Skip to content

Entrepreneur (2)

January 23, 2009

Pembahasan mengenai “being an entrepreneur” memang sangat menarik. Saya sejujurnya tidak ingin selamanya menjadi karyawan, atau memiliki pendapatan hanya dari satu sumber. Memang jika dibandingkan dengan bekerja di tempat lain, pertambangan jauh lebih menjanjikan dari segi salary dan jaminan kesehatannya. Hanya saja, jika berharap dari gaji, cita-cita untuk memiliki rumah dan kendaraan sendiri akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Nah yang menjadi solusi adalah “find other sources of income”.

Saya baru saja berbincang dengan pimpinan owner tambang di sini. Beliau menceritakan bagaimana dia mampu membuat bisnis yg sangat cepat perkembangannya. Perbincangan bermula ketika entah angin topan mana yang membuka katup mulut saya untuk berbicara mengenai saham. In short (bahasa merauke, artinya pendek kata) perbincangan menjadi semakin menarik dengan beberapa kutipan sbb:

Saya       : Wah, salah taktik pak, beli saham pada saat peak, sekarang jatuhnya parah…

Big boss : Lo main saham fren, gw untung besar fren dulu pas main di Telkom, yah sekarang main yang kecil2 saja,   lumayan returnnya hampir 100 % kurun waktu 1.5 tahun.

Saya : Beruntung sekali, cuman yah memang sektor non riil kita lagi kena, tapi suatu saat pasti sektor riil juga yang kena.

Big boss : Tapi men, beneran deh, mending dari pada main saham, olahraga jantung, mending main di riil saja. Kalau kita bisa monitor sih gak masalah, ini kita lagi di hutan bagaimana bisa monitor. Ta ceritain fren, gw modal cuman 70 jt untuk DP mobil, kurentalin, biaya rental digunakan bayar cicilan, tahun kedua gw over kredit, dapat 140 jt, DP 2 mobil, jadilah dalam 4 tahun gw ud dapat Estrada, ford, kijang, total 15 mobil. Lihat men, uang berkembang biak sendiri. Let money works for you, jgn you yang work for money.

Saya : Busyet, bisa begitu y. Tapi wajarlah sekelas Pak bos pasti gampang. Sekarang kalo saya yg minim pengalaman bahkan bisa dikatakan buta tuli, bagaimana caranya kumpulin modal dan cara ngontrolnya.

Big boss : Ya ampun fren, modal ga masalah. Saya kasih tau ya, yang penting no satu itu network. Modal ga penting, kan ada bank. Kita kan bisa dapat modal dari bank. Saya kasih tau ya caranya, ……..

Mulailah beliau menceritakan bagaimana caranya agar peminjaman uang dari bank bisa tembus, dengan cara agak sedikit licik tapi brilian (istilahku illegal tapi legal).

Saya : Oh gitu ya, aduh tapi gimana ya, saya belum punya modal, dan bla…bla…bla….

Big boss : Aduh fren, saya kan sudah kasih tau caranya. Wajar sih, saya juga dulu begitu. Kenapa,,,.. karena hati kita selalu menolak jika ada ide-ide baru seperti ini. Sadar atau tidak kita selama di sekolah diajarkan menjadi seorang karyawan. Jadi hati kita menjadi idealis dan berpola pikir karyawan.

Saya : Tapi kupikir-pikir memang lebih enak masukin deposito ya. Katakan uang lebih dari 100 jt kan bunganya 9%, berarti dikurangi pajak bunga kita bisa dapat sekitar 600rb per bulan. Nah kalau punya 1 M bisa 7-8 jt sebulan, apalagi kalau 5 M bisa dapat 30-50 Jt/bulan. Kan tinggal santai-santai saja.

Big boss : Oh berarti kamu orangnya ga agresif men. Lo bukan bagian dari saya berarti. Kalau saya hidupnya dinamis selalu bergerak, dan berani bertaruh. Rugi men, kalau cuman deposito, berapa persen doang returnnya. Sebenarnya bisnis kan cuman present dan future. Berapa nilai NPV dan Returnnya, lebih tinggi dari bunga bank langsung go head.

Dasar saya orangnya blak-blakan dan tanpa tending aling-aling, langsung saja kutanyain:

Saya : Kalau memang sudah bisa seperti itu kenapa Bapak masih mau jadi karyawan?

Big boss : Oh sulit men, tetap tidak bisa, karena kamu suatu saat pasti ingin kembali ke fitrahmu. Saya sudah resign men oktober tahun lalu, tapi dipanggil pak B jadi manager di sini. Hati ini masih ingin merasakan suasana kerja seperti ini.

Saya : Oh gitu ya, saya sejujurnya lebih suka ngajar bahasa inggris, fun, santai, dan memang hobi. Mungkin suatu saat kalau saya sudah bisa berbisnis seperti Bapak, saya malah mending resign terus ngajar, sangat menyenangkan.

Big Boss : Oh sulit bos, percayalah kamu akan tertarik untuk bergelut kembali di dunia tambang. Pokoknya men, kamu tinggal buka kran saja sebenarnya, setelah itu bisnismu akan berjalan dengan sendirinya. Nah buka kran itu yang sulit. Kapan saja lo butuh bantuan untuk mulai bisnis hubungi aku saja, akan kusupport penuh…………………….

Waktu tanpa terasa sudah menunjuk angka 5.30 sore, sudah waktunya pulang karena ada meeting dengan pihak subkontraktor. Sebuah diskusi singkat tapi sangat mencerahkan. Memang memulai bisnis itu sangat sulit, mudah-mudahan ketika kran itu terbuka, segala sesuatu dapat berjalan dengan lebih mudah. Semoga……………………

2 Comments leave one →
  1. Evie permalink
    January 23, 2009 3:17 pm

    Sebenarnya yang paling dibutuhkan itu adalah pertama pengetahuan dan yang kedua keberanian. Sepertinya dua-duanya saya belum punya, sepertinya perlu dukungan kuat dari orang terdekat untuk bisa memulainya. Tetapi jangan lupa bekerja sebagai karyawan membantu kita untuk terus berpikir dan update dengan perkembangan pengetahuan yang ada. Setuju tidak?😀

  2. odusnatan permalink*
    January 24, 2009 2:21 am

    Setuju bu. Selama menjadi karyawan kita collect knowledge, money dan business strategic. Mudah2an ada orang terdekat yang akan mendukung kita selalu. Ayo bu, make ur business and enroll ur money.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: