<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Be happy</title>
	<atom:link href="http://natanatuh.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://natanatuh.wordpress.com</link>
	<description>All about my life......</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Nov 2009 03:36:33 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='natanatuh.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/cb7acf3c937dd056c7d0715fe941a4d8?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Be happy</title>
		<link>http://natanatuh.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://natanatuh.wordpress.com/osd.xml" title="Be happy" />
		<item>
		<title>Pilihan yang sulit ternyata…..!!!</title>
		<link>http://natanatuh.wordpress.com/2009/11/23/pilihan-yang-sulit-ternyata%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://natanatuh.wordpress.com/2009/11/23/pilihan-yang-sulit-ternyata%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 03:36:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>odusnatan</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://natanatuh.wordpress.com/?p=205</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sekian lama meninggalkan dunia tulis-menulis, akhirnya kuputuskan untuk menulis hari ini (ah, gitu aj kok harus membuat keputusan dus?????).
Sejujurnya menulis bukanlah sebuah hobi bagi saya sama seperti membaca (kecuali koran dan majalah). Hal yang paling saya senangi adalah menonton…!! Ah, seandainya kamu tahu kawan menonton itu menghasilkan banyak ilmu tanpa harus membaca.
Akan tetapi, membaca [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=natanatuh.wordpress.com&blog=3198148&post=205&subd=natanatuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Setelah sekian lama meninggalkan dunia tulis-menulis, akhirnya kuputuskan untuk menulis hari ini (ah, gitu aj kok harus membuat keputusan dus?????).<br />
Sejujurnya menulis bukanlah sebuah hobi bagi saya sama seperti membaca (kecuali koran dan majalah). Hal yang paling saya senangi adalah menonton…!! Ah, seandainya kamu tahu kawan menonton itu menghasilkan banyak ilmu tanpa harus membaca.</p>
<p>Akan tetapi, membaca koran dan majalah sebenarnya sangat menyenangkan terutama ketika harus menunggu pesawat yang delay nya ga ketulungan (penyakit di Indonesia). Penyakit ini menghigapi seluruh armada pesawat dan dapat dibagi dalam beberapa kategori, tentu ada yang masuk kategori telat parah, hancur, rusak, jijiki., dan mungkin juga ada yang masuk kategori sedang berkembang entah ke ambang kehancuran atau kebaikan).<br />
Anyway, berbicara tentang pesawat tidak akan lepas dari yang namanya harga tiket…<br />
Nah inilah yang sebenarnya menjadi the hottest topic of the week (lebay boss…!!!!).</p>
<p>Ah, tahukah kamu kawan, 2 hari lalu saya menelepon maskapai penerbangan Merpati (satu-satunya maskapai yang melayani penerbangan ke Merauke) bertanya tentang harga tiket untuk keberangkatan tanggal 22 Desember 2009.<br />
Yah, sebenarnya saya merencanakan untuk merayakan Natal dan Tahun Baru di kota kelahiran tercinta ini.<br />
Tahukah kawan jawaban dari customer service yang suaranya ga merdu-merdu amat (amat juga ga merdu masalahnya)…??<br />
Tiket Jakarta – Merpati untuk keberangkatan tanggal 22 Desember 2009 seharga 4 juta ……..ratus ribu……..puluh rupiah. Kalau tanggal 23 Des??? SAMA..!!! Kenapa diberikan &#8230;&#8230;&#8230;.. pada harga setelah 4 juta?? Karena sejujurnya saya sudah terlanjur shock dulu&#8230; Keinginan untuk mendengar kata-kata selanjutnya menjadi buyar.</p>
<p>Saya tentu punya alasan untuk menjadi shock :</p>
<p>-	Apakah kota ini terlalu kecil sehingga armada lain menganggap tidak profitable untuk masuk ke wilayah ujung timur indonesia ini&#8230;???</p>
<p>Tidak juga kawan, kota ini tidak kecil – kecil amat dan sedang berkembang pesat (melihat perbandingan jumlah kedatangan perantau ke daerah ini). Traffic penumpang pesawat pun tinggi.</p>
<p>Adalah sangat baik untuk sebuah armada pesawat membuat sebuah brand image untuk menandingi kompetitornya. Bayangkan untuk membangun sebuah brand image sangat baik dengan mengatakan ” Kami armada pesawat&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.., dengan bangga melayani anda dari Sabang  hingga Merauke”. Walaupun mungkin banyak kota yang dilewati, yang penting sudah bisa ngomong dari Sabang sampai Merauke.</p>
<p>-	So, kenapa hanya pesawat Merpati yang masuk ke Merauke??????</p>
<p>Jika mau berbicara fakta, sebenarnya armada pesawat penumpang lain pun sudah beberapa yang mengajukan niatnya untuk masuk ke wilayah kota tercinta ini. Bahkan membangun counter di Bandara pun telah dilakukan, tapi tetap gagal menembus kebijakan birokrasi pemerintah.</p>
<p>Hal yang paling mendasar dari pengambilan kebijakan ini adalah karena beberapa unit armada pesawat telah dibeli oleh pihak Pemda dan kemudian dikelola oleh operator Merpati Airlines. Sejujurnya di awal saya menjadi sangat bangga dengan pencapaian Pemda ini. Saya bisa membayangkan Pemda akan membuat sebuah kebijakan tiket murah sehingga traffic ke Merauke menjadi sangat tinggi yang pada ujung-ujungnya akan meningkatkan PDB masyarakat.</p>
<p>Ah kawan, malah sebaliknya harga tiket semakin menjulang tinggi demi mempercepat pengembalian modal. Hal ini mengakibatkan orang-orang kecil seperti saya hanya bisa menggit jari dan kembali mereschedule keberangkatan ke kota yang diidam-idamkan seluruh lapisan masyarakat Indonesia (kembali lebay lagi dus????).</p>
<p>-	Bagaimana kalau ke Singapore??</p>
<p>Tahukah kamu kawan, setiap teman yang kuajak untuk jalan-jalan ke Merauke sehingga mereka bisa mendeklarasikan diri mereka telah mengelilingi Indonesia (Walaupun banyak daerah yang belum didatangi&#8230;) akan menanyakan, ”Dibanding Singapore lebih murah mana????”. He&#8230;&#8230;, no comment deh.<br />
Untuk sebuah paket tour perjalanan ke Singapore selama 2-3 hari dengan keberangkatan dari Jogja atau Jakarta, biaya yang dihabiskan sekitar Rp. 4 jt rupiah (di luar oleh-oleh dan personal shopping tentunya).</p>
<p>Bagaimana dengan ke Merauke ???<br />
Untuk transportasi saja sudah menghabiskan minimal Rp. 9 jt rupiah. Tentu ini di luar biaya – biaya akomodasi, dll. Sehingga minimal anggarkanlah Rp. 13 jt untuk keberangkatan ke Merauke dengan paket waktu kurang lebih seminggu. Oh, kawan, percayalah, jika bukan untuk urusan bisnis dan bertemu dengan keluarga, orang indonesia akan sangat berat untuk menginjakkan kaki di sini.<br />
Dengan budget dana yang sama, seseorang bisa ikut paket tour Singapore selama 3 x &#8230;..!!!!!.</p>
<p>Ah, tapi kembali lagi hal ini berpulang pada anda, ingin ke Singapore selama 3 x berturut-turut atau memiliki sebuah priceless moment bersama keluarga tercinta.</p>
<p>Dikarenakan saya sudah pulang tahun lalu dengan menghabiskan total Rp. 15 jt selama 2 minggu. Maka sudah bisa dipastikan dengan tingkat inflasi, dll, maka minimal 17 Jt harus dianggarkan.</p>
<p>Jadi jelas sudah, jika pertanyaan ini kembali diajukan kepada saya, pilih mana antara priceless moment dan ke Singapore, mungkin untuk tahun ini saya tidak pilih kedua-duanya&#8230; hhehehe (Yah&#8230;, loyo&#8230;!!!).</p>
<p>Kemungkinan saya akan pergi ke dua lokasi itu jika tidak ada halangan tahun depan. Banyak hal yang harus dipikirkan dan direncanakan ke depan dengan kemampuan finansial saat ini. Tentu saja pos Entertainment tidak boleh terlalu besar sehingga mengganggu pos-pos yang lain (Kata para pakar perencana keuangan). Jangan sampai income lebih kecil dari expense yang mana ujung-ujungnya berarti utang..!!!</p>
<p>Tetap semangat man&#8230;!!! Keep doing ur plan well&#8230;!!!</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/natanatuh.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/natanatuh.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/natanatuh.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/natanatuh.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/natanatuh.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/natanatuh.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/natanatuh.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/natanatuh.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/natanatuh.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/natanatuh.wordpress.com/205/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=natanatuh.wordpress.com&blog=3198148&post=205&subd=natanatuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://natanatuh.wordpress.com/2009/11/23/pilihan-yang-sulit-ternyata%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7a0a354f9725fa74bc63b75f0b3519b8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">odusnatan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rumah VS Apartemen…??</title>
		<link>http://natanatuh.wordpress.com/2009/10/11/rumah-vs-apartemen%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://natanatuh.wordpress.com/2009/10/11/rumah-vs-apartemen%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Oct 2009 06:26:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>odusnatan</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://natanatuh.wordpress.com/?p=201</guid>
		<description><![CDATA[Banyak pihak di Jakarta yang bingung memilih antara keinginan hidup di landed house tapi harus menghabiskan 1-2 jam perjalanan menuju kantor, atau harus hidup dalam bangunan di kota yang tidak memiliki halamannya atau biasa disebut apartemen.  Menurut saya kembali ke tiap-tiap orang mana yang sesuai dengan jati dirinya atau visi nya dalam membangun sebuah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=natanatuh.wordpress.com&blog=3198148&post=201&subd=natanatuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Banyak pihak di Jakarta yang bingung memilih antara keinginan hidup di landed house tapi harus menghabiskan 1-2 jam perjalanan menuju kantor, atau harus hidup dalam bangunan di kota yang tidak memiliki halamannya atau biasa disebut apartemen.  Menurut saya kembali ke tiap-tiap orang mana yang sesuai dengan jati dirinya atau visi nya dalam membangun sebuah keluarga (weiittss,  kata-kata maut…).  Akan tetapi, pertimbangan-pertimbangan apapun tetaplah harus berpatokan pada satu hal: <em><strong>BUDGET</strong></em>.</p>
<p>Sebulan lebih tinggal bareng bos saya di sebuah rumah di daerah Serpong – Pamulang membuat saya ingin sedikit membuat hitung-hitungan perbandingan living cost dan juga komparasi plus minus nya :</p>
<p>1.	Landed House (Rumah)</p>
<p>Pilihan akan sebuah rumah tetaplah menjadi pilihan utama mayoritas masyarakat Indonesia. Kenyamanan, kepemilikan halaman, kebebasan dalam renovasi dan alasan kebiasaan/tradisi menjadi argument seseorang untuk tetap tinggal di rumah. Sayangnya untuk memiliki sebuah hunian rumah/perumahan yang cukup nyaman di Jakarta menjadi sulit terjangkau menilik dari harga yang ditawarkan.   Jalan satu-satunya untuk mengatasi masalah ini adalah dengan membeli sebuah unit rumah yang berada di sekitaran pinggiran Jakarta sehingga dengan harga tanah yang masih murah memungkinkan rumah/perumahan yang dijual dapat dijangkau sebagian masyarakat.</p>
<p>Sekedar info, rata-rata harga rumah baru di perumahan-perumahan yang tengah menjamur di sekitaran Serpong – Pamulang untuk 2 bedrooms sekitar Rp. 140 jt – Rp. 320 jt dengan biaya-biaya yang timbul sebagai berikut :</p>
<p>Tagihan listrik&amp;air : ± Rp. 300.000/bulan</p>
<p>Security &amp; Kebersihan : ± Rp. 100.000/bulan.</p>
<p>Permasalahannya adalah untuk tiba lebih cepat di kantor ( lewat tol ) dan masih fresh tentulah kendaraan yang dipakai haruslah kendaraan tertutup dan beroda empat alias mobil pribadi.</p>
<p>Dari pengalaman pribadi, perjalanan dari Serpong menuju Jakarta Selatan memakan waktu sekitar 1,5 jam menggunakan mobil dengan melewati tol. Biaya-biaya yang dikeluarkan antara lain (update September 2009):</p>
<p>-	Tarif tol : Rp. 11.500,- sehingga PP : Rp.23.000,- , ± Rp. 500.000,-/bulan  (sebelum kenaikan tarif tol 28 September 2009).</p>
<p>-	BBM : ± Rp. 200.000,-/minggu, Rp. 800.000- Rp. 1.000.000 / bulan.</p>
<p>Sehingga total biaya untuk maintenance rumah dan ongkos perjalanan : ± Rp. 2.000.000,-/bulan.</p>
<p>Biaya tersebut di atas di luar asuransi rumah/mobil dan biaya servis/perbaikan mobil dan pajak kendaraan</p>
<p>2.	Apartemen</p>
<p>Alasan utama pihak-pihak yang lebih prefer apartemen  adalah kemudahan aksesibilitas, dan efisiensi. Bayangkan dengan tinggal di apartemen, perjalanan menuju kantor dapat ditempuh hanya dalam waktu kurang dari setengah jam, bandingkan dengan rumah di daerah tangerang harus menempuh waktu ± 1,5 jam.  Namun biaya-biaya yang timbul sehubungan dengan kepemilikan apartemen cukup besar.  Dengan mengasumsikan luas apartemen 42 m2 (tipe 2 bedrooms), maka biaya-biaya yang timbul adalah sebagai berikut :</p>
<p>Biaya maintenance, kebersihan, security : ± Rp. 12.000/m2. sehingga biaya total Rp. 504.000,-/bulan.</p>
<p>Listrik&amp;air : Rp. 500.000,- / bulan (sedikit lebih mahal karena harus menanggung biaya atas penggunaan listrik di loby dan fasilitas-fasilitas apartemen).</p>
<p>Biaya atas penggunaan mobil:  BBM : Rp. 400.000/bulan (asumsi)  Parkir apartemen : Rp. 150.000/bulan</p>
<p>Sehingga total biaya tinggal di apartemen + penggunaan mobil pribadi : ± Rp. 1.554.000/bulan.</p>
<p>Biaya tersebut di atas di luar asuransi rumah/mobil dan biaya servis/perbaikan mobil dan pajak kendaraan.</p>
<p>So, stigma tinggal di apartemen pasti lebih mahal akan terbantahkan jika menggunakan parameter-parameter tersebut di atas.</p>
<p>Satu hal yang juga harus diperhatikan adalah Return of Investment (ROI) dari unit baik apartemen maupun rumah. ROI dari sebuah rumah biasanya lebih tinggi karena menyangkut kenaikan harga tanah, sedangkan apartemen kenaikannya tidak begitu signifikan. Akan tetapi, kenaikan harga ini tetap dipengaruhi oleh hukum <em>supply</em> dan <em>demand</em>. <strong></strong></p>
<p><strong>Pilih yang mana??? Dipilih&#8230;&#8230;dipilih&#8230;&#8230;.dipilih&#8230;.””</strong>(diperagakan dengan style menjual dagangan ikan)&#8230;&#8230;&#8230;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/natanatuh.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/natanatuh.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/natanatuh.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/natanatuh.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/natanatuh.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/natanatuh.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/natanatuh.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/natanatuh.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/natanatuh.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/natanatuh.wordpress.com/201/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=natanatuh.wordpress.com&blog=3198148&post=201&subd=natanatuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://natanatuh.wordpress.com/2009/10/11/rumah-vs-apartemen%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7a0a354f9725fa74bc63b75f0b3519b8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">odusnatan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berapa minimum gaji untuk hidup agak ‘layak’ di Jakarta???</title>
		<link>http://natanatuh.wordpress.com/2009/10/02/berapa-minimum-gaji-untuk-hidup-agak-%e2%80%98layak%e2%80%99-di-jakarta/</link>
		<comments>http://natanatuh.wordpress.com/2009/10/02/berapa-minimum-gaji-untuk-hidup-agak-%e2%80%98layak%e2%80%99-di-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 06:54:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>odusnatan</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://natanatuh.wordpress.com/?p=191</guid>
		<description><![CDATA[Berapakah yang harus saya katakan ketika saya diinterview mengenai salary/gaji yang diinginkan dari sebuah perusahaan dengan base Jakarta pada posisi Fresh Graduate??
Pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang sangat sering saya dengar ketika seseorang hendak lulus dan ditawari untuk kerja di Jakarta.  Sekedar bahan pertimbangan, sekiranya request akan nominal salary yang diminta hendaknya mengacu pada standar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=natanatuh.wordpress.com&blog=3198148&post=191&subd=natanatuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Berapakah yang harus saya katakan ketika saya diinterview mengenai salary/gaji yang diinginkan dari sebuah perusahaan dengan base Jakarta pada posisi Fresh Graduate??</p>
<p>Pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang sangat sering saya dengar ketika seseorang hendak lulus dan ditawari untuk kerja di Jakarta.  Sekedar bahan pertimbangan, sekiranya request akan nominal salary yang diminta hendaknya mengacu pada standar biaya kehidupan tinggal di Jakarta.</p>
<p>Berapa biaya minimal yang dibutuhkan untuk hidup ”agak layak” di Jakarta??</p>
<p>Beberapa data update bulan September 2009 :</p>
<p>-	Tempat tinggal</p>
<p>Asumsi tinggal di kos (bukan di tempat keluarga) :   Rp. 400.000,-/bulan</p>
<p>Listrik (tergantung item barang elektronik)  : ± Rp. 35.000,-/bulan</p>
<p>Laundry : Rp. 150.000,-/bulan</p>
<p>Total biaya tempat tinggal : Rp. 585.000,-/bulan</p>
<p>Ket :</p>
<p>-  Berada di daerah Jakarta Selatan</p>
<p>-	Ukuran kamar 3 x 3 (kamar mandi dalam)</p>
<p>-	Fasilitas : Lemari, kasur.</p>
<p>-	Makan  Total : Rp. 50.000,-/hari ,  Rp. 1.500.000,-/bulan.</p>
<p>Asumsi sekali makan : Rp. 15.000,- + cemilan Rp. 5000,-</p>
<p>-	Transportasi</p>
<p>Jika jarak antara kos dengan kantor tidak begitu jauh, maka cukup untuk naik angkot/bis sekali, atau juga langsung menggunakan busway jika koridornya tidak begitu jauh.</p>
<p>Asumsi : PP menggunakan busway Rp. 7000,- selama 22 hari kerja.</p>
<p>Total : Rp. 154.000,-</p>
<p>-	Biaya Cosmetic Repair (istilah opo kui&#8230;???)</p>
<p>Bingung juga masuk dalam kategori biaya mana, mungkin bisa dikatakan biaya operasional bulanan yang menyangkut pembelian peralatan mandi, peralatan kewanitaan (bagi wanita ataupun pria yang ingin seperti wanita), pembelian baju/celana/rok (asumsi pembelian satu potong baju/celana per bulan, kasihan bener&#8230;??), salon, dll.</p>
<p>Total estimasi : Rp. 500.000,-/bulan</p>
<p>-	Entertainment</p>
<p>Percayalah sehebat-hebatnya seseorang berusaha untuk tidak keluar kos, mesti akan keluar juga, entah ke mall ataupun lokasi wisata untuk sekedar refreshing dan melepas penat akan keperjakaan, eh pekerjaan. Apalagi kalau kamarnya tidak memiliki AC, maka sangat tidak mungkin untuk stay seharian di kos, intinya mau ngadem dulu di mall. Jadilah biaya transportasi dan makan jadi membengkak, sehingga dapat dikategorikan dalam pos Entertainment.</p>
<p>Total Biaya Entertainment : Rp. 500.000,-/bulan.</p>
<p>-	Contingency (Biaya Tak Terduga)</p>
<p>Biaya tak terduga tetaplah harus dipersiapkan, terutama jika berkaitan dengan permintaan kiriman keluarga mendadak, sering kelaparan tengah malam, tiba-tiba jalan di mall lihat baju bagus pengen beli, dll.</p>
<p>Total Biaya Tak Terduga : Rp.300.000,-/bulan.</p>
<p>Sehingga gaji minimal untuk sekedar hidup agak ’ layak ’ di Jakarta :</p>
<p>± Rp. 3.600.000,-/bulan.</p>
<p>Perkiraan di atas dengan menggunakan asumsi pemakaian pulsa (asumsi Rp.250.000,-/bulan) dan biaya kesehatan dicover perusahaan. Bila tidak ditanggung perusahaan maka siap-siaplah untuk mempersiapkan dana cadangan yang lebih besar lagi.</p>
<p>Sekedar tambahan, asumsi di atas juga di luar biaya kiriman untuk orang tua secara periodik, biaya kenakalan (bagi yang ‘nakal’), ataupun biaya zakat/perpuluhan/derma yang berhubungan dengan aktifitas Ibadah.  Jika gaji/pendapatan anda berada di bawah standar minimal, yah siap-siap untuk gali lubang tutup lubang, mencari dana pihak ketiga (bisa keluarga,teman, dll), ataupun yang paling baik ádalah menurunkan stándar hidup (life style) ke tingkat paling minimum, tidak merugikan orang lain.</p>
<p><strong><em>So, ready enuff to rock Jakarta??</em></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/natanatuh.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/natanatuh.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/natanatuh.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/natanatuh.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/natanatuh.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/natanatuh.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/natanatuh.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/natanatuh.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/natanatuh.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/natanatuh.wordpress.com/191/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=natanatuh.wordpress.com&blog=3198148&post=191&subd=natanatuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://natanatuh.wordpress.com/2009/10/02/berapa-minimum-gaji-untuk-hidup-agak-%e2%80%98layak%e2%80%99-di-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7a0a354f9725fa74bc63b75f0b3519b8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">odusnatan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bali (4)</title>
		<link>http://natanatuh.wordpress.com/2009/05/30/bali-4/</link>
		<comments>http://natanatuh.wordpress.com/2009/05/30/bali-4/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 May 2009 01:01:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>odusnatan</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://natanatuh.wordpress.com/?p=187</guid>
		<description><![CDATA[1. Discovery Mall
Ini adalah hari terakhir saya berada di Bali. Waktu terasa begitu cepat, dan pastinya dana pun semakin menipis&#8230;
Berkaitan dengan hari terakhir saya dan rekan akhirnya memutuskan untuk mengunjungi discovery mall, mall terbesar di Kuta.
Discovery mall terletak persis di bibir pantai, sebuah pemilihan lokasi yang saya akui sangat brilian. Dari mall ini kita dapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=natanatuh.wordpress.com&blog=3198148&post=187&subd=natanatuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>1. Discovery Mall</p>
<p>Ini adalah hari terakhir saya berada di Bali. Waktu terasa begitu cepat, dan pastinya dana pun semakin menipis&#8230;</p>
<p>Berkaitan dengan hari terakhir saya dan rekan akhirnya memutuskan untuk mengunjungi <em>discovery mall</em>, mall terbesar di Kuta.</p>
<p><em>Discovery mall</em> terletak persis di bibir pantai, sebuah pemilihan lokasi yang saya akui sangat brilian. Dari mall ini kita dapat melihat pantai Kuta secara lebih luas. Beberapa tenda makan dibuat dekat dengan tepi pantai, namun tetap berada dalam satu kawasan mall. Sungguh kawan, dibandingkan harus membayar ’tenda tak bertuan’ yang harganya 100.000/jam (tulisan sebelumnya di Bali (1)), jauh lebih bijaksana untuk bersantai di bawah tenda di mall ini dengan memesan makanan atau minuman. Harga mungkin sama (tergantung jenis dan jumlah makanan yang dipesan), tenda tidak perlu disewa, dapat makan, dengan <em>view</em> sama-sama pantai, <em>maknyuss</em>&#8230;!!!!</p>
<p>Mall ini pada dasarnya sama seperti mall lainnya, bahkan kalah jauh dibandingkan mall-mall megah di Jakarta. Akan tetapi yang menjadi nilai plus adalah posisinya yang berada persis di tepi pantai Kuta. <em>I really love the view</em>&#8230;&#8230;!!!.</p>
<p>Berada dekat dengan mall terdapat sebuah arena permainan air, <em>water boom</em>. Ah, sungguh menyesal, saya lupa akan nasihat seorang rekan yang menganjurkan untuk rekreasi di <em>water boom</em>.  Padahal hanya butuh beberapa menit saja dari lokasi penginapan, yah disimpan untuk <em>moment</em> berikut….</p>
<p>2. Gift…..</p>
<p>Dikarenakan hari terakhir, satu hal yang harus dilakukan adalah membawa oleh-oleh ke Jogja. Beberapa pilihan yang bisa menjadi referensi antara lain :</p>
<p>a. Joger</p>
<p>Joger merupakan <em>trade mark</em> dari industri tekstil Bali. Layaknya dagadu di Jogja, pakaian Joger merupakan merk dagang yang sangat terkenal dan menjadi khas oleh-oleh Bali. Sangat kreatif dalam tulisan dan selalu menjaga standar kualitas pakaian menjadi alasan Joger selalu eksis hingga sekarang.</p>
<p>b. Kacang asin ’Rahayu’</p>
<p>Kacang asin Rahayu menjadi salah satu ikon oleh-oleh Bali. Layaknya Bakpia 75 Jogja yang memiliki banyak pesaing namun tetap menjadi pilihan utama, seperti itu juga kacang asin Rahayu yang tetap menjadi pilihan utama pesanan para pelancong di tengah-tengah maraknya bermunculan merk sejenis.</p>
<p>c. Others&#8230;</p>
<p>Masih banyak lagi alternatif oleh-oleh yang dapat dibeli di Bali. Entah salak Bali yang terkenal itu, pia legong, kain Bali, dan lain-lain. Jadi siapkanlah budget tersendiri untuk oleh-oleh tersebut.</p>
<p>FYI :</p>
<p>-         Kacang asin Rahayu : Rp. 25.000,-/pack (400 gr)</p>
<p>-         Salak Bali : Rp. 10.000/kg</p>
<p>-         Pakaian Joger : Variatif mulai dari Rp. 55.000,- rata-rata t-shirt Rp. 100.000,-</p>
<p>Bagi rekan-rekan yang menyukai dunia malam, sebaiknya menginap di kawasan Legian-Kuta yang memang memiliki banyak cafe dan tempat-tempat hiburan malam. Saya dan rekan-rekan sempat masuk ke beberapa cafe dan menonton <em>sexy dancer</em>. Menarikkah?? Ga juga. Mending <em>dance</em> bareng orang yang kita sayangi daripada lihatin <em>sexy dancer</em>, kagak nafsu blasss&#8230;&#8230;(boong lo dus, ga normal dirimu&#8230;!! Wis biarin, <em>that’s me</em>..!!).</p>
<p>Berbeda kesannya dengan masuk <em>paddy’s cafe</em>. Layaknya diskotik pada umumnya, cafe yang sempat dibom ini menawarkan musik-musik keras menghentak dan mengundang badan yang kurus ini (pasti banyak yang protes&#8230;) untuk berjoget ria. Yah lumayanlah, hitung-hitung cari keringat, he&#8230;..</p>
<p>Bali memang menyimpan sejuta pesona. Pulau ini menawarkan banyak sekali lokasi wisata menarik yang sayang bila tidak dikunjungi. Kintamani, <em>Lovina Beach</em>, dan Ubud merupakan contoh daerah wisata yang belum saya <em>explore</em> sama sekali.</p>
<p>Sungguh sangat disayangkan bila keamanan Bali menjadi terganggu hanya karena segelintir orang yang ”tidak jelas arah hidupnya”. Pulau ini benar-benar bernafaskan <em>tourism</em> sehingga bila tourist berkurang, maka terganggu pulalah roda perekonomian masyarakat.</p>
<p>Bagi saya, ada 3 macam daerah wisata :</p>
<p>1<em>. </em><em>Minus (No More)</em></p>
<p>Daerah wisatanya kurang menarik, support dari masyarakat kurang bahkan cenderung sedikit mengancam. Masih banyak daerah seperti ini di Indonesia, dan satu hal yang akan oleh seorang tourist : ”that’s enough..!! No more..!!</p>
<p>2<em>. </em><em>zero (just so so)</em></p>
<p>Biasanya daerah wisatanya cukup menarik tapi support masyarakat sangat kurang, bahkan cenderung mengancam. Sejujurnya ini yang saya rasakan ketika berkunjung ke candi Borobudur. Sebenarnya sangat menarik melihat <em>view</em> Borobudur terutama ketika berada di puncaknya. Sayang sekali ketika turun dan hendak beranjak pulang, begitu banyak pedagang yang menawarkan barang dagangannya dengan cara mendekati si pelancong dan terkadang sedikit memaksa. Oke lah bila hanya satu dua orang, oh <em>come on</em>, hampir sepanjang jalan menuju parkiran setiap orang menawarkan barang dagangannya. Memang betul setiap orang mencari nafkah untuk keluarganya sehingga dia harus berkompetisi untuk memperebutkan konsumen, tapi saya kira dengan cara seperti itu bukannya orang ingin berbelanja, sebaliknya menjadi terganggu dan dengan sekuat tenaga akan menolak apapun tawarannya bahkan bila sebenarnya barang dagangan tersebut menarik dan hendak dibeli. Tidak ada kata ingin datang kedua kali. Jadi <em>last comment</em>nya hanyalah, ”<em>oh, that’s very interesting to be here, but I won’t come back</em>, matur thank u..!!”.</p>
<p>3. Great, I’m coming back soon…!!!</p>
<p>Ini adalah opini orang yang ketika berkunjung ke suatu daerah dan berada di bandara untuk kembali ke daerah asalnya berkata dalam hatinya, “<em>I’m coming back soon..</em>!!”.  Perpaduan antara daerah wisata yang menarik ditambah dengan dukungan dari masyarakat menjadikan setiap wisatawan menjadi betah dan serasa ingin kembali segera. Dan sejujurnya ini yang saya rasakan dari Bali. Dukungan luar biasa dan <em>hospitality</em> yang tulus dari masyarakat Bali ditambah daerah wisatanya yang sangat menarik menjadikan pulau ini tercatat sebagai <em>the best tourism island</em> di dunia.</p>
<p><em>So Bali, If God wills, I’m coming back soon</em>…!!!</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/natanatuh.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/natanatuh.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/natanatuh.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/natanatuh.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/natanatuh.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/natanatuh.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/natanatuh.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/natanatuh.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/natanatuh.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/natanatuh.wordpress.com/187/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=natanatuh.wordpress.com&blog=3198148&post=187&subd=natanatuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://natanatuh.wordpress.com/2009/05/30/bali-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7a0a354f9725fa74bc63b75f0b3519b8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">odusnatan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bali (3)</title>
		<link>http://natanatuh.wordpress.com/2009/05/09/bali-3/</link>
		<comments>http://natanatuh.wordpress.com/2009/05/09/bali-3/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 May 2009 14:13:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>odusnatan</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://natanatuh.wordpress.com/?p=180</guid>
		<description><![CDATA[1. Nusa Dua
Tanpa ingin membuang waktu, saya dan rekan memutuskan untuk pagi ini di hari ketiga di Bali, berangkat menuju Nusa Dua khusus untuk melakukan paket “Water Sport”.
Ah kawan, bukan pagi seperti yang anda bayangkan, pagi di sini adalah pagi sebangunnya saya. Jam 11 tergolong pagi jika saya bangunnya jam segitu, dan ini hanya terjadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=natanatuh.wordpress.com&blog=3198148&post=180&subd=natanatuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>1. Nusa Dua</p>
<p>Tanpa ingin membuang waktu, saya dan rekan memutuskan untuk pagi ini di hari ketiga di Bali, berangkat menuju Nusa Dua khusus untuk melakukan paket “Water Sport”.</p>
<p>Ah kawan, bukan pagi seperti yang anda bayangkan, pagi di sini adalah pagi sebangunnya saya. Jam 11 tergolong pagi jika saya bangunnya jam segitu, dan ini hanya terjadi pada saya. Rekan saya selalu bangun pagi semalam apapun tidurnya.</p>
<p>Paket “Water Sport” di Nusa Dua menawarkan beragam olahraga air dengan harganya yang juga bervariasi tergantung penawaran dari tur. Beberapa jenis olahraga ataupun paket rekreasi yang bisa dimainkan antara lain : parasailing, <em>banana boat, jet ski, fly fish, diving, snorkeling, glass bottom boat, turtle farm, </em>dan masih banyak lagi yang lain. Beberapa paket olahraga &amp; rekreasi lain tidak saya sebutkan seperti paket <em>cruise </em>karena menilik harga yang ditawarkan mending saya gunakan untuk bermalam di Novotel (mencapai &gt; 80 US$).</p>
<p>Sungguh kawan, punya rekan yang bekerja di bidang pariwisata sangat membantu untuk mendapatkan beragam harga yang murah. Pada akhirnya saya dan rekan mendapatkan paket olahraga &amp; rekreasi <em>parasailing, jet ski, banana boat</em>, dan <em>fly fish</em> dengan harga Rp. 350.000,- (jauh lebih murah dibanding paket yang ditawarkan tur lain Rp. 465.00,-).</p>
<p>Sekedar tips, jauh lebih baik untuk mengambil paket dibandingkan membayar per jenis olahraga karena harga menjadi jauh lebih mahal. Sekedar contoh, <em>rate</em> parasailing Rp.125.000,-, jet ski : Rp. 200.000,-.</p>
<p>Sayang sekali, kami tiba di pantai Nusa Dua pada siang hari (jelas faktor bangun pagi penyebabnya). Air sedang surut sehingga parasailing tidak dapat kami lakukan. Jadilah paket olahraga tersebut diganti dengan rekreasi <em>glass bottom boat</em> + <em>turtle farm</em>.</p>
<p><em>a. </em><em>Banana Boat</em></p>
<p><em>Banana boat</em> merupakan jenis rekreasi menggunakan perahu karet berbentuk seperti pisang yang ditarik oleh kapal motor. Kapasitasnya sendiri maksimal 6 orang plus seorang <em>guide</em> yang berada paling depan guna mengontrol keseimbangan perahu. Berada dalam banana boat memang memiliki sensasi tersendiri. Sayangnya setelah mengitari pantai Nusa Dua sekitar 10 menit, terbersit tanda tanya, kenapa banana boat ini tidak jatuh? Apakah 1 orang penjahat + 1 orang lugu + 4 warga Korea menjadi sangat kompak sehingga perahu ini tidak jatuh?? Ternyata jika ingin sedikit berendam di laut kita harus meminta sang <em>guide</em> untuk menjatuhkan <em>banana boat</em> sebanyak yang kita minta biasanya 2 atau 3 kali. Jika tidak ada <em>request</em>, biasanya sang <em>guide</em> sungkan (tidak tega) untuk menggoyangkan <em>banana boat</em>.</p>
<p>Sekedar tips, bagi rekan-rekan yang ingin merasakan sensasi menaiki banana boat, mintalah sang <em>guide </em>untuk menjatuhkannya dan rasakan sensasi teriakan-teriakan maut, atau mungkin tubrukan-tubrukan yang sangat mungkin mengakibatkan sedikit keseleo (pengalaman seorang rekan yang cidera akibat dijatuhkan dari banana boat).</p>
<p><em>b. </em><em>Fly fish</em></p>
<p>Sebuah perahu karet yang memiliki kapasitas 2 orang penumpang ditarik oleh sebuah kapal motor sehingga berada di ketinggian sekitar 15 &#8211; 20 meter dari permukaan air laut selama beberapa saat. Itulah permainan <em>fly fish</em> yang memang sangat sensasional terutama bagi yang baru merasakan permainan ini pertama kalinya. Yang saya salut dalam <em>fly</em> <em>fish</em> adalah <em>guide</em> yang menemani saya dan rekan dalam permainan ini. Begitu kuat dan <em>fearless</em>..!! Mungkin sudah menjadi pekerjaan dia sehari-hari sehingga hanya dengan memegang satu ikatan dengan satu tangan dia mampu untuk mengawal penumpangnya yang jelas-jelas memegang 2 ikatan dengan kedua tangan seakan-akan besok mau kiamat.</p>
<p>Cukup sulit mendeskripsikan dengan kata-kata sensasi bermain <em>fly fish</em>, apalagi pengambilan foto sangat sulit dilakukan kecuali anda adalah golongan pemberani seperti pasukan dalam film 300 sehingga mampu memegang ikatan dengan satu tangan dan tangan lain memegang kamera. Selama beberapa saat di udara kita dapat memandangi keindahan pantai Nusa Dua dari sudut ketinggian tertentu.</p>
<p>Sayang sekali permainan ini hanya berlangsung selama 2 putaran dengan lama waktu kurang lebih 10 menit. Permainan ini menjadi terasa sangat singkat jika anda menikmatinya. Namun bagi penganut acara <em>fear factor</em>, 2 putaran ini akan mengocok perut anda dan membuat anda berteriak meminta <em>guide </em>segera mendaratkan perahu ke tepi pantai.</p>
<p><em>c. </em><em>Jet Ski</em></p>
<div id="attachment_181" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-181" title="26" src="http://natanatuh.files.wordpress.com/2009/05/26.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Jet ski @ Nusa Dua" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Jet ski @ Nusa Dua</p></div>
<p>Saya kira hampir semua orang sudah paham dengan olahraga air yang satu ini. Bagi yang baru akan pertama kali mencobanya jangan khawatir, seorang <em>guide</em> akan memandu anda dari belakang. Walaupun anda cukup lihai mengemudikan motor air ini, sudah menjadi standar perusahaan seorang <em>guide</em> harus tetap menemani.</p>
<p>Olahraga ini mewajibkan anda untuk percaya bahwa motor air ini aman dan tidak akan membuat anda terjatuh. Kecepatan beradapatasi dengan percikan ombak menjadi kunci untuk dapat memacu kendaraan sekencang mungkin.</p>
<p><em>d. </em><em>Glass Bottom Boat &amp; Turtle Farm </em></p>
<p>Kedua jenis aktifitas di atas merupakan satu paket yang hanya berupa rekreasi. <em></em></p>
<p><em>Glass bottom boat</em> adalah perahu yang didesain dengan kaca berada di bagian tengah dengan maksud untuk melihat ikan yang berada di bawahnya. Jangan lupa untuk membawa roti yang akan digunakan untuk memancing ikan mendekati perahu.</p>
<p>Sayang sekali hari sudah sore dan pantai sedikit kabur sehingga ikan yang kelihatan pun tidak banyak.</p>
<div id="attachment_184" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-184" title="tf" src="http://natanatuh.files.wordpress.com/2009/05/tf1.jpg?w=500&#038;h=375" alt="@ Turtle Farm" width="500" height="375" /><p class="wp-caption-text">@ Turtle Farm</p></div>
<p>Hanya sesaat berada di tengah laut memberi makan ikan dengan roti, perahu motor segera beranjak menuju lokasi peternakan penyu (turtle farm). Lokasi peternakan penyu berada pada sebuah pulau yang lokasinya tidak jauh dari Nusa Dua, sekitar setengah jam lama perjalanannya.</p>
<p>Peternakan penyu ini ternyata tidak hanya memiliki hewan penyu sebagai daya tariknya. Di sini terdapat beberapa spesies hewan langka lain seperti iguana dan elang yang menjadi daya tarik tersendiri. Satu hal yang cukup mencengangkan, penyu-penyu ini ternyata dapat bertahan hingga puluhan bahkan mungkin ratusan tahun. Seekor penyu tertua yang kami temui berusia 70 tahun. Wow pastinya di usia segitu sudah tidak mungkin dia diijinkan untuk <em>party</em> di paddy’s café (apa hubungannya???).</p>
<p>FYI</p>
<p>-         Retribusi masuk : -</p>
<p>-         Harga satu paket rekreasi di atas Rp. 350.000,-</p>
<p>-         Tiap-tiap tour menawarkan price yang berbeda, carilah yang termurah dengan membeli secara paket sekaligus.</p>
<p>2. Padang-padang</p>
<p>Lokasi pantai padang-padang dapat ditempuh kurang lebih setengah jam dari Nusa Dua. Kita akan melewati terowongan kecil dengan beberapa anak tangga sebelum mencapai pantai yang sepertinya belum begitu populer di kalangan tourist.</p>
<p>Pantai ini menawarkan keindahan karang dan pasir putihnya. Ombaknya pun cukup baik dan sepertinya sangat menyenangkan untuk berenang di tepi pantai (sayang sekali tidak membawa baju ganti).</p>
<p>Ah, pengakuan, aksi <em>beach boy</em> pun akhirnya kusaksikan <em>live</em> di sini. Memang hebat para beach boy Bali ini. Rayuannya mampu menggetarkan korban-korbannya yang memang mayoritas tourist mancanegara. Sungguh merupakan mahaguru bagi anda yang ingin belajar menjadi seorang playboy sejati.</p>
<p>FYI :</p>
<p>-         Retribusi masuk : -</p>
<p>-         Parkir : Rp. 1000,-</p>
<p>3. <em>Dream</em><em> Land</em></p>
<p>Pantai <em>Dream land</em> hanya berjarak kurang lebih 15 menit dari lokasi pantai Padang-padang dengan melewati jalan Pecatu Resort.</p>
<p>Mantap kawan..!! Mungkin bisa saya katakan ini pantai terindah dari beberapa pantai yang saya kunjungi di Bali. Ombaknya sangat baik bagi para surfer level <em>intermediate-advanced</em> denga tinggi ombak mencapai lebih dari 3 meter.</p>
<p>Beberapa renovasi dan perombakan pun terlihat dari pantai ini, sangat baik bagi anda kaum pecinta laut dan pantai. Sayang sekali waktu sudah beranjak malam sehingga yang bisa dilakukan hanyalah beranjak mengangkat kaki dan membayangkan berapa kira-kira <em>price</em> untuk <em>stay</em> di lokasi Pecatu Resort yang katanya dimiliki oleh Tomy soeharto ini.</p>
<p>FYI :</p>
<p>-         Retribusi masuk : Rp. 5.000,-</p>
<p>4. Jimbaran</p>
<p>Inilah lokasi terbaik bagi rekan-rekan yang ingin merayakan sebuah event tertentu dengan pasangan. <em>Candle light dinner</em> di tepi pantai ditemani alunan musik dari pemain-pemain musik akustik, sungguh sebuah nuansa yang sangat <em>touching</em>. Mungkin jika anda melamar pasangan anda di tempat ini dan jawabannya adalah ‘sorry, I can’t”, berarti jelas itu semua adalah faktor wajah dan ketidakberuntungan. Percayalah, jika soal mood, tempat ini paling pas untuk membangkitkan mood seseorang.</p>
<div id="attachment_183" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-183" title="cld" src="http://natanatuh.files.wordpress.com/2009/05/cld.jpg?w=500&#038;h=375" alt="Candle Light Dinner @ Jimbaran, Gorgeous...!!!" width="500" height="375" /><p class="wp-caption-text">Candle Light Dinner @ Jimbaran, Gorgeous...!!!</p></div>
<p>FYI :</p>
<p>-         Retribusi masuk : Free</p>
<p>-         Dinner : ± 300 rb untuk 3 orang (tergantung pemesanan)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/natanatuh.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/natanatuh.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/natanatuh.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/natanatuh.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/natanatuh.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/natanatuh.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/natanatuh.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/natanatuh.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/natanatuh.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/natanatuh.wordpress.com/180/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=natanatuh.wordpress.com&blog=3198148&post=180&subd=natanatuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://natanatuh.wordpress.com/2009/05/09/bali-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7a0a354f9725fa74bc63b75f0b3519b8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">odusnatan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://natanatuh.files.wordpress.com/2009/05/26.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">26</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://natanatuh.files.wordpress.com/2009/05/tf1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tf</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://natanatuh.files.wordpress.com/2009/05/cld.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">cld</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bali (2)</title>
		<link>http://natanatuh.wordpress.com/2009/05/05/bali-2/</link>
		<comments>http://natanatuh.wordpress.com/2009/05/05/bali-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 May 2009 05:35:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>odusnatan</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://natanatuh.wordpress.com/?p=175</guid>
		<description><![CDATA[1.         Denpasar
Esok harinya, di hari kedua menyusuri lokasi wisata Bali, saya dan rekan memutuskan untuk berangkat menuju Denpasar. Berbekal sedikit keterangan dari penjaga hotel, saya memacu kendaraan beroda dua yang kami sewa dengan perjuangan tawar-menawar yang cukup pelik.
Perjalanan menuju Kuta-Denpasar memakan waktu 1 jam lebih. Mungkin bisa lebih singkat jika kami tahu direction yang tepat. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=natanatuh.wordpress.com&blog=3198148&post=175&subd=natanatuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>1.         Denpasar</p>
<p>Esok harinya, di hari kedua menyusuri lokasi wisata Bali, saya dan rekan memutuskan untuk berangkat menuju Denpasar. Berbekal sedikit keterangan dari penjaga hotel, saya memacu kendaraan beroda dua yang kami sewa dengan perjuangan tawar-menawar yang cukup pelik.</p>
<p>Perjalanan menuju Kuta-Denpasar memakan waktu 1 jam lebih. Mungkin bisa lebih singkat jika kami tahu direction yang tepat. Sayang sekali, 2 orang Merauke yang buta tuli dengan Bali hanya mengandalkan papan petunjuk arah yang bertuliskan Denpasar.</p>
<p>Denpasar menawarkan wisata <em>city view </em>dengan beberapa lokasi wisata seperti museum dan alun-alun kota. Tidak banyak lokasi wisata yang bisa dieksplor dari wilayah ibu kota propinsi Bali ini. Tapi setidaknya keinginan untuk menjajaki Denpasar sudah terpenuhi dengan satu prinsip, jika ditanyakan orang apakah sudah menginjakkan kaki di Denpasar, jawabannya adalah “Yes, I do” .</p>
<div id="attachment_176" class="wp-caption alignleft" style="width: 235px"><img class="size-medium wp-image-176" title="13" src="http://natanatuh.files.wordpress.com/2009/05/13.jpg?w=225&#038;h=300" alt="13" width="225" height="300" /><p class="wp-caption-text">Di depan monumen Puputan &quot;Niti Mandala Renon&quot; </p></div>
<p>Lokasi wisata yang sempat saya kunjungi adalah monumen Puputan “ Niti Mandala Renon”. Sejujurnya saya dan rekan tiba di sini karena murni tersesat, tidak jelas mau ke mana lagi. Entah bagaimana, tiba-tiba di hadapan kami ada lapangan dan sebuah bangunan cukup megah di tengahnya yang kami sangka sebagai Pura pada awalnya.</p>
<p>“Ini adalah museum kepahlawanan”, kata penjaga loket.</p>
<p>“ Ada apa di dalamnya bu?”, tanyaku.</p>
<p>“Oh, di dalamnya ada apa ya……., ada monumen perjuangan, dan benda-benda sejarah kepahlawanan” jawab penjaga loket dengan sangat meragukan.</p>
<p>Ternyata memang betul dugaanku, tidak ada apa-apa di dalamnya. Ibu itu salah besar. Hanya terdapat 2 buah lukisan perjuangan pahlawan Bali. Dikarenakan sudah terlanjur membayar, ada baiknya mengeksplor sedikit museum ini. Dengan menaiki anak tangga ternyata kita akan melihat <em>view</em> yang lumayan bagus akan Denpasar. Yah lumayanlah dari pada tidak ada yang bisa dilihat.</p>
<p>Sedikit informasi yang diperoleh, di lokasi inilah tempat pejuang-pejuang Bali dikumpulkan oleh penjajah Belanda kemudian ditembak mati secara bersamaan. Sungguh tragis. Untuk mengenang kejadian itu, dibangun sebuah monument perjuangan Bali atau yang biasa disebut Puputan Bali.</p>
<p>2.        Pantai Batubeliq</p>
<p>Selepas makan siang di Denpasar, saya dan rekan menjadi kebingungan. Waktu baru menunjukkan pkl. 13.00 dan belum jelas hendak ke mana sang kuda ”supra” ingin dipacu. Tiba-tiba ide brilian muncul, ” Ke tanah Lot yuk”. Dengan mantapnya temanku menjawab ” Ayo..!!”.</p>
<p>Oh kawan, sebenarnya tidak semudah dan sesimpel itu masalah selesai. Yang menjadi masalah adalah ini pertama kali kami ke Bali, dan dengan sombongnya 1 orang lugu + 1 orang penjahat hendak berangkat ke Tanah Lot yang entah berada di mana dan koordinat berapa dari lokasi kami saat ini.</p>
<p>Percaya diri, satu-satunya hal yang selalu kuandalkan dalam melakukan banyak hal. Satu hal yang kuingat adalah saya sempat melihat tanda papan Tanah Lot dalam perjalanan dari Kuta menuju Denpasar. Jadi jelas yang harus kulakukan adalah menyusuri jalan sambil memperhatikan tanda papan menuju Kuta dan berharap di tengah jalan akan menemukan tanda papan bertuliskan menuju ”Tanah Lot”.</p>
<p>Taktik yang jitu. Akhirnya kutemukan juga tanda papan bertuliskan Tanah Lot. Setelah mengikuti petunjuk papan dan sesekali bertanya kepada pengendara motor, akhirnya sampai juga ke sebuah daerah yang bernama pantai ”Batubeliq”. Lo, kok bukan Tanah Lot?? Yah berarti jelas, faktanya kami kesasar (sekedar mengingatkan, terlalu pede juga kurang bagus).</p>
<p>Batubeliq layaknya pantai yang lain di Bali juga merupakan pantai yang indah. Ombaknya lumayan besar dan pastinya menyenangkan bagi tourist yang hobinya berjemur sambil memandangi keindahan pantai (tapi tidak bagi saya, berjemur?? No way). Mungkin karena kurang terekspos sehingga tidak banyak orang yang berkunjung ke sini.</p>
<p>3.       Tanah Lot</p>
<p>Setelah bertanya kepada orang di sekitar Batubeliq tentang lokasi Tanah Lot, saya mendapatkan jawaban bahwa jarak kami hanya 15 menit untuk sampai ke tempat tujuan. Ah, menyenangkan sekali, berarti kami sudah sangat dekat.</p>
<p>Dengan semangat 92 (sesuai tahun kelahiran versi <em>facebook</em> dan <em>friendster</em>), kupacu motor nan lambat dan tidak terawat ini (ciri-ciri motor rental di Bali pada umumnya usang dan tidak terawat). Motor ini meliuk-liuk dengan sombongnya menyusuri sepanjang jalan menuju Tanah Lot, kubalap sekencang-kencangnya pada trek lurus, dan waktu telah menunjukkan sudah lebih dari 40 menit perjalanan kami dari arah Batubeliq. <em>Oh come on</em>, kenapa orang indonesia selalu bermasalah dengan jarak dan waktu. Katanya 15 menit, mana komitmenmu???? Amarah yang hanya kupendam dalam hati karena tidak mungkin untuk berputar balik mencari informan tadi, dan kemudian menanyakan integritasnya. 45 menit sudah kami tempuh dan akhirnya Tanah Lot, sebuah daerah wisata yang sangat terkenal dan banyak dijadikan sebagai lukisan dinding maupun lukisan pada kartu ucapan, dapat kami capai.</p>
<div id="attachment_177" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-177" title="16" src="http://natanatuh.files.wordpress.com/2009/05/16.jpg?w=500&#038;h=375" alt="Indahnya Tanah Lot (1)" width="500" height="375" /><p class="wp-caption-text">Indahnya Tanah Lot (1)</p></div>
<p>Memang indah Tanah Lot ini. Keindahan laut dan karang-karangnya menambah khasanah tersendiri dalam menikmati wisata alam. Daerah ini sering dijadikan sebagai lokasi sesi foto pre wedding karena keindahannya. Sayang sekali pengunjung dilarang untuk masuk ke lokasi tempat sembahyang. Pastinya <em>view</em> dari atas karang di tepi laut (lokasi tempat ibadah) akan jauh lebih indah.</p>
<p>FYI :</p>
<p>-         Karcis masuk monumen Puputan : Rp. 5.000,-</p>
<p>-         Karcis masuk Tanah Lot : Rp. 10.000,-</p>
<p>-         Pantai Batubeliq : Free</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/natanatuh.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/natanatuh.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/natanatuh.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/natanatuh.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/natanatuh.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/natanatuh.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/natanatuh.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/natanatuh.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/natanatuh.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/natanatuh.wordpress.com/175/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=natanatuh.wordpress.com&blog=3198148&post=175&subd=natanatuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://natanatuh.wordpress.com/2009/05/05/bali-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7a0a354f9725fa74bc63b75f0b3519b8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">odusnatan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://natanatuh.files.wordpress.com/2009/05/13.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">13</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://natanatuh.files.wordpress.com/2009/05/16.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">16</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bali (1)</title>
		<link>http://natanatuh.wordpress.com/2009/05/02/bali-1/</link>
		<comments>http://natanatuh.wordpress.com/2009/05/02/bali-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 May 2009 11:12:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>odusnatan</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://natanatuh.wordpress.com/?p=162</guid>
		<description><![CDATA[Hari pertama di Bali memang luar biasa. Malam pertama dihabiskan dengan ngelantur ngalor-ngidul tidak jelas, jadilah 2 orang lugu + 1 penjahat (saya tentunya) tidak istirahat sama sekali.
 Kegiatan pertama di pagi hari nan cerah adalah berenang. Wow…., mantap….!! Lumayanlah sudah lama sekali tidak menyentuh kolam renang. Walaupun airnya sangat jernih sehingga saking jernihnya daun dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=natanatuh.wordpress.com&blog=3198148&post=162&subd=natanatuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Hari pertama di Bali memang luar biasa. Malam pertama dihabiskan dengan ngelantur ngalor-ngidul tidak jelas, jadilah 2 orang lugu + 1 penjahat (saya tentunya) tidak istirahat sama sekali.</p>
<p> Kegiatan pertama di pagi hari nan cerah adalah berenang. Wow…., mantap….!! Lumayanlah sudah lama sekali tidak menyentuh kolam renang. Walaupun airnya sangat jernih sehingga saking jernihnya daun dan sampah terlihat jelas tidak membuat saya patah arang. SEMANGAT…!! Bali bukan tempat untuk tidur, wajib ada kegiatan!!! Kata-kata mulia yang sebenarnya tidak pantas saya ucapkan karena saya yang paling hobi tidur diantara kedua rekan yang lain. Setelah lumayan puas berenang, segera mandi dan siap menuju pantai Kuta.</p>
<p> Ah, sungguh kawan, sesaat setelah mandi, kasur itu tiba-tiba terlihat indah, dingin AC membuat saya ingin sekali tidur. Tapi kantuk segera hilang mendengar teriakan tetangga sebelah, “Ayo, cepat sudah, sa su siap…!!!!”.</p>
<p> 1. Pantai Kuta</p>
<p>Mantap&#8230;!! Kata-kata yang selalu kugunakan melihat keindahan pantai Kuta. Memang pantai ini sangat baik dinikmati sewaktu pagi ataupun sore. Kalau siang, yah selamat deh, 100% pasti gosong. Sehebat dan setinggi berapapun <em>sunblock</em> dengan spf nya, dipastikan tetap gosong, kecuali tujuan anda murni berjemur dan menghitamkan diri.</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter">
<div id="attachment_172" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-172" title="11" src="http://natanatuh.files.wordpress.com/2009/05/11.jpg?w=500&#038;h=375" alt="Indahnya pantai Kuta dengan pondok-pondok peristirahatan sepanjang pantai" width="500" height="375" /><p class="wp-caption-text">Indahnya pantai Kuta dengan pondok-pondok peristirahatan sepanjang pantai</p></div>
</div>
<p>Setiap orang di pantai melakukan kegiatannya masing-masing, ada yang berjemur, berselancar, bahkan latihan yoga. Nah bagi yang baru belajar <em>surfing</em>, pantai Kuta adalah jawabannya. Ombak yang <em>smooth </em>dan tidak tinggi memudahkan anda untuk latihan berselancar. Semilir angin menambah kekhusukkanku dalam memejamkan mata. Sungguh, semalam suntuk tanpa istirahat dan didahului dengan berenang merupakan sebuah cobaan berat.</p>
<p>Tiba-tiba di sekeliling orang-orang mulai menawarkan untuk beristirahat di pondok yang mereka sudah buat di sepanjang pantai. Nah terjawab sudah pertanyaan di dalam hati ini, mengapa begitu banyak pondok sepanjang pantai, dan sedikit sekali yang digunakan. Mayoritas tourist hanya berbaring di pasir pantai. Kenyataannya, anda diwajibkan untuk merogoh kocek yang lumayan dalam untuk hitungan per jam nya.</p>
<p>”Berapa bli??” Pertanyaan iseng yang kulontarkan kepada <em>beach boy</em> penyewa pondok.</p>
<p>”50 rb sejam mas, sekedar pelaris”. Jawaban tak berdosa dari sang tuan pemilik pondok.</p>
<div id="attachment_167" class="wp-caption alignleft" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-167" title="51" src="http://natanatuh.files.wordpress.com/2009/05/51.jpg?w=500&#038;h=375" alt="Pantai Kuta, lokasi yang sangat cocok bagi surfer pemula" width="500" height="375" /><p class="wp-caption-text">Pantai Kuta, lokasi yang sangat cocok bagi surfer pemula</p></div>
<p>Ada juga yang mengatakan, “kalau biasanya disewakan100rb/jam, di Bali memang segitu harganya”. Ah sungguh, meskipun saya punya duit, tak rela rasanya untuk pondok seperti itu harus kubayar 100 rb/jam. Mending ngadem di McD, ataupun Discovery mall, sudah bisa ngadem, dapat makan dan minum sekaligus melihat pantai Kuta. Sorry kawan, anda kurang beruntung bertemu dengan penasihat ekonomi pribadi Orang DUSun.</p>
<div class="mceTemp"> Setelah lelah berjalan dengan teman dan kaki ini mulai terasa pegalnya, akhirnya mulailah duduk di tepi pantai. Saya hanya bisa memejamkan mata karena kantuk yang berat&#8230;</div>
<p>”De, mau dipijit de???”</p>
<p>”Mas-mas, tattoo mas&#8230;..”</p>
<p>“De. Beli kainnya dek&#8230;.”</p>
<p> “De, gelangnya dek&#8230;&#8230;.”</p>
<p>”De, mau dikepang????”</p>
<p>Busyet, serangan beruntun dan bertubi-tubi dari ibu-ibu pedagang, penjual jasa, dan tattoers (julukanku untuk yang suka mentato kulit orang). Saya benar-benar belum siap menghadapi serangan ini, dan hanya bisa mengeluarkan satu jurus, semakin tertidur. Sungguh prihatin temanku satu itu, dia akhirnya menyerah untuk membeli sepotong kain seharga Rp. 25 rb setelah melewati pertarungan yang berat. Dan alamat bukan menyelesaikan masalah, melihat dia membeli sepotong kain, semakin banyak pedagang dan penjual jasa yang mengerubutin dirinya. Benar-benar gula diserang semut. Samar-samar kudengar percakapannya :</p>
<p>“Berapa bu kalau dikepang??” Tanya temanku..</p>
<p>”Ah 100 ribu saja, bisa ditawar kok”, jawab ibu kepangers (julukanku untuk si ibu pembuat kepang).</p>
<p>Saya yakin dan percaya pasti hati temanku mengatakan ”sekelas Johny Andrean saja tidak semahal itu bu!!”.</p>
<p>Entah berapa banyak pedagang dan penjual jasa yang masih mengerubutin teman kami, dan salah satu berpesan kepada teman saya, ” jangan lupa kalau mau mijet panggil saya ibu no.16”.</p>
<p> Kaki yang pegal ini menyerah juga. Akhirnya kuputuskan untuk pijet pada seorang ibu yang entah dari mana tiba-tiba kubuka mata sudah berada di hadapan saya.</p>
<p>”Berapa bu??” tanyaku.</p>
<p>” 50 rb saja dek..”, jawab si ibu tersebut.</p>
<p>”15 rb bu, kan cuman kaki saja.”, kukeluarkan ilmu tawar menawar yang kupelajari secara otodidak dari ibuku.</p>
<p>Setelah melewati beberapa diskusi, akhirnya tetap pada harga 15 rb. Menang juga akhirnya&#8230;</p>
<p>Mulailah ibu tersebut mengambil minyak dan memijat betisku yang memang sangat pegal. Tiba-tiba sang ibu No. 16 datang dengan gagahnya dan mulailah marah-marah. Entah saya hanya dengar samar-samar yang pada intinya mempertanyakan eksistensi dirinya yang tidak diakui. “Saya kan sudah bilang hubungi saya ibu no. 16, kenapa sih pake orang lain..!!”. Wah ibu ini benar-benar tidak mengerti bahwa konsumen di atas segalanya. Dia sama sekali tidak berhak untuk komplain dan dapat dilaporkan ke YLKI (ah tidak sekejam itulah..). Yah kubiarkan ibu itu menggumam, dan melepaskan kesalnya. Dalam hati kuberkata, ” anda mungkin belum beruntung bu ”.</p>
<p>5 menit setelah mulai dipijit, panas matahari benar-benar menyengat. Ibu yang memijat saya menawarkan untuk pindah ke tempat yang lebih dingin. Saya sangat setuju, dan mulai beranjak ke tempat yang lebih dingin.</p>
<p>”Nah kalau di sini harganya jadi 50 rb”, kata ibu tersebut dengan sikap sangat lugu padahal benar-benar MENJIJIKKAN..!!</p>
<p>Bagaimana mungkin hanya berpindah 5 meter untuk mendapatkan tempat yang lebih dingin harganya naik 3 x lipat. Ibu ini tidak sadar berhadapan dengan orang yang memegang teguh komitmen terutama berkaitan dengan dunia keuangan.</p>
<p>”Bu, yang benar saja, masa pindah 5 meter naik ga kira2, ga mau..!! Jawabku dengan lantang.</p>
<p>”Ya sudah kalau gitu 20 rb saja”, respon ibu tersebut lebih lanjut.</p>
<p>”Ga bu, mana komitmen ibu”, weiiss inilah kata-kataku yang sering kulontarkan kepada rekan-rekan yang hobinya melanggar janji.</p>
<p>”Iya-iya, 15 rb saja” jawab ibu tersebut sadar kembali.</p>
<p>Sedikit mengherankan memang, tapi yah harus dipahami, dari situlah mereka mencari nafkah, walaupun caranya membuat konsumen menjadi tidak nyaman.</p>
<p> Akhirnya saya bisa menyimpulkan bahwa pantai Kuta sangat indah, namun sangat disayangkan manajemen pengelolaan para penjual jasa maupun pedagang sangatlah lemah. Tourist menjadi sangat tidak nyaman duduk berlama-lama menikmati pantai karena akan diserbu oleh pedagang dan penjual jasa. Pemerintah sekiranya harus memikirkan bagaimana mengelola pantai ini agar selalu didatangi turis-turis dan membuat kesan yang jauh lebih mendalam. Adalah lebih baik jika dibuatkan peraturan pengelolaan pedagang dan penjual jasa yang membuat larangan untuk menawarkan dagangan dan jasa kepada tourist melainkan mereka yang akan didekati tourist.</p>
<p>Lho, bagaimana caranya??</p>
<p>Tiap-tiap segmen pedagang ataupun penjual jasa dibuatkan space khusus. Khusus pemijat berada di sudut tertentu, kemudian difasilitasi kasur kecil, ataupun kain untuk berbaring di pasir pantai. Di sebelahnya terdapat kepangers, tattoers, dll. Wisatawan akan lebih termotivasi untuk datang karena jauh lebih <em>comfortable</em>. Hal ini akan menjadikan pantai Kuta kelihatan lebih dinamis dan teratur.</p>
<p> </p>
<p>2. Uluwatu</p>
<p> Setelah dari pantai Kuta, saya dan rekan balik menuju hotel. Yah lumayan istirahat 2 jam sambil menunggu rekan yang bekerja di salah satu perusahaan tur di Bali. Sangat beruntung memiliki teman yang bekerja di tour, seluk-beluk pariwisata sangat beliau pahami. Bahkan soal harga tiket voucher murah jangan tanyakan, beliaulah pakarnya.</p>
<div id="attachment_168" class="wp-caption aligncenter" style="width: 442px"><img class="size-full wp-image-168 " title="21" src="http://natanatuh.files.wordpress.com/2009/05/21.jpg?w=432&#038;h=576" alt="Jurang dan Laut di Uluwatu (beautiful)" width="432" height="576" /><p class="wp-caption-text">Jurang dan Laut di Uluwatu (beautiful)</p></div>
<p>Sekitar pkl. 3.30 sore kami berangkat menuju uluwatu menggunakan motor yang kami sewa di hotel tempat kami tinggal. Motor sewa/rental di Bali rata-rata sudah dimodifikasi khusus untuk memiliki tempat meletakkan papan selancar dan biasanya motor tersebut sudah cukup berumur dan kurang terawat. Perjalanan Kuta-Uluwatu memakan waktu kurang lebih 1 jam.</p>
<p> Uluwatu merupakan daerah yang memiliki banyak jurang dengan <em>view</em> laut yang sangat indah. Seperti kebanyakan daerah wisata lain, uluwatu juga merupakan tempat peribadatan, sehingga diwajibkan untuk menggunakan semacam kain sarung dan ikat pinggang kain sebelum masuk ke dalam daerah wisatanya. Satu hal yang wajib diketahui, di sini terdapat banyak monyet yang dengan gagah berani akan mengambil anting-anting atau kaca mata jika anda kurang waspada. Jadi, waspadalah-waspadalah.</p>
<p> Sangat disarankan untuk rekan-rekan jika berkunjung ke sana, sempatkanlah untuk menonton <em>kecak dance</em> dengan <em>view</em> matahari terbenam. Sayang sekali saya tidak sempat menikmati atraksi ini dikarenakan lokasi tribun yang sudah dipenuhi penonton.</p>
<p> 3.  GWK</p>
<p>Setelah mengunjungi uluwatu, destinasi berikut yang dituju adalah GWK. Tujuan ke sini sebenarnya adalah untuk segera menonton <em>Kecak Dance</em>, tarian yang sebelumnya telah dipenuhi oleh penonton di lokasi Uluwatu. GWK ini sendiri berjarak tidak begitu jauh dari Uluwatu, kurang lebih 30 menit.</p>
<div id="attachment_169" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-169" title="blog_h1c" src="http://natanatuh.files.wordpress.com/2009/05/blog_h1c.jpg?w=500&#038;h=375" alt="Sendra tari Ramayana @ GWK" width="500" height="375" /><p class="wp-caption-text">Sendra tari Ramayana @ GWK</p></div>
<p> </p>
<p>GWK merupakan lokasi yang sengaja dibangun dan didesign sebagai salah satu lokasi kunjungan wisata. Di sini terdapat patung-patung, galeri, lokasi sendra tari, dan merupakan tempat konser musik yang sangat bagus dengan <em>rock wall</em> di sekelilingnya (scorpion pernah manggung di sini).</p>
<p> Akhirnya niat untuk menonton tari kecak terlaksana. Kami datang tepat waktu saat pelaksanaan sendra tari kecak ramayana baru akan dimulai. Sampai selesai tarian, tidak saya temukan tarian kecak yang biasa diperagakan oleh seorang rekan di kampus dulu. Ternyata, sendra tari kecak ramayana berbeda dengan tari kecak biasanya. Tarian ini merupakan tarian yang menceritakan tentang cerita Rama dan Shinta plus aktor antagonis Rahwana dan protagonis Hanuman. Sayang sekali, entah untuk menjaga unsur budaya dan originalitas dari tarian ramayana ataukah ada unsur-unsur tertentu di dalamnya, bahasa pengantar dan prolog pun diucapkan dalam bahasa asli Bali. Hal ini membuat banyak orang termasuk saya yang menjadi tidak mengerti dengan lakon yang dipentaskan oleh para penari. Walaupun tribun terlihat penuh, namun di tengah-tengah acara, para penonton mulai banyak yang beranjak dan meninggalkan lokasi pertunjukan.</p>
<p> Sungguh ini merupakan tarian yang sangat unik dan menarik untuk disaksikan. Hanya saja jika memang dibolehkan, alangkah baiknya bila penampilan tari ramayana ini ditambahkan unsur pengantar yang disampaikan dalam bahasa inggris. Hal ini akan membuat penonton yang adalah mayoritas wisatawan mancanegara lebih memahami maksud dan tujuan dari setiap lakon yang ditampilkan.</p>
<p> </p>
<p>FYI :</p>
<p>-          Tiket Masuk Pantai Kuta : Free</p>
<p>-          Massage di tepi pantai : Rp. 15.000 (15 menit)</p>
<p>-          Tiket Uluwatu: Rp. 3.000,-</p>
<p>-          Tiket Masuk GWK : Rp. 20.000,-</p>
<p>-          Sewa motor: Rp. 30.000/day</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/natanatuh.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/natanatuh.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/natanatuh.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/natanatuh.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/natanatuh.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/natanatuh.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/natanatuh.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/natanatuh.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/natanatuh.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/natanatuh.wordpress.com/162/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=natanatuh.wordpress.com&blog=3198148&post=162&subd=natanatuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://natanatuh.wordpress.com/2009/05/02/bali-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7a0a354f9725fa74bc63b75f0b3519b8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">odusnatan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://natanatuh.files.wordpress.com/2009/05/11.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">11</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://natanatuh.files.wordpress.com/2009/05/51.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">51</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://natanatuh.files.wordpress.com/2009/05/21.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">21</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://natanatuh.files.wordpress.com/2009/05/blog_h1c.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">blog_h1c</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bali</title>
		<link>http://natanatuh.wordpress.com/2009/04/30/bali/</link>
		<comments>http://natanatuh.wordpress.com/2009/04/30/bali/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2009 06:35:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>odusnatan</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://natanatuh.wordpress.com/?p=150</guid>
		<description><![CDATA[Ah, sungguh menyenangkan, akhirnya bisa tiba di Pulau Dewata juga. Setelah beberapa tahun mengatakan akan segera ke sana, baru april 2009 ini akhirnya terwujud juga (thx pak Ferdi atas kesabarannya, he…).
Dengan menumpang pesawat mandala Jogja-Denpasar, tibalah juga di lokasi wisata yang mendapat predikat pulau terbaik di dunia ini. Kesan pertama saya terhadap bandara Ngurah Rai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=natanatuh.wordpress.com&blog=3198148&post=150&subd=natanatuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ah, sungguh menyenangkan, akhirnya bisa tiba di Pulau Dewata juga. Setelah beberapa tahun mengatakan akan segera ke sana, baru april 2009 ini akhirnya terwujud juga (thx pak Ferdi atas kesabarannya, he…).</p>
<p>Dengan menumpang pesawat mandala Jogja-Denpasar, tibalah juga di lokasi wisata yang mendapat predikat pulau terbaik di dunia ini. Kesan pertama saya terhadap bandara Ngurah Rai adalah bandara ini cukup bagus, namun tidak memenuhi ekspetasi saya yang terlanjur tinggi dengan menganggap bandara ini sebagai international airport dan didarati banyak burung bersayap besi dari berbagai negara. 2 orang rekan yang sudah menunggu di bandara akhirnya kutinggal pergi akibat sedikit misunderstanding, jadilah sendirian melaju dengan taksi bandara menuju hotel di kawasan Kuta (padahal sudah dibela-belain menyamakan schedule, he&#8230;&#8230;).</p>
<p>Kota ini memang sangat hidup, baik siang maupun malam. Sepanjang perjalanan yang terlihat adalah mayoritas cafe dengan segala fasilitasnya yang sangat menghibur. Ah, sungguh kesan yang sangat baik, semakin membuatku ingin mengeksplor lebih jauh ke sudut-sudut kota.</p>
<p>Mengikuti tema besar krisis global dan keharusan penyesuaian budget, jadilah lagu wajib untuk tinggal di kawasan Poppies-Kuta, sebuah area dengan banyak penginapan murah yang berada hampir di setiap sudut-sudut gang. Hotel yang saya tempati bisa dikatakan sangat layak jika dibandingkan dengan harga per malamnya. Mungkin cukup sulit bagi anda yang sebelumnya terbiasa dengan fasilitas hotel yang jauh lebih mumpuni, dan memang itulah yang kurasakan pada 1-2 hari pertama. Tapi apa daya, ada harga ada barang, berani membayar murah, jangan berharap terlalu tinggi, pepatah lama karangan Mpu Irfan (Penjahat yang merekomendasikan hotel ini..). Tapi sungguh kawan, dibandingkan dengan harga yang ditawarkan, fasilitas hotel yang dimiliki sudah lebih dari cukup.</p>
<p>Tanpa ingin berlama-lama, walaupun waktu sudah menunjukkan pkl. 23.45, hotel hanya dijadikan sebagai tempat persinggahan sementara, dan mulailah berjalan mengitari pantai Kuta dan kawasan Jl. Legian. Sebagai orang dusun (Odus), melintasi jalanan sekitaran pantai Kuta dan kawasan Legian sangatlah menyenangkan. Berada di pulau ini layaknya kita berada pada sebuah daerah yang lokasinya tidak berada di negeri ini, sebuah daerah yang terletak di antara beberapa negara dari timur hingga barat (mungkin karena sudah kebiasaan di hutan dan dusun, he…). Mayoritas pelancong yang mengisi kawasan Kuta-Legian merupakan tourist dari Korea, Jepang, Taiwan, Australia, Prancis, dll. Sangat majemuk terutama jika kedatangan 2 orang lagi tourist yang kalau boleh disebut bertetangga dengan Jerman yaitu Merauke, Jerman = Jeruk Manis.</p>
<p>Tak ayal, waktu telah menunjukkan pukul 3 dinihari. Balik kanan menuju hotel, dan bukannya istirahat malah ngelantur dengan kedua rekan di hotel. Jadilah malam pertama di Bali diakhiri dengan tidak tidur sama sekali. Siap fisik untuk melanjutkan kegiatan selanjutnya, menuju Kuta Beach di pagi hari………(to be continued)</p>
<p>FYI :</p>
<div id="attachment_153" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-thumbnail wp-image-153" title="Hotel @Kuta" src="http://natanatuh.files.wordpress.com/2009/04/blog11.jpg?w=300&#038;h=250" alt="Hotel @Kuta" width="300" height="250" /><p class="wp-caption-text">Hotel @Kuta</p></div>
<p><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">-</span><span style="font:7pt &quot;"> </span></span><span style="font-size:small;">Hotel di Kuta : 125.000/night  ; </span></span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Facility : swimming pool, bath up, hot water, spring bed, ac, breakfast<span> </span>(bread + egg   only).</span></p>
<p>- Tiket Jogja – Denpasar : Rp. 350.000,-</p>
<p>- Airport Tax Jogja : Rp. 25.000,-</p>
<p>- Taksi Bandara Denpasar – Kuta : Rp. 70.000,-</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/natanatuh.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/natanatuh.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/natanatuh.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/natanatuh.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/natanatuh.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/natanatuh.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/natanatuh.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/natanatuh.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/natanatuh.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/natanatuh.wordpress.com/150/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=natanatuh.wordpress.com&blog=3198148&post=150&subd=natanatuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://natanatuh.wordpress.com/2009/04/30/bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7a0a354f9725fa74bc63b75f0b3519b8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">odusnatan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://natanatuh.files.wordpress.com/2009/04/blog11.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Hotel @Kuta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rantau</title>
		<link>http://natanatuh.wordpress.com/2009/04/12/rantau/</link>
		<comments>http://natanatuh.wordpress.com/2009/04/12/rantau/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Apr 2009 08:36:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>odusnatan</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://natanatuh.wordpress.com/?p=139</guid>
		<description><![CDATA[Saya cukup heran melihat perkembangan saya saat ini. Sungguh kawan, saya saat ini benar-benar menjadi seorang perantau. Seorang perantau dari ujung papua yang sejatinya asli sulawesi, studi di Jawa dan kesasar saat ini di kalimantan. Bertemu dengan keluarga hanya beberapa tahun sekali.
Sebagai seorang anak terakhir dari 4 bersaudara, satu hal yang cukup aneh adalah hanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=natanatuh.wordpress.com&blog=3198148&post=139&subd=natanatuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if !mso]&gt;--><span lang="FI">Saya cukup heran melihat perkembangan saya saat ini. </span><span lang="SV">Sungguh kawan, saya saat ini benar-benar menjadi seorang perantau. Seorang perantau dari ujung papua yang sejatinya asli sulawesi, studi di Jawa dan kesasar saat ini di kalimantan. Bertemu dengan keluarga hanya beberapa tahun sekali.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Sebagai seorang anak terakhir dari 4 bersaudara, satu hal yang cukup aneh adalah hanya anak pertama dan kedua yang masih berada di Merauke, sisanya mencari sesuap nasi hingga entah ke mana arus membawa. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Saudara saya yang ke-3 merupakan seorang militer, sehingga dia jelas harus berkeliling sesuai perintah negara.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Tinggallah saya saat ini yang bekerja agak<em> &#8220;aneh&#8221; </em>sendiri, di bidang pertambangan, bidang penuh resiko, walaupun gajinya lebih baik sedikit dari PNS tapi belum tentu bila dilihat dari segi pendapatan (pendapatan seorang PNS bisa sangat besar walaupun gajinya kecil, tanya kenapa????) . Kenapa aneh?? Yah bagi seorang anak kampung, sangat jarang bidang ini ditekuni. Di Merauke kota tercinta, pekerjaan utama mayoritas setiap orang adalah Pegawai Negeri Sipil. Pekerjaan yang mengasyikkan bagi yang ingin berada pada jalur <em>low risk of life</em> tapi tetap <em>happy</em>. Pekerjaan lain yang mungkin adalah pedagang, petani, pekerja swasta, dll. Kuli tambang???? Wah tentu sangat jarang, dan persepsi setiap orang adalah pasti gajinya besar. Tak tahukah mereka bahwa itu hanyalah isu belaka, bisa hidup independent sudah syukur.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Resiko seorang perantau terutama bagi saya adalah ketiadaan rumah ketika cuti. Yah numpang menjadi solusi terbaik. Berbeda jika menjadi PNS di Merauke, sudah ada rumah ortu, atau mungkin perumahan jika ditempatkan di pedalaman, dan juga ada tanah yang bisa diurus untuk dibuatkan rumah tinggal di atasnya. Di Jawa, tidak berbekas sama sekali. Tidak ada tanah apalagi rumah. Jadilah kewajiban memiliki rumah adalah prioritas tertinggi karena tidak mungkin mengharapkan belas kasihan orang lain terus, apalagi berharap memenangkan kuis. Memang harus bersabar kalau soal ini dan menjalankan hidup sesuai dengan rencana semula (seperti dalam tulisan sebelumnya tentang rumah). </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Hal yang paling menyenangkan sebagai perantau adalah berada di daerah masyarakat/suku lain yang memiliki adat istiadat berbeda. Bertemu dengan suku Kubu, sebuah kaum masyarakat di pedalaman Jambi yang selalu berpindah-pindah, menjadi sebuah pengalaman sendiri. Meskipun sudah dibuatkan perumahan untuk menampung mereka, percayalah rumah itu akan ditinggalkan, dan akan selalu berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Pengendara motor di Banjarmasin mengingatkan saya akan Valentino Rossi. Motor dikebut terus, meskipun ada mobil yang hendak mundur. Sungguh kesabaran menjadi cobaannya. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Hal yang paling berkesan adalah kehidupan warga trans Jawa di tempat saya tinggal saat ini, Sebamban, Kecamatan Angsana, Kalsel. Gotong-royong masih sangat dipertahankan. Hampir tiap minggu ada pernikahan, dan setiap orang berbondong-bondong untuk saling bantu pihak yang mempunyai hajatan. Hampir setiap hari pula mess kami dibagikan makanan dari rumah tetangga. Kehidupan masyarakat di sini mencerminkan ciri khas orang Jawa sebenarnya yang kalau boleh jujur sudah mulai hilang di tanah aslinya sendiri. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Satu hal yang pasti, tidak ada satupun suku masyarakat yang tidak baik. </span>Baik Dayak, Papua, Makasar, Jawa ataupun suku bangsa lain semuanya pada dasarnya ramah, hanya cara intonasi berbicara masing-masing yang berbeda. Selama bertujuan baik, saya yakin kemanapun angin membawa, tidak menjadi rintangan yang terlalu sukar dilewati. Hanya saja seringkali ada oknum-oknum tertentu yang mampu untuk memprovokasi masyarakat sehingga mudah terbujuk untuk menjadi kasar, bahkan beringas. Oknum-oknum inilah sejatinya merupakan perusak moral bangsa.</p>
<p class="MsoNormal">Sungguh menyenangkan bisa mengenal begitu banyak karakter masyarakat bangsa ini langsung dari tempat asalnya. Tapi sejujurnya jika pertanyaan dialamatkan ke saya, dimana lokasi homestay, Jogja jawabannya. Sangat menyenangkan berada di kota pendidikan yang tidak menjadikan masyarakat satu dengan yang lain individualistis layaknya Jakarta.</p>
<p class="MsoNormal">Menyenangkan memang, merantau ke tempat-tempat yang belum pernah didatangi, menganggap bekerja sebagai sarana berwisata gratis, dan jika suatu hari kelak sudah merasa jenuh dan lelah, dapat mengganti aktifitas menyenangkan di Jogja bersama keluarga tercinta.<!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0cm; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}   --></p>
<p>Ah, sungguh mulia cita-citamu nak,&#8230;&#8230;., kuaminkan terjadi&#8230;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/natanatuh.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/natanatuh.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/natanatuh.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/natanatuh.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/natanatuh.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/natanatuh.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/natanatuh.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/natanatuh.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/natanatuh.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/natanatuh.wordpress.com/139/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=natanatuh.wordpress.com&blog=3198148&post=139&subd=natanatuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://natanatuh.wordpress.com/2009/04/12/rantau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7a0a354f9725fa74bc63b75f0b3519b8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">odusnatan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>A moment to remember</title>
		<link>http://natanatuh.wordpress.com/2009/04/06/a-moment-to-remember/</link>
		<comments>http://natanatuh.wordpress.com/2009/04/06/a-moment-to-remember/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2009 10:11:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>odusnatan</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://natanatuh.wordpress.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[Sekitar 2 minggu lalu ketika saya di Jakarta, kegiatan copy dan download film wajib disempatkan (mumpung koneksi sangat memungkinkan). Ada sekitar 50 lebih film yang saya download dari internet maupun dari hard disk eksternal teman-teman di Jakarta. Taktik saya selalu sama, sebelum masuk ke hutan copy lah sebanyak mungkin film sebagai modal di hutan, Yah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=natanatuh.wordpress.com&blog=3198148&post=134&subd=natanatuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sekitar 2 minggu lalu ketika saya di Jakarta, kegiatan copy dan download film wajib disempatkan (mumpung koneksi sangat memungkinkan). Ada sekitar 50 lebih film yang saya download dari internet maupun dari hard disk eksternal teman-teman di Jakarta. Taktik saya selalu sama, sebelum masuk ke hutan copy lah sebanyak mungkin film sebagai modal di hutan, Yah mungkin seperti rekan Wenny dalam blognya bahwa meskipun dapat dikategorikan pembajakan tapi yah tidak seberat kesalahan kalau korupsi kan?? (he…sedikit pembelaan diri).</p>
<p>Kemarin saya menonton 2 film korea secara berurutan di laptop.  Entahlah, kenapa tiba-tiba lagi suka film asia. Film pertama berjudul “ A moment to remember “, sebuah film drama yang sangat menyentuh. Film kedua bergenre komedi berjudul “Mr Kim vs Mr Kim vs Mr Kim”. yang kalau boleh jujur bisa saya katakan sebagai salah satu film komedi terbaik di dunia.  Kok bisa dikategorikan seperti itu??  Karena di mess yang hening ini, tawa saya menggelegar sampai ke rumah tetangga (jadi ga enak nih..), yah sambil melepaskan segala penat dan masalah-masalah baik kerjaan ataupun masalah pribadi.</p>
<p>Saya ingin membahas tentang film pertama, “ A moment to remember “. Inilah film drama yang pure drama, sebuah genre film yang sebenarnya tidak begitu saya sukai, kecuali bila ada unsur komedi ataupun actionnya.  Lha, kok ditonton kalau begitu???  Kurang paham, tapi tiba-tiba diklik dan langsung suka.</p>
<p>Ceritanya sederhana, tentang seorang gadis kaya yang menyukai seorang pekerja konstruksi bangunan (kuli bangunan) kemudian menikah. Permasalahan utama muncul setelah menikah, yaitu dengan didiagnosisnya wanita ini (lupa namanya&#8230;.) menderita penyakit Alzheimer, yaitu penyakit yang dapat menggrogoti daya ingatnya sehingga lupa terhadap siapapun bahkan dirinya sendiri.</p>
<p>Perlahan-lahan tapi pasti daya ingatnya semakin melemah. Dia mulai lupa akan suaminya sendiri, dan klimaksnya sampai sifatnya seperti seorang anak kecil, yaitu ngompol dan tidak dapat mengenakan pakaiannya sendiri. Setiap proses dapat digambarkan oleh sutradara dengan sangat baik sehingga menjadi film yang sangat menyentuh bagi penontonnya.</p>
<p>Ada beberapa point yang saya ambil dari film ini :</p>
<p>-	Gadis kaya tersebut mencintai pria tanpa melihat background dan pekerjaannya, yang pasti dia hanya yakin bahwa pria yang dicintainya adalah pria bertanggung jawab.  Wah, jaman sekarang sulit rasanya, apalagi sama kuli tambang, he&#8230;..</p>
<p>-	Tanggung jawab yang ditunjukkan pria tersebut. SALUT&#8230;.!!!! Dia menolak tawaran dari ayah gadis tersebut untuk merawat anaknya yang menderita alzheimer. Dalam translate indonesianya, pria tersebut hanya berujar, ” Saya adalah suaminya, dan saya sangat mencintai dia. Saya yang bertanggung jawab kepada dirinya.   	 Mantap bos…!!</p>
<p>-	 Kebaikan dan ketulusan seseorang yang disayangi dapat mengubah karakter orang lain. Hal ini ditunjukkan oleh sifat gadis itu yang selalu meminta agar suaminya memberikan maaf kepada ibu kandungnya sendiri, yang membuang dia ketika masih kecil. Kata-kata indah tersebut adalah, “  Pemberian maaf tidaklah sesulit itu. Memberi maaf hanyalah bagaimana kita  membuka sedikit ruang di hati untuk menerima orang yang sudah melukai kita”.  	 Nice words…….</p>
<p>Wah gile dus, lo jadi melankolis begini…??? He…he…, bukan begitu, tapi sungguh, this is a nice movie.</p>
<p>Dari keseluruhan film ini, satu hal yang benar-benar menjadi pembelajaran positif adalah sesuai dengan judulnya, a moment to remember. Ketika gadis tersebut mulai hilang ingatan, satu hal yang dia selalu tekankan adalah setiap kenangan tidak mungkin terulang. Ketika secara tiba-tiba dia mengingat segala sesuatunya, dia mulai langsung menuliskan apa yang diingatnya tersebut, sebelum segala sesuatunya tak berbekas kembali.</p>
<p>Sungguh kawan, film ini menyadarkan saya bahwa setiap kenangan indah yang mungkin pernah ataupun sedang saya alami, tidak mungkin terulang kembali. Satu-satunya cara untuk menghargai kenangan tersebut adalah dengan menikmati apapun yang sedang dihadapi saat ini, karena besok mungkin tidak akan terulang kembali. Ketika masih jadian dengan seseorang yang kita cintai, nikmatilah sebelum mungkin moment itu akan lenyap seketika (pengalaman pribadi nih…., he…)</p>
<p>Masa-masa indah SMU akan disesali dan ingin saya ulangi ketika berada di bangku kuliah. Pun hal yang sama ketika sudah bekerja, masa-masa kuliah yang menyenangkan menjadi satu kenangan tesendiri. Bermain bola bersama rekan-rekan kampus, tengah malam berangkat bersama teman-teman mencari angkringan, ataupun naik motor bersama ke gunung kidul dan ambarawa adalah moment-moment yang tak mungkin terulang. Moment-moment tersebut akan terasa indah sekali terutama ketika sudah tidak dijalani.</p>
<p>Begitulah teman, sudah sepantasnya kita bersyukur dan menikmati setiap kenangan indah yang sedang dilewati saat ini, karena mungkin kenangan-kenangan tersebut akan hilang dan tak berbekas………….</p>
<p><em>Thx God for every wonderful memory you’ve given to me……..</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/natanatuh.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/natanatuh.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/natanatuh.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/natanatuh.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/natanatuh.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/natanatuh.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/natanatuh.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/natanatuh.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/natanatuh.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/natanatuh.wordpress.com/134/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=natanatuh.wordpress.com&blog=3198148&post=134&subd=natanatuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://natanatuh.wordpress.com/2009/04/06/a-moment-to-remember/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7a0a354f9725fa74bc63b75f0b3519b8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">odusnatan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>