataupun sebagai pengganggu satu dengan yang lain. Belum pernah saya alami di P. Jawa ketika Idul Fitri dan Natal orang-orang berduyun-duyun bertamu ke tempat kerabat yang merayakan. Kekeluargaan sangat terasa. Tampaknya setiap orang tanpa mengenal agama dan latar belakang merayakan hari-hari keagamaan tersebut. Sungguh teman, di kota inilah saya merasakan setiap orang dapat saling menghormati perbedaan-perbedaan yang ada. Isu Papua Merdeka pun yang sempat didengung-dengungkan lambat laun mulai lenyap.

Beberapa kalangan sebenarnya masih takut untuk ke Merauke atau Papua secara keseluruhan dengan beberapa alasan :

Orang Papua masih suka makan manusia (kanibal)

Oh come on…… Emangnya ini tahun 1900 an??? Kasus terakhir yang saya dengar terjadi di tahun 1960 an, dan itupun terjadi jauh di pedalaman sana. Sekarang mayoritas malah sudah bermigrasi dari sagu ke nasi. Mungkin malah kasus kanibal yang ada cuma di Jawa dengan munculnya kasus Sumanto.

Masih ada harimaunya……..

?????? This is the biggest question for meAstonishing….!!!

Harimau tidak pernah hidup di daerah ini, bahkan menginjak tanah papua saja tidak pernah, bagaimana orang masih takut dengan harimau????

Kehidupannya keras di sana….

Yah saya kira hidup adalah perjuangan, perjuangan untuk meraih apa yang dicita-citakan, jadi kalau hanya santai dan stay cool sulit untuk majunya. Menurut saya dibanding Papua jauh lebih keras kehidupan di Jakarta. Papua masih menawarkan keramah-tamahan penduduk dan saling menghargai satu sama lain, suatu tatanan yang sulit ditemukan di Jakarta.

Keluarga-keluarga baru biasanya mengkhawatirkan kualitas pendidikan di papua masih kurang memadai, sehingga beberapa menolak ketika dimutasi ke Papua. Hal ini kuakui juga bahwa kualitas pendidikan jika dibandingkan dengan kota-kota besar tentu ketinggalan. Saya sendiri tahun 2005 pernah mengunjungi smp tempat saya bersekolah dulu. Pada sebuah sesi perkenalan dalam sebuah kelas, satu pertanyaan simple yang saya berikan kepada siswa di sana adalah apakah pernah mereka mengambil data-data dari internet untuk menyelesaikan tugas-tugas mereka, dan bisa ditebak seluruh kelas hanya bisa menggelengkan kepala. Jangankan mendownload file, membuka google saja tidak pernah. Akan tetapi hal ini sudah berubah sejak terakhir saya ke sana akhir tahun 2008. Di beberapa sekolah sudah tersedia laboratorium computer dengan fasilitas internet yang cukup memadai. Fasilitas olahraganya juga cukup mumpuni. Kualitas guru pun saya kira tidak terlalu jauh dengan yang ada di Jawa, toh materinya itu-itu saja, tinggal metode pengajarannya saja yang harus diimprove terus-menerus. Output yang dihasilkan pun (alumni) tidak kalah bersaing dengan yang ada di Jawa (mungkin cuma saya saja yang masih kalah bersaing, malas sih…., he…), so there is no excuse not to study there

Walaupun hanya dua minggu berada di sana (akhir tahun 2008), saya melihat kota ini sedang berbenah. Denyut nadi berdetak di seluruh pelosok kota. Mudah-mudahan kota tercinta ini dapat mengembangkan diri menjadi sebuah kota besar yang menjadi berkat bagi penduduk yang berdiam di dalamnya,

Amin. Semoga….

6 Comments leave one →
  1. Evie permalink
    February 14, 2009 9:59 am

    Jadi ingat, dulu sama teman2 yang ga pernah membayangkan Papua, sempat diingatkan untuk berhati-hati dan tidak keluar sendirian di Papua. Takutnya dikawinkan secara paksa dengan anaknya kepala suku hahahaha (mending kalau anaknya kepala suku ganteng gitu, trus lulusan S2 Inggris dan udah jadi PM…halah).

    Menurut saya satu hal yang diperlukan Papua adalah berusaha mengembangkan industri disana. Sehingga tidak semua barang harus didatangkan dari Jawa atau Makassar dan membuatnya sangat mahal sampai di Papua.

    Kalau soal pendidikan, di daerah Jawa saja internet masih sulit dicari kok akhir tahun 90an, sekarang saja warnet di daerah saya masih jarang dan kalaupun ada lambatnya bukan main.

    Tapi bagus, harus bangga dengan daerah asal kita. Komentar saya kepanjangan kayaknya :))

  2. odusnatan permalink*
    February 15, 2009 5:16 am

    Setuju bu, papua harus mempersiapkan segala sesuatu dari diri sendiri. Segala sesuatunya mandiri, sehingga tingkat pengangguran dapat diatasi. Memang pemikiran ibu Evi sangat brilian, thx bu sudah mampir.

  3. February 16, 2009 10:53 pm

    iyah,,kata kenalan yang dosen papua, papua itu indah
    ndak sengeri yang diberitakan😀

  4. February 17, 2009 4:09 am

    @wennyaulia :
    Setuju, itu betul…..!!!

  5. diyah permalink
    January 31, 2010 2:25 am

    aku juga bangga ma kota rusa ku ini, aku juga lahir n besar disini …..tul bangetsss kota yang dikenal ma kota rusa ni sangat menjunjung tinggi toleransi….semoga akan terus seperti ni,dengan bermunculannya sekolah tinggi dimerauke diharapkan dapat memajukan merauke ………salam kenal kaks

  6. odusnatan permalink*
    February 1, 2010 1:37 am

    Salam kenal juga…, bila Diyah punya blog mohon diberitahu juga ya, jadi saya bisa comment juga di sana. Thx sudah mampir…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: