<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Be happy</title>
	<atom:link href="http://natanatuh.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://natanatuh.wordpress.com</link>
	<description>All about my life......</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Jan 2012 01:50:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='natanatuh.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Be happy</title>
		<link>http://natanatuh.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://natanatuh.wordpress.com/osd.xml" title="Be happy" />
	<atom:link rel='hub' href='http://natanatuh.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE),  bagaimana solusinya??</title>
		<link>http://natanatuh.wordpress.com/2011/10/31/merauke-integrated-food-and-energy-estate-mifee-bagaimana-solusinya/</link>
		<comments>http://natanatuh.wordpress.com/2011/10/31/merauke-integrated-food-and-energy-estate-mifee-bagaimana-solusinya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Oct 2011 04:07:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>odusnatan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Social]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://natanatuh.wordpress.com/?p=334</guid>
		<description><![CDATA[Seorang rekan mengirimkan pesan di FB, bunyinya kurang lebih seperti ini, “Mifee itu menguntungkan, Masyarakat Adat atau Investor?, Kasihan Masyarakat, dusun sagunya sudah di babat habis, mau makan apa mereka, apa yang diwariskan untuk anak cucu nantinya, saya minta tanggapan dari teman2 yang merupakan anak asli dari tempat ini : cc : Mariena Kaize, Cici [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=natanatuh.wordpress.com&amp;blog=3198148&amp;post=334&amp;subd=natanatuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang rekan mengirimkan pesan di FB, bunyinya kurang lebih seperti ini, “Mifee itu menguntungkan, Masyarakat Adat atau Investor?, Kasihan Masyarakat, dusun sagunya sudah di babat habis, mau makan apa mereka, apa yang diwariskan untuk anak cucu nantinya, saya minta tanggapan dari teman2 yang merupakan anak asli dari tempat ini : cc : Mariena Kaize, Cici Ndiken Basik-basik. minta pendapatnya juga kawan2 yang Labemer (Lahir dan besar Merauke) dari Risvan Latupeirissa, Cut Rullyani, Odus Natan, Ode Andini, Oeny Yunianty,Hezron Yoel Tandibua.</p>
<p>Karena nama saya tercantum di atas, saya mencoba untuk memberikan opini atas issue yang ada,<br />
Saya sendiri bisa berkata bahwa saya juga orang Papua, dan mencintai tanah Papua, walaupun bukan native (asli) papua, minimal saya lahir dan menghabiskan sebagian besar hidup saya di sana.<br />
Namun, saat ini saya bekerja pada sebuah perusahaan swasta yang jelas memiliki tujuan profit (profit-oriented).<br />
Hal tersebut di atas membuat saya melihat masalah ini dari 2 sudut pandang yang berbeda, mencoba berbagi opini dan solusi akan masalah tersebut di atas. Namun tentu saja dalam posisi netral, jelas, dan berimbang, setajam silet…(emangnya infotainment??).</p>
<p><strong>Sekilas Tentang Merauke</strong></p>
<p>Merauke sejatinya (sebelum pemekaran) merupakan sebuah daerah yang luasnya hampir sama dengan P. Jawa dan berada di ujung tenggara Papua. Memiliki hamparan tanah datar sepanjang mata memandang, hampir tidak ditemukan bukit karena rata-rata memliki elevasi permukaan hampir sama, sehingga jika dilihat dalam peta, akan memiliki kontur yang jarang. Dengan demikian, Merauke mengandalkan potensi jutaan hektar lahan kosong  yang dapat digunakan sebagai penggerak ekonomi baik untuk perkebunan maupun pertanian.<br />
<div id="attachment_337" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://natanatuh.files.wordpress.com/2011/10/blog.jpg"><img src="http://natanatuh.files.wordpress.com/2011/10/blog.jpg?w=300&#038;h=201" alt="" title="Hamparan Lahan Kosong di Merauke" width="300" height="201" class="size-medium wp-image-337" /></a><p class="wp-caption-text">Hamparan Lahan Kosong di Merauke</p></div><br />
Namun satu hal yang harus diingat, mayoritas tanah yang ada merupakan tanah adat. Artinya, tanah yang ada merupakan warisan dari nenek moyang orang asli Papua. Tanah adat ini menjadi sumber kehidupan warga untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, baik dengan berburu rusa, mengambil sagu, ataupun untuk sekedar bercocok tanam . Menjaga kelestarian tanah adat, berarti juga menghormati nenek moyang leluhur dan memberikan warisan kehidupan untuk anak cucu.</p>
<p><strong><br />
Sekilas Tentang MIFEE</strong></p>
<p><em>Merauke Integrated Food and Energy Estate</em> adalah sebuah solusi yang dicanangkan pemerintah untuk mengatasi permasalahan ketahanan pangan. <em>Integrated Food and Energy Estate</em> diartikan sebagai sebuah sistem pertanian, perkebunan, dan peternakan yang dilakukan secara terintegrasi pada satu wilayah yang luas guna mendukung program swa sembada pangan, bilamana produksi berlebih akan dipergunakan sebagai produk ekspor. Hal ini dimaksudkan untuk membantu pemerintah menekan jumlah impor bahan pangan, dan membangun stabilitas ketahanan pangan dari ancaman krisis pangan dunia.</p>
<p>Sebagai langkah awal, dipilihlah Merauke yang memiliki potensi jutaan hektar lahan yang dapat di<em>utilize</em> guna mendukung program <em>Food Estate</em>.</p>
<p><strong><br />
Permasalahan Utama</strong></p>
<p>Masalah kemudian timbul, yaitu dengan terpinggirkannya putra asli papua sebagai pewaris tanah leluhur yang digunakan untuk program MIFEE.<br />
Hilangnya tanah sebagai ladang mata pencaharian, ekosistem alam yang berubah, serta keharmonisan alam yang berbaur dengan masyarakat menjadi terkikis.<br />
Anak cucu orang Papua terancam kehilangan mata pencaharian dan sumber penghidupan yang sudah diwariskan turun temurun.</p>
<p><strong>Solusi</strong></p>
<p>Apapun keadaan yang terjadi saat ini, satu hal yang harus diketahui oleh masyarakat bahwa suatu daerah tidak akan bisa berkembang jika tidak ada investasi yang masuk. Sangatlah tidak mungkin mengharapkan pemerintah untuk membangun jalan yang membutuhkan biaya sangat mahal dengan mengandalkan APBN atau APBD. Tidak mungkin jika orang perorangan mengambil bagiannya sendiri-sendiri dengan menjadi pengusaha perseorangan tanpa melibatkan investor dengan capital besar, akan lewat mana hasil produksinya? Bagaimana pelabuhannya?? Biaya produksi akan semakin mahal dan tidak sebanding dengan penjualan dikarenakan ongkos angkutan yang sangat tinggi. </p>
<p>Untuk itu, pembangunan MIFEE memang tidak bisa dikerjakan oleh orang perorangan, melainkan harus didukung investor besar. Capital yang dibutuhkan untuk pembangunan jalan, ataupun pelabuhan tidaklah kecil. Satu-satunya solusi adalah dengan menarik sektor swasta yang memiliki permodalan cukup besar untuk membangun jalan, pelabuhan, pabrik, dsb, dengan tentunya ada insentif yang mereka dapatkan.</p>
<p>Namun sebaliknya, menjadi naïf juga bila perusahaan besar mengejar <em>Return On Investment</em> (ROI) yang besar namun tidak memperhatikan kearifan lokal. Jangan pernah melupakan bahwa pemilik wilayah adalah orang Papua sehingga dalam kerjasamanya hendaknya memperhatikan prinsip simbiosis mutualisme, saling menguntungkan. Prinsip-prinsip adat tidak boleh dilanggar, dan orang Papua harus dididik untuk menjadi lebih baik. Jangan pernah mengajarkan prinsip, “Besar di awal, terima duit, kemudian merana karena sudah tidak memiliki lahan mata pencaharian. <em>Sustainability development</em> wajib dijunjung, sehingga setiap insan Papua merasa dimanusiakan.</p>
<p>Untuk itu solusi terbaik sebagai jalan keluar adalah :</p>
<p>1.	Dilakukan <em>social mapping</em> secara keseluruhan, mulai dari karakteristik masyarakat, mata pencaharian utama, hingga kebutuhan yang paling utama guna pengembangan suatu daerah.</p>
<p>2.	<em>Corporate Social Responsibility</em> (CSR) dilakukan sejak awal sebelum proyek dimulai sehingga masyarakat merasa memiliki perusahaan. Hal ini bisa dilakukan dengan penyuluhan kesehatan, pembangunan puskesmas atau klinik gratis, sekolah, bantuan untuk masyarakat miskin, dsb. CSR bukan diberikan ketika sudah ada <em>revenue</em>, melainkan jauh hari sebelumnya sebagai bagian dari investasi dan terus berjalan hingga umur proyek selesai.<br />
<div id="attachment_339" class="wp-caption aligncenter" style="width: 222px"><a href="http://natanatuh.files.wordpress.com/2011/10/poster-copy2.jpg"><img src="http://natanatuh.files.wordpress.com/2011/10/poster-copy2.jpg?w=600" alt="" title="CSR - Bangun pendidikan di Papua ( pict from infoniev2.wordpress.com)"   class="size-full wp-image-339" /></a><p class="wp-caption-text">CSR - Bangun pendidikan di Papua (pict from infoniev2.wordpress.com)</p></div><br />
3.	Kerjasama yang dilakukan adalah sebisa mungkin tidak mengakuisisi kepemelikan lahan, contoh: sistem plasma inti. Namun bilamana memang harus diakuisisi/take over kepemilikan lahan, maka pemilik lahan beserta keluarga wajib diabsorb pihak perusahaan  sebagai karyawan sehingga pendapatannya tidak hilang seketika.</p>
<p>4.	Prinsip dalam pengembangan MIFEE adalah untuk menyejahterakan penduduk Papua, untuk itu diperlukan pedoman dasar guna memanusiakan manusia Papua, jangan pernah menganggap rendah SDM yang dimiliki. Setiap perusahaan wajib memiliki divisi pelatihan guna membina dan mendidik warga Papua ke arah yang lebih baik.</p>
<p><strong>KESIMPULAN</strong></p>
<p>Program MIFEE yang sedang berjalan saat ini masih mandek karena adanya kesalahpahaman dalam sosialisasi antara masyarakat, pemerintah, dan pengusaha. Layaknya orang yang sedang berpacaran, satu sama lain sedang menjajaki segala kemungkinan dan sistim yang terbaik untuk mengakomodir keinginan pihak-pihak yang terkait sebelum melangkah lebih jauh.</p>
<p>Dengan kerjasama yang baik antara warga lokal, instansi pemerintah terkait, dan pihak investor, maka semua pihak akan diuntungkan. Masyarakat menjadi terdidik dan lebih sejahtera dengan kehadiran perusahaan, pemerintah sukses dengan program mengurangi/mengentaskan kemiskinan, dan perusahaan pun mendapat revenue yang positif.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/natanatuh.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/natanatuh.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/natanatuh.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/natanatuh.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/natanatuh.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/natanatuh.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/natanatuh.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/natanatuh.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/natanatuh.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/natanatuh.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/natanatuh.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/natanatuh.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/natanatuh.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/natanatuh.wordpress.com/334/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=natanatuh.wordpress.com&amp;blog=3198148&amp;post=334&amp;subd=natanatuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://natanatuh.wordpress.com/2011/10/31/merauke-integrated-food-and-energy-estate-mifee-bagaimana-solusinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7a0a354f9725fa74bc63b75f0b3519b8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">odusnatan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://natanatuh.files.wordpress.com/2011/10/blog.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Hamparan Lahan Kosong di Merauke</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://natanatuh.files.wordpress.com/2011/10/poster-copy2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">CSR - Bangun pendidikan di Papua ( pict from infoniev2.wordpress.com)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membuat perencanaan keuangan proyek tambang 3 – (Balance Sheet-Neraca Keuangan)</title>
		<link>http://natanatuh.wordpress.com/2011/10/24/membuat-perencanaan-keuangan-proyek-tambang-2-%e2%80%93-balance-sheet-neraca-keuangan/</link>
		<comments>http://natanatuh.wordpress.com/2011/10/24/membuat-perencanaan-keuangan-proyek-tambang-2-%e2%80%93-balance-sheet-neraca-keuangan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Oct 2011 11:04:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>odusnatan</dc:creator>
				<category><![CDATA[economy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://natanatuh.wordpress.com/?p=331</guid>
		<description><![CDATA[Neraca Keuangan (Balance sheet) merupakan laporan keuangan yang mencakup asset, kewajiban (liability), dan modal (Equity/Ekuitas). Neraca Keuangan membantu pihak manajemen maupun shareholder dalam melihat posisi struktur keuangan baik dari segi permodalan, kewajiban-kewajiban perusahaan, ataupun asset yang dimiliki. Neraca keuangan terdiri dari 2 kolom, di sebelah kiri merupakan kolom asset, dan di sebelah kanan adalah kewajiban [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=natanatuh.wordpress.com&amp;blog=3198148&amp;post=331&amp;subd=natanatuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Neraca Keuangan (Balance sheet) merupakan laporan keuangan yang mencakup <em>asset</em>, kewajiban (liability), dan modal (Equity/Ekuitas).</p>
<p>Neraca Keuangan membantu pihak manajemen maupun shareholder dalam melihat posisi struktur keuangan baik dari segi permodalan, kewajiban-kewajiban perusahaan, ataupun asset yang dimiliki.</p>
<p>Neraca keuangan terdiri dari 2 kolom, di sebelah kiri merupakan kolom asset, dan  di sebelah kanan adalah kewajiban (liability) dan Modal (equity).</p>
<p>Asset (Aktiva) = <em>Liability</em> + Equity (Passiva)</p>
<p>A.	<em>Asset</em></p>
<p>Asset merupakan sumber ekonomi atau harta total yang dimiliki oleh perusahaan yang diharapkan memberikan manfaat untuk perputaran usaha.</p>
<p>Dalam kolom <em>asset</em>, tercantum 2 macam kriteria asset.</p>
<p>1.	<em>Current Asset</em> = Aset Lancar</p>
<p>asset yang bersifat <em>liquid</em> atau mudah diuangkan (jangka waktu periode kurang dari satu tahun)  seperti cash/kas/fresh money, deposito, saham, dll.</p>
<p>2.	<em>Fixed Asset</em> = Aset tetap/tidak lancar</p>
<p>Kebalikan dari asset lancar, artinya tidak liquid. Biasanya merupakan asset-asset perusahaan seperti peralatan, bangunan, tanah, dan sebagainya.</p>
<p>B.	<em>Liability</em> (Kewajiban)</p>
<p><em>Liability</em> merupakan kewajiban atau utang yang dimiliki oleh perusahaan sebagai akibat dari proses kegiatan usaha.<br />
Layaknya asset, <em>liability</em> pun dikelompokkan ke dalam 2 bagian, yaitu <em>current liability</em> (Kewajiban lancar/jangka pendek), dan <em>non-current liability</em> atau <em>long term liability</em> (kewajiban jangka panjang).</p>
<p>1.	<em>Current Liability</em></p>
<p>Merupakan utang/kewajiban yang harus dibayarkan dengan jatuh tempo kurang dari satu tahun.<br />
Contoh : Hutang usaha, hutang bank (waktu jatuh tempo pendek), dll</p>
<p>2.	<em>Long-term Liability</em></p>
<p>Merupakan utang/kewajiban yang harus dibayarkan dengan jatuh tempo lebih dari setahun.<br />
Contoh : Hutang bank (waktu jatuh tempo panjang), hutang obligasi, dll</p>
<p>C.	Modal / <em>Equity</em></p>
<p>Modal biasanya terdiri dari beberapa sumber, yaitu modal pinjaman, modal sendiri (shareholders equity), atau bisa juga dari sisa laba yang ditahan, yaitu laba yang tidak dibagikan ke pemegang saham melainkan diputar untuk kegiatan ekspansi (Retained earning).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/natanatuh.wordpress.com/331/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/natanatuh.wordpress.com/331/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/natanatuh.wordpress.com/331/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/natanatuh.wordpress.com/331/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/natanatuh.wordpress.com/331/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/natanatuh.wordpress.com/331/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/natanatuh.wordpress.com/331/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/natanatuh.wordpress.com/331/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/natanatuh.wordpress.com/331/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/natanatuh.wordpress.com/331/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/natanatuh.wordpress.com/331/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/natanatuh.wordpress.com/331/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/natanatuh.wordpress.com/331/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/natanatuh.wordpress.com/331/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=natanatuh.wordpress.com&amp;blog=3198148&amp;post=331&amp;subd=natanatuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://natanatuh.wordpress.com/2011/10/24/membuat-perencanaan-keuangan-proyek-tambang-2-%e2%80%93-balance-sheet-neraca-keuangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7a0a354f9725fa74bc63b75f0b3519b8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">odusnatan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membuat perencanaan keuangan proyek tambang 2 – (Cash Flow)</title>
		<link>http://natanatuh.wordpress.com/2011/10/07/membuat-perencanaan-keuangan-proyek-tambang-2-%e2%80%93-cash-flow/</link>
		<comments>http://natanatuh.wordpress.com/2011/10/07/membuat-perencanaan-keuangan-proyek-tambang-2-%e2%80%93-cash-flow/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Oct 2011 03:25:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>odusnatan</dc:creator>
				<category><![CDATA[economy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://natanatuh.wordpress.com/?p=328</guid>
		<description><![CDATA[2. Cash Flow Cash Flow atau aliran kas merupakan laporan keuangan yang menggambarkan kondisi riil dari perputaran uang yang ada. Artinya bila di bulan Agustus sebuah perusahaan kontraktor tambang telah memproduksi batubara 1 juta ton, namun baru dbayarkan di periode bulan Oktober, maka dalam laporan cash flow, revenue akan dimasukkan dalam periode bulan Oktober. Hal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=natanatuh.wordpress.com&amp;blog=3198148&amp;post=328&amp;subd=natanatuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>2.	<em>Cash Flow</em></p>
<p><em>Cash Flow</em> atau aliran kas merupakan laporan keuangan yang menggambarkan kondisi riil dari perputaran uang yang ada. Artinya bila di bulan Agustus sebuah perusahaan kontraktor tambang telah memproduksi batubara  1 juta ton, namun baru dbayarkan di periode bulan Oktober, maka dalam laporan <em>cash flow</em>, <em>revenue</em> akan dimasukkan dalam periode bulan Oktober.</p>
<p>Hal ini menjadi penting dalam pembuatan budget, karena akan diketahui berapa biaya modal kerja (working capital) yang dibutuhkan. Semakin cepat pembayaran dari pihak owner, maka <em>working capital</em> dari perusahaan kontraktor akan semakin kecil, begitupun sebaliknya.</p>
<p>Dalam budget <em>cash flow</em> biasanya akan tercakup hal-hal di bawah ini :</p>
<p>1.	Total Biaya Modal, baik <em>Capital Expenditure</em> (Capex – Belanja Modal/asset)), maupun <em>Working Capital</em> (Modal Kerja)<br />
2.	<em>Payback Period</em> = Periode Waktu Pengembalian Modal<br />
3.	<em>Net Present Value</em> (NPV) = Nilai bersih dari selisih antara pemasukan dan pengeluaran selama umur proyek yang telah didiskonto dengan <em>social opportunity cost of capital</em>/ <em>rate </em> bunga tertentu. Dengan singkat kata, nilai keuntungan di masa depan ditarik ke periode masa sekarang.</p>
<p>Contoh :<br />
Keuntungan bisnis Budi 6 tahun ke depan adalah sejumlah Rp. 5 juta rupiah. Namun nilai riil dari Rp.5 juta di tahun ke -6 tersebut sebenarnya adalah senilai Rp. 3 juta di masa sekarang (Didiskon dengan <em>rate</em> tertentu, bisa bunga bank, inflasi, atau minimal <em>rate</em> keuntungan yang diharapkan).</p>
<p>4.	<em>Internal Rate of Return</em> (IRR) adalah tingkat laju pengembalian investasi dalam sebuah proyek (dinyatakan dalam presentasi).<br />
Hasil perhitungan IRR akan menjadi acuan keputusan manajemen ataupun shareholder untuk memutuskan layak tidaknya sebuah bisnis dijalankan.</p>
<p>Contoh :<br />
 Proyek pertambangan di Aceh memiliki nilai IRR sebesar 7 %. Apakah akan diterima proyek ini?? Jelas tidak, pihak manajemen ataupun shareholder akan lebih memilih memasukkan dananya ke dalam deposito, lebih safe, dan jelas 7%..!!”.</p>
<p>Pada umumnya IRR minimal atau yang biasa disebut <em>Minimum Acceptable Rate of Return</em> (MARR) dari usaha pertambangan dan sejenisnya adalah sekitar 20% (usaha padat modal, <em>high risk high return</em>).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/natanatuh.wordpress.com/328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/natanatuh.wordpress.com/328/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/natanatuh.wordpress.com/328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/natanatuh.wordpress.com/328/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/natanatuh.wordpress.com/328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/natanatuh.wordpress.com/328/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/natanatuh.wordpress.com/328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/natanatuh.wordpress.com/328/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/natanatuh.wordpress.com/328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/natanatuh.wordpress.com/328/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/natanatuh.wordpress.com/328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/natanatuh.wordpress.com/328/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/natanatuh.wordpress.com/328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/natanatuh.wordpress.com/328/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=natanatuh.wordpress.com&amp;blog=3198148&amp;post=328&amp;subd=natanatuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://natanatuh.wordpress.com/2011/10/07/membuat-perencanaan-keuangan-proyek-tambang-2-%e2%80%93-cash-flow/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7a0a354f9725fa74bc63b75f0b3519b8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">odusnatan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membuat perencanaan keuangan proyek tambang (Mining Projection Cost) 1 – (Profit and Loss)</title>
		<link>http://natanatuh.wordpress.com/2011/09/14/321/</link>
		<comments>http://natanatuh.wordpress.com/2011/09/14/321/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Sep 2011 04:47:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>odusnatan</dc:creator>
				<category><![CDATA[economy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://natanatuh.wordpress.com/?p=321</guid>
		<description><![CDATA[Membuat perencanaan keuangan proyek tambang (Mining Projection Cost) – (1) Membuat budget terutama untuk sebuah proyek dengan nilai kapitalisasi cukup besar seperti bisnis pertambangan dibutuhkan bukan hanya pemahaman aspek keuangan (financial aspect) tapi juga pemahaman dalam dunia pertambangan (Mining Aspect). Biasanya ada 3 aspek yang akan dilihat seseorang dari sebuah budget proyek : 1. Profit [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=natanatuh.wordpress.com&amp;blog=3198148&amp;post=321&amp;subd=natanatuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Membuat perencanaan keuangan proyek tambang (Mining Projection Cost) – (1)</p>
<p>Membuat budget terutama untuk sebuah proyek dengan nilai kapitalisasi cukup besar seperti bisnis pertambangan dibutuhkan bukan hanya pemahaman aspek  keuangan (financial aspect) tapi  juga pemahaman dalam dunia pertambangan (Mining Aspect).</p>
<p>Biasanya ada 3 aspek yang akan dilihat seseorang dari sebuah budget proyek :<br />
1.	<em>Profit and Loss</em> (PL &#8211; Laba Rugi)<br />
2.	<em>Cashflow</em> (CF &#8211; Aliran Kas)<br />
3.	<em>Balance Sheet</em> (BS &#8211; Neraca Keuangan)<br />
Dari ketiga aspek ini, 2 hal yang paling sering dimunculkan dalam pembuatan budget sebuah proyek adalah PnL dan CF. Sedangkan <em>Balance Sheet</em> biasanya lebih berbicara kepada aspek <em>corporate</em> secara keseluruhan (jarang dimasukkan dalam budget proyek – lebih kepada budget tahunan corporate).</p>
<p><strong>1.	Profit and Loss</strong> </p>
<p>Laporan Laba Rugi hanyalah berbicara tentang biaya ataupun pendapatan yang ditarik dalam periode saat ini. Artinya, bilamana biaya (expense) sudah terjadi, tapi belum dibayarkan kepada pihak penerima manfaat (vendor alat berat, catering, dll), maka dalam laporan PnL, <em>expense</em> tersebut sudah harus dimasukkan / dibiayakan.</p>
<p>Demikian halnya dengan pendapatan (revenue). Bila mana dalam bulan tertentu katakan Agustus perusahaan mampu menghasilkan produksi batubara sejumlah 100.000 ton, maka pendapatan atas produksi tersebut sudah harus dimasukkan dalam laporan PnL periode Agustus, meskipun mungkin pada kenyataannya <em>invoice</em> baru akan terbayarkan di bulan Oktober. </p>
<p>Cara termudah membuat PnL adalah dengan menghitung total pendapatan dalam periode akuntansi tertentu dikurangi dengan total biaya sehingga didapatkan gross income / EBITDA (Earn Before Interest Tax Depreciation and Amortization).</p>
<p>Langkah-langkah perhitungan seperti tertera di bawah ini :</p>
<p><em>Total Expense</em>	       …………<br />
<em>Total Revenue</em> 	       ………….   _<br />
EBITDA               			 …………..<br />
Deperesiasi &amp; Amortisasi	         ……………   _<br />
EBIT				         …………….<br />
<em>Interest</em>			 …………….  _<br />
EBT					 …………….<br />
<em>Tax</em>				 ……………. _<br />
EAT					 ……………</p>
<p>EAT (Earn After Tax) inilah yang merupakan pendapatan bersih (Net Revenue) dari sebuah proyek.<br />
Dalam perhitungan ini, lebih jauh harus dipahami tentang bagaimana menghitung total expense dan mendapatkan total revenue dari sebuah proyek pertambangan, pengertian depresiasi, amortisasi, bunga bank yang berlaku, serta pajak yang dikenakan.</p>
<p><em>To be continued</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/natanatuh.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/natanatuh.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/natanatuh.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/natanatuh.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/natanatuh.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/natanatuh.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/natanatuh.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/natanatuh.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/natanatuh.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/natanatuh.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/natanatuh.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/natanatuh.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/natanatuh.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/natanatuh.wordpress.com/321/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=natanatuh.wordpress.com&amp;blog=3198148&amp;post=321&amp;subd=natanatuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://natanatuh.wordpress.com/2011/09/14/321/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7a0a354f9725fa74bc63b75f0b3519b8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">odusnatan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Thailand-Malaysia-Singapore &#8211; Hari ke-2 (Lanjutan)</title>
		<link>http://natanatuh.wordpress.com/2011/06/30/thailand-malaysia-singapore-hari-ke-2-lanjutan/</link>
		<comments>http://natanatuh.wordpress.com/2011/06/30/thailand-malaysia-singapore-hari-ke-2-lanjutan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Jun 2011 04:32:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>odusnatan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Travelling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://natanatuh.wordpress.com/?p=309</guid>
		<description><![CDATA[Tuk tuk pun melaju kencang membelah jalanan Bangkok menuju Wat Traimit (Temple of the Golden Budha). Dalam perjalanan saya hanya berpikir, apa mungkin untuk kali ini tertipu oleh polisi ya ?? Rasa-rasanya kok ga mungkin, wong jelas-jelas dia pake name tag tourism police dan didampingi oleh 2 tentara berpakaian lengkap. Ah, sudahlah nikmati saja perjalanan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=natanatuh.wordpress.com&amp;blog=3198148&amp;post=309&amp;subd=natanatuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tuk tuk pun melaju kencang membelah jalanan Bangkok menuju Wat Traimit (Temple of the Golden Budha). Dalam perjalanan saya hanya berpikir, apa mungkin untuk kali ini tertipu oleh polisi ya ?? Rasa-rasanya kok ga mungkin, wong jelas-jelas dia pake <em>name tag tourism police</em> dan didampingi oleh 2 tentara berpakaian lengkap. Ah, sudahlah nikmati saja perjalanan ke tempat-tempat wisata itu. </p>
<p>Tiba di Wat Traimit dan berfoto sejenak, kelakuan si sopir tuk-tuk mulai tampak aslinya. Dia meminta kami untuk segera naik kembali ke tuk-tuk dan dibawa menuju tempat suvenir. Kami menjadi semakin curiga, polisi dan si sopir tuk tuk adalah bagian dari kelompok mafia terstruktur dan masif di Bangkok (terlalu berlebih-lebihan, hehe).  </p>
<p>Si sopir dengan ungkapan minta tolong dan menceritakan duduk perkaranya bahwa dia mengharapkan bonus voucher bahan bakar sebesar 200 Baht, maka kami diharapkan untuk membantunya.<br />
‘<em>Please, just five minutes, looking looking only</em>’, dengan gaya seperti menggunakan teropong atau keker dalam bahasa papua.</p>
<p>Fiuhhhh, sebenarnya hal ini sudah kami hindari sejak awal karena waktu kami sangat terbatas, namun akhirnya ketipu juga. Dengan rasa kesal sekaligus kasihan, kami akhirnya memutuskan untuk membantu si sopir ini. Toh, anggap saja wisata keliling Bangkok, melihat sejenak jalan-jalan kecil maupun besar di kota itu dengan hanya membayar 40 Baht = Rp. 12.000,-.<br />
Perjanjiannya adalah kita harus berada minimal 5 menit di 4 obyek lokasi perbelanjaan, di antaranya adalah tempat perbelanjaan barang-barang mewah seperti diamond, ruby, pusat pembuatan kain celana khas Italy, kain jas, dan juga suvenir barang-barang kerajinan tangan.</p>
<p><div id="attachment_310" class="wp-caption alignright" style="width: 235px"><a href="http://natanatuh.files.wordpress.com/2011/06/18.jpg"><img src="http://natanatuh.files.wordpress.com/2011/06/18.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" title="Standing Buddha" width="225" height="300" class="size-medium wp-image-310" /></a><p class="wp-caption-text">Standing Buddha</p></div>Setelah ‘tugas mendadak’ untuk membantu si sopir sudah kami lakukan, si sopir dengan wajah sumringah mengantar kami ke Wat Intharawihan (Standing Budha)…. Berfoto sejenak, kami langsung diantar menuju Grand Palace. Dari 4 lokasi wisata yang dijanjikan si sopir tuk-tuk, hanya 2 yang dipenuhi + bonus ke 4 tempat suvenir yang sama sekali tidak kami butuhkan.</p>
<p>Tepat pkl. 13.00, dan kami langsung diantar menuju gerbang utama <em>Grand Palace</em> (Dari banyak pintu masuk, hanya ada satu gerbang utama untuk pengunjung). Si Polisi Wisata sebelumnya mengutarakan bahwa <em>Grand Palace</em> baru akan dibuka pkl.13.00 karena biksu sedang berdoa, namun yang terjadi adalah rombongan wisata di tepat jam 1 siang ketika kami tiba, berduyun-duyun meninggalkan lokasi wisata itu. Artinya Grand Palace sudah dibuka sejak pagi hari. Ah, ketipu sama polisi Thailand. Jika dia hanya polisi gadungan, kok rasanya ga mungkin, toh dia diapit 2 orang berpakaian tentara lengkap dengan senjata.</p>
<p>Fiuhhhh…, dengan rasa kesal terutama kepada segenap aparat pemerintah dan manajemen wisata Thailand yang membiarkan hal ini kerap terjadi pada wisatawan, kami pun masuk menuju <em>Grand Palace</em>. Pada loket karcis tertera, <em>free for Thai</em>, dan 350 Baht untuk <em>non Thai</em>. Bagi pengunjung <em>non Thai</em> berada di lajur kanan, dan untuk warga asli Thailand di sebelah kiri.<br />
Saya dan rekan dengan rasa kesal kepada segenap aparat pemerintah mencoba membalasnya dengan masuk pada lajur kiri, <em>free for Thai</em>.<br />
Ketika rombongan besar warga Thailand masuk, saya dan rekan dengan sedikit gugup langsung menyelinap, santai tapi agak takut juga. Beberapa penjaga melihat kami tanpa ada rasa curiga. Upsss, berhasil juga, tau- tau kami berdua sudah berada di dalam Istana Raja. Hehe…, wong diomongin bolak-balik sama warga Thai, ‘<em>you look like Thai</em>’, yah pede saja masuk.</p>
<p><div id="attachment_312" class="wp-caption alignleft" style="width: 235px"><a href="http://natanatuh.files.wordpress.com/2011/06/24.jpg"><img src="http://natanatuh.files.wordpress.com/2011/06/24.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" title="Salah satu sudut bangunan di Grand Palace" width="225" height="300" class="size-medium wp-image-312" /></a><p class="wp-caption-text">Salah satu sudut bangunan di Grand Palace</p></div>Setelah dendam sedikit terbalaskan dengan masuk gratis, tidak perlu membayar retribusi kepada pemerintah Thailand, kami pun masuk menikmati suasana Grand Palace. Seperti Kraton Jogja, pemikiranku pertama kali.<br />
Dikarenakan keterbatasan waktu, kami pun segera keluar dari <em>Grand Palace</em> menuju dermaga pelabuhan. Dengan berjalan kaki, sampai juga di dermaga Tha Thien Pier No.8 kemudian naik perahu dan turun di <em>central pier</em>. </p>
<p><div id="attachment_314" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://natanatuh.files.wordpress.com/2011/06/20.jpg"><img src="http://natanatuh.files.wordpress.com/2011/06/20.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="BTS Skytrain " width="300" height="225" class="size-medium wp-image-314" /></a><p class="wp-caption-text">BTS Skytrain</p></div>Tiba di Central Pier, kami langsung menuju stasiun BTS Skytrain (Bangkok Mass Transit System). Hanya beberapa menit menunggu, BTS tiba dan mengantar kami ke tujuan berikutnya, MBK (Mah Boon Krong) Shopping Centre. Mall ini layaknya Senayan City di Jakarta. Harga yang ditawarkan pun relatif sama dengan di Jakarta, kecuali beberapa produk komestik yang sedikit lebih murah (kata rekan saya) seperti Body shop, dll karena pabriknya memang berada di Thailand. </p>
<p>Dikarenakan keterbatasan waktu mengejar bus menuju Phuket (akibat tertipu si tourism police), rencana untuk menuju Pratunam Market kami batalkan dan dilanjutkan dengan naik taxi menuju Khao San Road (Usahakan yang berlogo taxi meter dan menggunakan argo).</p>
<p>Pkl. 17.40 tiba di Khao San Road. Dikarenakan masih ada waktu 50 menit sebelum jadwal keberangkatan bus, kami memutuskan untuk menikmati pijitan khas Thailand atau yang sering disebut <em>Thai Massage</em>. Waktu yang terbatas membuat kami harus memilih setengah jam dengan harga 100 Baht. Pijit selesai langsung kembali menuju agen tiket tempat penjemputan penumpang yang berada di areal Khao San Road.</p>
<p>Setelah menunggu setengah jam dengan sejumlah penumpang lainnya di agen tiket tempat penjemputan penumpang yang berada seputaran areal Khao San Road, kami mendapatkan kabar yang tidak mengenakkan sekaligus aneh. Bus penumpang yang kami tunggu terhalang oleh rombongan keluarga raja yang sedang menuju Hospital menjenguk Sang Raja Thailand yang sedang sakit saat itu. Jalan diblok selama 2 jam…. !!!! Gila…, hanya untuk kepentingan menjenguk raja, seluruh rakyat harus patuh menunggu blokade jalan dibuka, fiuhhhhh………….</p>
<p><div id="attachment_313" class="wp-caption alignleft" style="width: 235px"><a href="http://natanatuh.files.wordpress.com/2011/06/22.jpg"><img src="http://natanatuh.files.wordpress.com/2011/06/22.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" title="Thai Massage - Joss Gandoss..!!" width="225" height="300" class="size-medium wp-image-313" /></a><p class="wp-caption-text">Thai Massage - Joss Gandoss..!!</p></div>Dengan rentang waktu yang lama ini, saya meminta rekan saya yang baik hati untuk kembali menemani ke tempat Thai Massage. Kurang puas, tadi hanya setengah jam, hehe. Saya pun meminta untuk dipijit selama 1 jam, entah kenapa kaki dan badan ini terasa sangat sakit padahal baru berjalan 2 hari. Ah.., dasar kelakuan…, jarang olahraga mengakibatkan otot menjadi kaget karena kaki terus dipaksa berjalan (mencari alasan…..).<br />
Uhhhhh…, sangat recommended… !! Pegal di badan benar-benar berkurang…. !! Sungguh, <em>worth it</em> bagi para traveller yang ingin mencoba <em>Thai Massage</em>. </p>
<p>Bus yang ditunggu akhirnya datang juga. Dari rencana pkl.18.30 molor menjadi pkl.20.30. Perjalanan ke Phuket akhirnya dimulai, dan baru setengah jam perjalanan, bus yang kami tumpangi mogok (Lha, cobaan apa lagi nih). Dikarenakan bus tidak menunjukkan tanda-tanda membaik, kami pun diminta menunggu bus pengganti didatangkan. Akhirnya secara resmi berangkat dari Bangkok pkl. 22.00, telat 3 jam… !!</p>
<p>Daripada menggerutu dan kantuk pun belum menghampiri, selama perjalanan saya pun ngobrol dengan seorang rekan backpacker yang baru dikenal.<br />
‘<em>I’m from Germany</em>’, timpal si bule dengan perawakan tinggi dan botak.<br />
Setelah berbincang panjang lebar mulai dari sepakbola, tujuan ke Thailand, dan lain-lain, satu hal yang cukup saya salut adalah profesinya yang sebenarnya jarang saya dengar. ‘<em>Lighting Engineer</em>’ demikian nama pekerjaan itu, mengurusi segala sesuatu yang berkaitan dengan pencahayaan konser musik, opera, dll.<br />
Mmmmhhhh, ternyata begitu banyak profesi yang kalau di indonesia, jika ditanyakan pasti jawabannya akan sangat monoton, Tentara, PNS, Dokter, dll.</p>
<p>Akhirnya kantuk pun menyerang, perbincangan di bis diakhiri dengan berharap bangun sudah berada di Phuket….. </p>
<p><em>Night Bangkok</em>……….</p>
<p>Rincian biaya hari ke-2 (Hitungan Perseorangan)<br />
-	Sarapan 7-11			: THB 71<br />
-	Tiket Masuk Wat Po		: THB 50<br />
-	Tuk tuk			: THB 40<br />
-	Perahu Ke Central Pier 	: THB 14<br />
-	Makan Sore			: THB 72<br />
-	Snack dan Air Mineral	: THB 52<br />
-	Tiket bus Khao San &#8211; Phuket	: THB 700<br />
-	Thai Massage			: THB 250<br />
<strong>Total Biaya hari ke &#8211; 2 	  = THB 1.249 = Rp. 374.700,-</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/natanatuh.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/natanatuh.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/natanatuh.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/natanatuh.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/natanatuh.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/natanatuh.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/natanatuh.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/natanatuh.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/natanatuh.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/natanatuh.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/natanatuh.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/natanatuh.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/natanatuh.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/natanatuh.wordpress.com/309/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=natanatuh.wordpress.com&amp;blog=3198148&amp;post=309&amp;subd=natanatuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://natanatuh.wordpress.com/2011/06/30/thailand-malaysia-singapore-hari-ke-2-lanjutan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7a0a354f9725fa74bc63b75f0b3519b8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">odusnatan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://natanatuh.files.wordpress.com/2011/06/18.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Standing Buddha</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://natanatuh.files.wordpress.com/2011/06/24.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Salah satu sudut bangunan di Grand Palace</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://natanatuh.files.wordpress.com/2011/06/20.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">BTS Skytrain </media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://natanatuh.files.wordpress.com/2011/06/22.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Thai Massage - Joss Gandoss..!!</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Thailand-Malaysia-Singapore &#8211; Hari ke-2</title>
		<link>http://natanatuh.wordpress.com/2011/06/22/thailand-malaysia-singapore-hari-ke-2/</link>
		<comments>http://natanatuh.wordpress.com/2011/06/22/thailand-malaysia-singapore-hari-ke-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jun 2011 09:23:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>odusnatan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Travelling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://natanatuh.wordpress.com/?p=298</guid>
		<description><![CDATA[Bangun pagi dengan posisi terbaring menggigil. Fiuhhhhh…., suhu dingin di bawah 19 derajat di pagi hari membuatku terbangun, dan syukurnya masih punya energi untuk mandi…… Mandi air dingin memang ada positifnya juga, membuat kita tidak berlama-lama di kamar mandi, toh itu kamar mandi bersama untuk beberapa kamar, jadi pasti akan ada yang menunggu antrian. Kok [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=natanatuh.wordpress.com&amp;blog=3198148&amp;post=298&amp;subd=natanatuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bangun pagi dengan posisi terbaring menggigil.<br />
Fiuhhhhh…., suhu dingin di bawah 19 derajat di pagi hari membuatku terbangun, dan syukurnya masih punya energi untuk mandi……<br />
Mandi air dingin memang ada positifnya juga, membuat kita tidak berlama-lama di kamar mandi, toh itu kamar mandi bersama untuk beberapa kamar, jadi pasti akan ada yang menunggu antrian.<br />
Kok ga pakai air panas ??? (<em>hot water ?? With room rate of THB 250 = Rp. 75.000,-, what do u expect</em> ??,  hehe..,). </p>
<p>Berangkat dari hostel, langsung menuju rencana destinasi awal, Grand Palace.<br />
Sebelum tiba di lokasi, seorang pria perawakan sekitar 20 an tahun yang sedang duduk di atas Tuk tuk (Sebuah kendaraan bermotor khas Thailand) datang mendekat dan dengan tersenyum menyapa,<br />
(A)	Sang pria Thai<br />
(B)	Saya dan rekan</p>
<p>(A)	 : <em>Halo…., where do u come from</em>?<br />
(B)	 :<em> We’re from Indonesia</em>…..<br />
(A)	 <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> sambil menunjuk saya) <em>You look like Thai. Welcome to Thailand.., where r u going</em> ??? (dengan  senyum yang sangat mencurigakan)<br />
(B)	 : Oh…, <em>we’re planning to go to Grand Palace</em>…<br />
(A)	: mmmmhhhh…. <em>Wait… wait….., please come here</em>…(sambil mendekati sebuah peta yang berada di persimpangan jalan).. <em>We’re here</em>……(menunjuk sebuah titik lokasi di peta). <em>U can’t go to Grand Palace right now. It’s praying time. It’s opened at 13.00. But why don’t u take tuk tuk. You can go to Standing Buddha, bla bla bla</em> (sambil menunjuk 4 lokasi wisata di peta) <em>with only 30 Baht</em>.<br />
(B)	 : (Kami langsung menjawab) Oh.., <em>thanks.. We will be here for a month. So, probably next time we’ll see u. </em></p>
<p>Dengan langkah 45 walaupun harus sedikit menipu dengan mengatakan akan berada sebulan di Thailand, kami pun meninggalkan sang pemuda Thai dengan senyum kecutnya.</p>
<p>Mmmmmhhh…, sedikit review terhadap perbincangan tadi.<br />
Oke.., jalan-jalan muterin lokasi wisata hanya dengan 30 Baht = Rp. 9.000, untuk jangka waktu 3-4 jam perjalanan ??? Harga bensin berapa ?? Masa sih hanya dibayar segitu ??<br />
Ah, sayang sekali mas…, saya sudah baca di buku panduan profil tentang anda dan rekan-rekan sopir tuk tuk.</p>
<p>Pada intinya, jika jadi deal, sopir tuk tuk akan mengantar penumpang yang ‘terjebak’ ke lokasi wisata seperti Wat Traimit (Temple of the Golden Budha), Wat Benchamabophit, Wat Intharawihan (Standing Budha), dll. Namun biasanya yang terjadi hanya akan diantar ke satu lokasi, selanjutnya akan diantar menuju toko perhiasan, kain ataupun suvenir yang sama sekali tidak ada dalam schedule anda. Dan sebagai bonus, sang sopir tuk tuk akan mendapatkan bonus voucher bahan bakar sebesar 200 Baht.</p>
<p>Sarapan 7-11 menjadi pilihan ‘wajib’ dikarenakan faktor harga dan kepraktisannya. Tinggal mencari makanan di freezer, dipanaskan dalam microwave. Minuman hangat pun tersedia beragam, baik teh, susu, kopi, dll. Sangat recommended bagi para travellers. (Mudah-mudahan pihak 7-11 ada yang baca jadi bisa dapat fee karena sudah bantu promosi, hehe).</p>
<p><div id="attachment_299" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://natanatuh.files.wordpress.com/2011/06/9.jpg"><img src="http://natanatuh.files.wordpress.com/2011/06/9.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="Sarapan khas 7-11" width="300" height="225" class="size-medium wp-image-299" /></a><p class="wp-caption-text">Sarapan khas 7-11</p></div>Setelah sarapan di 7-11 Khaosan Road, kami melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki ±1 km, dan sambil melihat peta akhirnya menemukan lokasi Grand Palace.<br />
Sebelum melangkah lebih jauh, tiba-tiba datang seorang pria pejalan kaki yang datang menghampiri kami sambil memulai diskusi. Perbincangan ‘wajib’ tentang asal muasal, berapa lama di Thailand, dll menjadi menu perbincangan plus tidak lupa sambil berkata kepada saya, ‘<em>You look like Thai</em>’. </p>
<p>Setelah meminta peta yang kami pegang, sang pria Thai tersebut berkata bahwa Grand Palace baru akan buka pkl. 13.00, dan menyarankan untuk berkeliling menggunakan tuk tuk dengan hanya 40 Baht, sama persis rutenya seperti yang diutarakan oleh pria Thai sebelumnya. Namun bedanya, sang pria bukanlah sopir tuk tuk, dan hanya menunjukkan lokasi tuk tuk yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi kami saat ini.  </p>
<p>‘Aha…..’, saya sangat yakin ini adalah kerjasama tingkat tinggi (KTT) antara sang pria pejalan kaki dengan sopir tuk tuk. Sang pria sebagai sebagai pemberi dan pengantar umpan, sopir tuk tuk akan segera menangkap umpannya.<br />
Benar saja…., tidak berapa lama kemudian ketika berpapasan dengan sekelompok sopir tuk tuk yang direkomendasikan oleh sang pria Thai tadi, mereka kemudian menawarkan tumpangan untuk berkeliling kota Bangkok dengan hanya ’40 Baht’.<br />
Sekali lagi maaf seribu maaf, kami sudah mengetahui strategi ini sebelumnya.<br />
‘<em>No, thanks</em>’, sambil meninggalkan sopir tuk tuk yang hanya terbengong karena sebelumnya merasa yakin akan tingkat keakuratan keberhasilan penggunaan taktik ini.</p>
<p><em><br />
*sedikit tips, sebaiknya jangan terlalu mencolok membawa peta karena pasti akan dianggap sebagai    tourist, niscaya akan banyak ‘cobaan’ yang datang menghampiri.<br />
</em></p>
<p>Fiuhhhhhh……., hampir mendekati lokasi Grand Palace, ternyata tantangan dan cobaan tidak berhenti sampai di sini. Di hadapan kami terlihat jelas sekelompok ibu-ibu yang sedang memberi makan burung dengan jagung. Mereka dengan gerakan sangat memaksa, meminta seorang tourist untuk memberi makan burung-burung tersebut. Sambil melangkah, sang tourist pun tak kuasa untuk menerima ajakan sang ibu ketika satu bungkus plastik jagung diletakkan di genggaman. Ketika jagung sudah ditabur, sang tourist pun berkata, ‘<em>oke ?? it’s done </em>??, sambil melangkah pergi. Si ibu pun dengan sekelebat tangan langsung meminta bayaran karena jagungnya sudah ditabur.<br />
Lha, kok malah maksa bayar?? Wong si bule ga mau, namun ‘dipaksa’ untuk nabur tuh jagung. Dengan diiringi teriakan dan makian dari si ibu, sang tourist pun melangkah pergi tak peduli.<br />
<div id="attachment_301" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://natanatuh.files.wordpress.com/2011/06/10.jpg"><img src="http://natanatuh.files.wordpress.com/2011/06/10.jpg?w=600&#038;h=450" alt="" title="Salah satu tantangan menuju Grand Palace, melewati ibu-ibu pemberi makan burung" width="600" height="450" class="size-full wp-image-301" /></a><p class="wp-caption-text">Salah satu tantangan menuju Grand Palace, melewati ibu-ibu pemberi makan burung</p></div><br />
Melihat hal di atas, saya pun dengan santainya melangkah melewati kerumunan burung dan ibu-ibu tadi. Dalam hati saya, ‘‘wong mereka ngomong katanya saya <em>look like Thai</em>, santai saja’’. Saya pun tak mengalami gangguan sama sekali.</p>
<p><div id="attachment_304" class="wp-caption alignleft" style="width: 235px"><a href="http://natanatuh.files.wordpress.com/2011/06/15.jpg"><img src="http://natanatuh.files.wordpress.com/2011/06/15.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" title="@ Wat Pho" width="225" height="300" class="size-medium wp-image-304" /></a><p class="wp-caption-text">@ Wat Pho</p></div>Tiba di kawasan Grand Palace, kami pun secara tidak sengaja masuk ke dalam Wat Pho (Budha tidur) yang berada bersebelahan dengan Grand Palace. Setelah membayar tiket masuk 50 Baht, menikmati suasana di dalam kawasan Wat Pho, kami pun segera keluar untuk ke lokasi yang kata para travellers belum sah bila ke Bangkok tanpa singgah di Grand Palace.</p>
<p><div id="attachment_303" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://natanatuh.files.wordpress.com/2011/06/13.jpg"><img src="http://natanatuh.files.wordpress.com/2011/06/13.jpg?w=600&#038;h=450" alt="" title="In front of Grand Palace" width="600" height="450" class="size-full wp-image-303" /></a><p class="wp-caption-text">In front of Grand Palace</p></div>Grand Palace sendiri memiliki banyak pintu, agak membingungkan memang. Setelah berjalan memutar, kami menemukan petugas/polisi di depan salah pintu gerbang yang diapit oleh 2 tentara.<br />
(A)	 : Saya dan rekan<br />
(B)	 : Petugas/polisi</p>
<p>(A)	 : <em>Excuse me, do u know the entrance gate of Grand Palace ?? We’ve travelled around to find it</em>.<br />
(B)	 : Oh…, <em>where do u come from</em> ????<br />
(A)	 : <em>We’re from Indonesia</em>…<br />
(B)	 : Oh…, <em>i thought u’re Thai</em>…<br />
   (Sambil tersenyum dan memperkenalkan diri)<em> I’m a tourism police. This is my name tag</em>.<br />
Singkat cerita beliau berkata bahwa Grand Palace baru akan dibuka pkl. 13.00. Dia menyarankan untuk naik tuk tuk mengelilingi 4 lokasi wisata dengan hanya membayar 40 Baht. Tanpa diminta ataupun diiyakan, sopir tuk tuk yang entah datang dari mana tiba-tiba diteriakin oleh sang petugas untuk berhenti. Sambil menjelaskan kepada sang sopir untuk mengantar kami ke 4 titik lokasi wisata dan balik kembali ke Grand Palace pkl.13.00. Sambil berkata terima kasih kami pun duduk di tuk tuk, tak lupa sang petugas “tourism police” ini melambaikan tangan (sungguh ramah polisi di sini dalam pikiranku).</p>
<p><em>To be continued</em>….</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/natanatuh.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/natanatuh.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/natanatuh.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/natanatuh.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/natanatuh.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/natanatuh.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/natanatuh.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/natanatuh.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/natanatuh.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/natanatuh.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/natanatuh.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/natanatuh.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/natanatuh.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/natanatuh.wordpress.com/298/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=natanatuh.wordpress.com&amp;blog=3198148&amp;post=298&amp;subd=natanatuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://natanatuh.wordpress.com/2011/06/22/thailand-malaysia-singapore-hari-ke-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7a0a354f9725fa74bc63b75f0b3519b8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">odusnatan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://natanatuh.files.wordpress.com/2011/06/9.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Sarapan khas 7-11</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://natanatuh.files.wordpress.com/2011/06/10.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Salah satu tantangan menuju Grand Palace, melewati ibu-ibu pemberi makan burung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://natanatuh.files.wordpress.com/2011/06/15.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">@ Wat Pho</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://natanatuh.files.wordpress.com/2011/06/13.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">In front of Grand Palace</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Thailand-Malaysia-Singapore  &#8211; Hari ke -1</title>
		<link>http://natanatuh.wordpress.com/2011/06/16/thailand-malaysia-singapore-hari-ke-1/</link>
		<comments>http://natanatuh.wordpress.com/2011/06/16/thailand-malaysia-singapore-hari-ke-1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Jun 2011 01:05:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>odusnatan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Travelling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://natanatuh.wordpress.com/?p=289</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya cuti yang telah dinanti datang juga. Packing pakaian, dan keperluan lainnya telah selesai, saya dan rekan pun langsung cabut meluncur ke jalanan ibu kota menuju Bandara Sokarno Hatta. Backpacking telah dimulai, artinya seluruh biaya sejak awal sudah harus ditekan. “Ingat, ini bukan business trip…!!!”, gumamku setiap kali ingin merasakan sedikit “kemewahan/kenyamanan lebih”. Perjalanan dimulai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=natanatuh.wordpress.com&amp;blog=3198148&amp;post=289&amp;subd=natanatuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya cuti yang telah dinanti datang juga. Packing pakaian, dan keperluan lainnya telah selesai, saya dan rekan pun langsung cabut meluncur ke jalanan ibu kota menuju Bandara Sokarno Hatta.<br />
Backpacking telah dimulai, artinya seluruh biaya sejak awal sudah harus ditekan.<br />
“Ingat, ini bukan business trip…!!!”, gumamku setiap kali ingin merasakan sedikit “kemewahan/kenyamanan lebih”. </p>
<p>Perjalanan dimulai dengan menggunakan bis umum untuk selanjutnya menggunakan Damri menuju Bandara Soeta. Tiba di terminal 2D (Terminal Penerbangan Internasional), check in, mengurus imigrasi, boarding, dan akhirnya berangkat juga si burung besi AA menuju Bangkok dengan estimasi waktu perjalanan selama 3 jam.</p>
<p>Pesawat AA cukup nyaman meskipun pada dasarnya merupakan operator penerbangan LCC (Low Cost Carrier). Dibandingkan kompetitor yang merupakan armada “premium” dengan perbandingan harga yang cukup jauh, saya sangat merekomendasikan penerbangan ini walaupun merupakan kepunyaan negara tetangga (mencoba memberikan opini yang fair). Armada yang baru, kualitas pelayanan, maupun ketepatan waktu harusnya dapat ditiru oleh operator lokal. Sebenarnya pesawat Mandala cukup mumpuni untuk menyaingi si AA, sayangnya <em>misleading</em> dalam management membuat armada ini harus mundur sementara waktu.</p>
<p>Lamanya waktu penerbangan tidak membuat saya menjadi bosan atau kelelahan, toh saya pernah beberapa kali melakukan penerbangan Jakarta – Merauke selama hampir 10 jam..!!! Sambil membaca buku, saya sempat ngobrol dengan seorang rekan yang baru kenal di pesawat, seorang asisten produser beberapa program acara di sebuah tv swasta. Satu info yang saya dapat, saat ini Bangkok sedang berada suhu 19 derajat, uh Perfecto..!! Suhu yang sangat pas dalam hatiku. Tidak panas, namun juga tidak terlalu dingin. Sedikit bertanya-tanya, sebagai sesama negara tropis, Indonesia rasa-rasanya tidak pernah mengalami suhu seperti ini, mungkin karena faktor kedekatan dengan garis khatulistiwa, tapi entahlah……</p>
<p>Penerbangan dari Jakarta Pkl. 16.20 akhirnya landing dengan mulus Pkl. 19.45 di Suvarnabhumi Airport – Bangkok. Bandara Suvarnabhumi merupakan bandara internasional Thailand yang cukup megah dibanding bandara Soeta &#8211; Jakarta. “<em>Nice looking</em>” adalah kesan pertama saya terhadap bandara yang belum lama dibangun ini. Setelah mengantri di Imigrasi selama hampir setengah jam, kami pun meluncur untuk mencari bis bandara &#8211; Airport Express no 2 (layaknya bis Damri di Jakarta) yang menuju Khao San Road.<br />
<div id="attachment_294" class="wp-caption alignleft" style="width: 610px"><a href="http://natanatuh.files.wordpress.com/2011/06/3.jpg"><img src="http://natanatuh.files.wordpress.com/2011/06/3.jpg?w=600&#038;h=450" alt="" title="@Suvarnabhumi - Bangkok - Thailand" width="600" height="450" class="size-full wp-image-294" /></a><p class="wp-caption-text">@Suvarnabhumi - Bangkok - Thailand</p></div><br />
Sebenarnya ada beberapa alternatif untuk berangkat dari bandara menuju Khao San Road. Dapat menggunakan bis biasa dengan harga sekitar 50 Baht, Airport Express 150 Baht, ataupun taxi ± 370 Baht. Namun kami memilih Airport Express karena melihat dari segi harga, maupun keamanannya. Bila lebih dari 3 orang sangat disarankan untuk naik taxi. Harga sharing per orang akan lebih murah, dan langsung sampai ke tujuan.<br />
Keluar dari Exit Door bandara, kami langsung merasakan udara dingin Bangkok. Layaknya 2 orang anak kecil yang baru selesai mengerjakan PR, kami berlari-lari kecil kegirangan menuju bis. Ah, entah kenapa, rasanya belum berada di luar negeri jika suhu udara sama dengan di Indonesia. Sehingga seketika saya merasakan suhu dingin menerpa, pikiran saya cuma satu, “Akhirnya ke luar negeri…!!”</p>
<p>Bis melaju kencang di jalanan malam Bangkok. Kami terheran-heran melihat sayur, buah, dan jajajan pasar malam yang ada di beberapa sisi jalan sama persis dengan yang ada di Indonesia (saya lupa bahwa banyak produk pertanian saat ini diimpor dari Thailand, sedikit bertanya-tanya tentang arti negara agraris yang dulu rasanya pernah melekat sebagai julukan bangsa).<br />
Akhirnya tiba di Khao San Road atau dalam bahasa Thailand Thanon Khao San, Thanon = Jalan. Lokasi paling “happening” sebagai surga para backpackers. Khao San Road ini sendiri layaknya jalan Malioboro, memiliki trade mark sebagai pusat jajanan makanan, tempat mangkal café live music, penjual cd illegal, thai massage, dan lain-lain. Lokasinya sangat ramai, dan akan ‘crowded’ sejak sore hingga malam menjelang dini hari.</p>
<p>Dikarenakan suhu dingin, dan ‘sepertinya’ flu hendak menyerang, pilihan akan Tom Yam menjadi tak terbantahkan. Setelah melahap Tom Yam asli Thailand yang menurut saya rasanya cukup lumayan, namun masih kalah cita rasanya dibanding Tom Yam di mall Citos-Jakarta, pencarian lokasi penginapan pun dimulai. Tas backpack yang cukup berat ini harus diletakkan segera agar lega dan nyaman dalam berjalan-jalan menikmati malam di Khao San.<br />
<div id="attachment_295" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://natanatuh.files.wordpress.com/2011/06/5.jpg"><img src="http://natanatuh.files.wordpress.com/2011/06/5.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="Dinner &quot;Tom Yam Seafood&quot; @Khao San Road" width="300" height="225" class="size-medium wp-image-295" /></a><p class="wp-caption-text">Dinner &quot;Tom Yam Seafood&quot; @Khao San Road</p></div><br />
Sebelumnya kami sudah membooking Hostel New Road Guest House Bangkok, dan setelah melihat lokasi detail di peta, dan bertanya-tanya dengan pelayan rumah makan, akhirnya satu kesimpulan didapat.., “Harus cari penginapan lain…!!”. Ternyata jarak hostel yang kami booking cukup jauh, beberapa kilometer dari Khao San Road. Ah, padahal promosi hostel itu mengatakan jaraknya dekat dengan Khao San Road, hilang uang DP yang sudah dibayar via internet, walaupun hanya Rp.9.200,-</p>
<p>Berjalan-jalan dengan peta dan buku panduan memang sangat membantu. Sangat disarankan untuk memiliki peta yang dapat dibeli di indonesia sebelum berangkat, atau mengambilnya di Bandara Bangkok.<br />
Setibanya di Soi Ram Buttri (Soi = gang), tidak jauh dari Khao San Road, kami mencari-cari penginapan yang direkomendasikan oleh Claudia Kaunang yang ditulis dalam buku panduannya. Akhirnya kami memutuskan untuk menginap di Wild Orchid.<br />
Sebelum istirahat, kami sempat jalan-jalan kembali ke Khao San, dan menikmati jajajanan buah maupun makanan ringan. Prinsip “manfaatkan waktu sebaik mungkin, jangan hanya memindahkan tempat tidur saja” benar-benar diterapkan.<br />
<div id="attachment_296" class="wp-caption alignleft" style="width: 610px"><a href="http://natanatuh.files.wordpress.com/2011/06/6.jpg"><img src="http://natanatuh.files.wordpress.com/2011/06/6.jpg?w=600&#038;h=450" alt="" title="Kalajengking, Belalang, ulat, dll @Khao San..., Tertarik....????" width="600" height="450" class="size-full wp-image-296" /></a><p class="wp-caption-text">Kalajengking, Belalang, ulat, dll @Khao San..., Tertarik....????</p></div><br />
Setelah benar-benar puas menikmati dinginnya malam Bangkok, kami kembali ke Wild Orchid. Penginapannya lumayan bersih, dan dengan suhu dingin bangkok, sama sekali tidak diperlukan AC. Sayangnya penginapan ini tidak memberikan selimut, jadi bersiaplah mengenakan jaket, dan celana panjang. Namun, dikarenakan kelelahan, hanya dengan celana pendek dan kaos tipis saya tidur dengan sangat nyenyak, walaupun terbangun dengan posisi menggigil.<br />
<em>To be continued</em>&#8230;..</p>
<p>Rincian biaya hari ke-1<br />
-	Bis 610 menuju Blok M	: Rp. 2.000,-<br />
-	Damri Blok M – Bandara	: Rp. 20.000,-<br />
-	Airport Tax Bandara Soeta	: Rp. 150.000,-<br />
-	Airport Express Bangkok	: THB 150 = Rp. 45.000,-<br />
-	Kehilangan Uang DP Hostel	: Rp. 9.200,-<br />
-	Makan malam			: THB 164 = Rp. 49.200,-<br />
-	Penginapan 			: THB 250 = Rp. 75.000,-<br />
-	Buah				: THB 30 = Rp. 9.000,-<br />
-	Air mineral &amp; Roti		: THB 42 = Rp. 12.600,-<br />
<strong>Total Biaya hari ke &#8211; 1 	  = Rp. 372.000,-</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/natanatuh.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/natanatuh.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/natanatuh.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/natanatuh.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/natanatuh.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/natanatuh.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/natanatuh.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/natanatuh.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/natanatuh.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/natanatuh.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/natanatuh.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/natanatuh.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/natanatuh.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/natanatuh.wordpress.com/289/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=natanatuh.wordpress.com&amp;blog=3198148&amp;post=289&amp;subd=natanatuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://natanatuh.wordpress.com/2011/06/16/thailand-malaysia-singapore-hari-ke-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7a0a354f9725fa74bc63b75f0b3519b8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">odusnatan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://natanatuh.files.wordpress.com/2011/06/3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">@Suvarnabhumi - Bangkok - Thailand</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://natanatuh.files.wordpress.com/2011/06/5.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Dinner &#34;Tom Yam Seafood&#34; @Khao San Road</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://natanatuh.files.wordpress.com/2011/06/6.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Kalajengking, Belalang, ulat, dll @Khao San..., Tertarik....????</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TMS &#8211; Hari ke-0, (Masa Persiapan&#8230;.)</title>
		<link>http://natanatuh.wordpress.com/2011/06/06/tms-hari-ke-0-masa-persiapan/</link>
		<comments>http://natanatuh.wordpress.com/2011/06/06/tms-hari-ke-0-masa-persiapan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Jun 2011 02:16:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>odusnatan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Travelling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://natanatuh.wordpress.com/?p=285</guid>
		<description><![CDATA[Hal penting sebelum bepergian ke sebuah daerah wisata adalah mencari informasi lokasi-lokasi menarik yang mungkin dapat diakses dalam waktu yang &#8220;terbatas&#8221;. Rujukan buku panduan (Fully thanks to Claudia Kaunang – your book was really helpful), blog backpackers yang telah sebelumnya mendarat ke daerah yang akan kita tuju, dan info dari rekan milis akan sangat membantu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=natanatuh.wordpress.com&amp;blog=3198148&amp;post=285&amp;subd=natanatuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hal penting sebelum bepergian ke sebuah daerah wisata adalah mencari informasi lokasi-lokasi menarik yang mungkin dapat diakses dalam waktu yang &#8220;terbatas&#8221;. Rujukan buku panduan (Fully thanks to Claudia Kaunang – your book was really helpful), blog backpackers yang telah sebelumnya mendarat ke daerah yang akan kita tuju, dan info dari rekan milis akan sangat membantu sebagai panduan.</p>
<p>Setelah merangkum semua info yang ada, buat <em>itinerary</em> (ringkasan jadwal perjalanan), dan bila mau sedikit repot, tambahkan anggaran biaya (budget) yang diperlukan. Hal ini akan memudahkan untuk mengetahui berapa nominal dana yang diperlukan dalam setiap mata uang, plus <em>contingency cost</em> nya (dana tak terduga).</p>
<p>Langkah pertama sebagai langkah action, tentu saja, beli tiket pesawat&#8230; !!!<br />
Pembelian tiket sebaiknya dilakukan jauh-jauh hari dengan melihat harga promo yang ditawarkan oleh operator pesawat terbang. Air asia, dan (sebelumnya) Mandala adalah armada pesawat terbang yang sering menawarkan opportunity untuk harga penerbangan murah. Namun tidak menutup kemungkinan operator “premium” seperti Garuda dan Singapore Airlines memberikan penawaran harga promo, walaupun “biasanya” harga promonya tetap tinggi (ada harga ada barang adalah prinsip utama).</p>
<p>Lakukan <em>booking online</em>, karena bila pembelian dilakukan di agen, maupun kantor resmi, promo murah sering tidak berlaku. Persiapkan kartu kredit, karena pembayaran hanya menerima visa ataupun master credit card. Sebaiknya lakukan pembelian tiket return (PP) untuk meyakinkan pihak imigrasi bahwa kita akan “pulang” dan tidak menambah beban di negara orang dengan menjadi tenaga imigran.</p>
<p>Pemesanan hotel/hostel/guest house dapat dilakukan dengan melakukan booking di situs-situs internet seperti <em>hostelbookers.com, hostelworld.com</em>, dll. Cari referensi hostel yang cukup nyaman dan aman bagi penghuninya.<br />
Biasanya kita akan diminta melakukan pembayaran down payment 10% dari harga keseluruhan menggunakan visa atau master dari credit card.<br />
Bagi yang tidak memiliki kartu kredit, “minta tolong” dari teman, saudara, ataupun pasangan pada umumnya tidak ada masalah, namun ada sebagian kecil hostel yang akan meminta persetujuan by email dari yang empunya kartu kredit, sedikit merepotkan </p>
<p>Jangan lupa untuk menukarkan mata uang rupiah ke sejumlah mata uang negara yang akan dituju. Biasanya rate <em>Money Changer/Exchange</em> di sejumlah tempat tertentu di Jakarta lebih kompetitif dibandingkan di negara lain. <em>Contingency cost</em> (dana tak terduga) sebaiknya dalam mata uang USD Amerika. Lebih universal, dan pasti ada dimana-mana.</p>
<p>Untuk membungkus pakaian, dan barang-barang lainnya, sangat disarankan untuk memiliki tas backpacker dengan volume yang cukup besar namun tetap enak untuk dibawa kemana-mana. Sekedar saran, untuk merk lokal, eiger cukup handal digunakan. Namun bila ingin menggunakan tas backpacker impor, produk Deuter dari Jerman sangat recommended..!! Saran saya beli yang volume 38 liter. Cukup pas untuk proporsi tubuh orang Indonesia. Persiapkan juga tas kecil (tempat passport, pocket camera, uang) yang akan dibawa kemana-mana.</p>
<p>Setelah semua terselesaikan, jangan lupa untuk mencetak lembar tiket pesawat, dan booking hostel. Persiapkan hal-hal kecil seperti paspor, kamera, peta lokasi, dan tentu saja “uang” yang telah ditukar di money changer.</p>
<p>Setelah semua persiapan selesai, get ready to move on…!!!</p>
<p>Rincian biaya hari ke-0<br />
Tiket Jakarta – Bangkok   : Rp. 738.000,-<br />
Tiket Singapura – Jakarta : Rp. 61 SGD = ± Rp. 420.000,- (Sudah termasuk Airport Tax)</p>
<p>Total Biaya Hari ke – 0    : Rp. 1.158.000,-	</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/natanatuh.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/natanatuh.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/natanatuh.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/natanatuh.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/natanatuh.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/natanatuh.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/natanatuh.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/natanatuh.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/natanatuh.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/natanatuh.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/natanatuh.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/natanatuh.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/natanatuh.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/natanatuh.wordpress.com/285/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=natanatuh.wordpress.com&amp;blog=3198148&amp;post=285&amp;subd=natanatuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://natanatuh.wordpress.com/2011/06/06/tms-hari-ke-0-masa-persiapan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7a0a354f9725fa74bc63b75f0b3519b8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">odusnatan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Thailand – Malaysia – Singapore 9 hari dengan 4 juta rupiah???????</title>
		<link>http://natanatuh.wordpress.com/2011/05/31/thailand-%e2%80%93-malaysia-%e2%80%93-singapore-9-hari-dengan-4-juta-rupiah/</link>
		<comments>http://natanatuh.wordpress.com/2011/05/31/thailand-%e2%80%93-malaysia-%e2%80%93-singapore-9-hari-dengan-4-juta-rupiah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 May 2011 07:31:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>odusnatan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Travelling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://natanatuh.wordpress.com/?p=280</guid>
		<description><![CDATA[Pada tanggal 17 – 25 Maret 2011, saya dan seorang rekan berkesempatan untuk akhirnya punya “waktu“, sedikit “dana“, dan Puji Tuhan dalam kondisi yang masih “sehat” ber &#8211; backpacking ria berangkat ke – 3 negara ASEAN, Thailand – Malaysia – Singapura. Kata-kata “waktu“, sedikit “dana“, maupun masih “sehat”, menjadi penekanan saya karena banyak rekan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=natanatuh.wordpress.com&amp;blog=3198148&amp;post=280&amp;subd=natanatuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada tanggal 17 – 25 Maret 2011, saya dan seorang rekan berkesempatan untuk akhirnya punya “waktu“, sedikit “dana“, dan Puji Tuhan dalam kondisi yang masih “sehat” ber &#8211; backpacking ria berangkat ke – 3 negara ASEAN, Thailand – Malaysia – Singapura.<br />
Kata-kata “waktu“, sedikit “dana“, maupun masih “sehat”, menjadi penekanan saya karena banyak rekan yang punya <strong><em>banyak waktu, cukup sehat, namun mungkin masih ada pertimbangan dana</em></strong>.<br />
Ataupun sebaliknya yang sedikit tragis, punya <strong><em>banyak dana, cukup “sehat” namun tidak memiliki waktu luang sama sekali</em></strong>.<br />
Dan yang terakhir, ada yang sepanjang hidupnya selalu bekerja sehingga saat ini memiliki <strong>cukup “dana”, punya banyak “waktu”, namun sudah terlanjur termakan usia sehingga kesehatannya kurang optimal</strong>.<br />
Sehingga bila saat ini masih diberikan berkat kondisi “kesehatan” yang baik, punya “waktu”, dan sedikit “dana”, ayo beraangggkkkkaattttt….!!!!! <em>Pack ur bags, backpacking’s time</em>…!!!!!</p>
<p>Kenapa yang dipilih ketiga negara ini???<br />
Ada beberapa pertimbangan kenapa ketiga negara ini yang  dipilih antara lain :<br />
-	Kedekatan wilayah dengan Indonesia<br />
-	Permasalahan “biaya”<br />
-	Terintegrasinya ketiga negara dalam satu jalur darat<br />
-	Faktor “bebas VISA” untuk memasuki ketiga negara tersebut. </p>
<p>Lo.., kok 9 hari 3 negara hanya 4 juta??????, sudah termasuk makan belum???? Penginapan?????? Pasti belum termasuk penerbangan kan??????<br />
Pertanyaan-pertanyaan yang tentu saja terlintas, namun dapat saya katakan <em>it is all in</em>..!! Sudah semua biaya yang harus dikeluarkan termasuk penginapan, makan, transportasi, dll, namun di luar oleh-oleh/buah tangan yang tentu saja tergantung individu masing-masing.<br />
Bisa lebih ditekan lagi?????? <strong>SANGAT BISA</strong>…!!! Namun semuanya kembali ke individu masing-masing, dan tentu saja “gaya hidup dalam pilihan kenyamanan penginapan, makan, ataupun transportasinya,</p>
<p>Bagaimana perincian biayanya akan saya jelaskan kemudian dalam rangkaian perjalanan “day by day”.<br />
Exchange Rate mata uang yang berlaku :<br />
1 THB (Baht-Thailand) 	: Rp.300,-<br />
1 RM (Ringgit-Malaysia)	: Rp.3.000,-<br />
1 SGD (Dollar-Singapura)	: Rp.7.000,-</p>
<p>Jadi………, tetap sehat, tetap semangat,, (dan jangan lupa tetap cari uang), biar bisa jalan-jalan lagi…!!!! (<em>To be continued</em>..)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/natanatuh.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/natanatuh.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/natanatuh.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/natanatuh.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/natanatuh.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/natanatuh.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/natanatuh.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/natanatuh.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/natanatuh.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/natanatuh.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/natanatuh.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/natanatuh.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/natanatuh.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/natanatuh.wordpress.com/280/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=natanatuh.wordpress.com&amp;blog=3198148&amp;post=280&amp;subd=natanatuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://natanatuh.wordpress.com/2011/05/31/thailand-%e2%80%93-malaysia-%e2%80%93-singapore-9-hari-dengan-4-juta-rupiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7a0a354f9725fa74bc63b75f0b3519b8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">odusnatan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Investasi Apartemen, Rumah, atau Tanah????</title>
		<link>http://natanatuh.wordpress.com/2011/04/29/investasi-apartemen-rumah-atau-tanah/</link>
		<comments>http://natanatuh.wordpress.com/2011/04/29/investasi-apartemen-rumah-atau-tanah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Apr 2011 09:51:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>odusnatan</dc:creator>
				<category><![CDATA[economy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://natanatuh.wordpress.com/?p=275</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sekian lama tidak menulis blog, tiba-tiba saya tergerak untuk sekedar berbagi pemikiran setelah mendapatkan email notifikasi dari blog wordpress akan pertanyaan dari seseorang, manakah yang lebih baik antara investasi rumah, atau apartemen?? Dikarenakan saya bukanlah seorang perencana keuangan, maka saya akan coba menjawab pertanyaan dari sisi opini pemikiran sendiri sepanjang yang saya pahami ditambah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=natanatuh.wordpress.com&amp;blog=3198148&amp;post=275&amp;subd=natanatuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah sekian lama tidak menulis blog, tiba-tiba saya tergerak untuk sekedar berbagi pemikiran setelah mendapatkan email notifikasi dari blog wordpress  akan pertanyaan dari seseorang, manakah yang lebih baik antara investasi rumah, atau apartemen??</p>
<p>Dikarenakan saya bukanlah seorang perencana keuangan, maka saya akan coba menjawab pertanyaan dari sisi opini pemikiran sendiri sepanjang yang saya pahami ditambah penambahan opsi investasi kepemilikan tanah. </p>
<p>Bila mana kondisinya setara dalam segi prospek  ke depan, tidak ada faktor eksternal seperti banjir, kemacetan, dll, sehingga kita dapat memilih secara “bebas”, maka bagi saya, urutan “<strong>prioritas</strong>” pemilihan jenis investasi adalah :</p>
<p>1.	Tanah</p>
<p>Kepemilikan tanah adalah salah satu jenis investasi yang memang menjanjikan return yang cukup positif. Harga kenaikan tanah tiap tahun meningkat di hampir semua kawasan di Indonesia. Rata-rata kenaikan harga tanah berkisar 20 – 25 % per tahun. Pada umumnya kepemilikan tanah akan hanya digunakan masyarakat sebagai jenis instrumen investasi jangka panjang karena sifatnya yang tidak liquid (tidak dapat bersifat cash/tunai kapanpun kita mau).</p>
<p>Cara paling mudah untuk memulai investasi ini adalah membeli sebidang tanah (kavling) pada areal perumahan. Biasanya surat-surat legalitas, maupun aspek keekonomiannya cukup menjanjikan.</p>
<p>(+)	:<br />
Kenaikan harga (ROI) &gt; 20% per tahun<br />
Tidak ada biaya maintenance/perawatan<br />
Resiko kepemilikan atas barang sangat rendah</p>
<p>(-)	 :<br />
Jarang dapat digunakan sebagai instrumen pendapatan tambahan (disewakan)</p>
<p>Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, pemilihan investasi &#8220;tanah&#8221; saya letakkan sebagai pilihan utama untuk investasi jangka panjang, sesuai dengan prinsip <strong><em>low risk high return</em></strong>.</p>
<p>2.	Rumah (Landed House)</p>
<p>Kepemilikan unit rumah tinggal di atas tanah (Landed house) merupakan keinginan mayoritas orang. Sayangnya keterbatasan lokasi perumahan di pusat kota membuat sebagian orang harus membeli unit rumah di daerah pinggiran kota.<br />
Jenis imbal balik investasi yang diharapkan bila mana ingin berinvestasi di sektor perumahan ada dua,  yaitu <em>Capital Gain</em> maupun <em>Investment Yield</em>. </p>
<p>-	<em>Capital Gain</em></p>
<p><em>Capital gain</em> adalah <em>return</em> yang diperoleh dari hasil investasi kepemilikan unit barang setiap tahunnya. Artinya jika sebuah barang/tanah/rumah/apartemen, dll didiamkan begitu saja tetap akan menghasilkan kenaikan harga dikarenakan adanya permintaan. Rata-rata kenaikan harga rumah (Capital Gain) sebuah unit rumah berkisar antara 15 &#8211; 20% per tahun.</p>
<p>-	<em>Investment Yield</em></p>
<p><em>Investment yield</em> adalah pendapatan tambahan yang diperoleh dengan memberdayakan barang/rumah/apartemen/dll untuk di<em>utilize</em>/dipergunakan sebagai instrument pendapatan tambahan, seperti disewakan/dikontrakkan dalam kurun waktu tertentu. Harga sebuah rumah sewa biasanya berkisar antara 5 – 7 % per tahun dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). </p>
<p>Kepemilikan bangunan biasanya akan mengakibatkan adanya biaya penyusutan (depresiasi), namun hal ini akan tertutupi dengan adanya kenaikan harga bahan bangunan (besi, semen, dll) pada unit bangunan baru sehingga unit bangunan lama harganya akan tetap stabil.</p>
<p>(+)	:<br />
Dapat dijadikan instrument investasi ataupun tempat tinggal<br />
<em> Capital Gain</em> : ± 20% per tahun<br />
Dapat digunakan sebagai unit tambahan penghasilan,Investment yield : 5-7 % per tahun<br />
Dapat direnovasi sesuai dengan keinginan pemilik</p>
<p>(-)	:<br />
Harus dialokasikan dana khusus untuk maintenance (perawatan rumah)<br />
Adanya resiko kepemilikan unit (biasanya dicover dengan asuransi)  </p>
<p>3.	Apartemen</p>
<p>Tinggal di apartemen saat ini bukan lagi sekedar <em>life style</em>, melainkan sudah merupakan kebutuhan akan tempat tinggal yang dekat dengan lokasi kerja. Keterbatasan lahan mengakibatkan satu-satunya solusi adalah membuat hunian secara vertikal.</p>
<p>Layaknya <em>landed house</em>, investasi di bidang hunian apartemen akan menghasilkan 2 jenis pendapatan, yaitu <em>investment yield</em> yang kurang lebih hampir sama dengan kepemilikan sebuah rumah,  maupun <em>capital gain</em> sebesar 15 % per tahun, sedikit lebih rendah dari <em>landed house</em> karena tidak menikmati kenaikan harga tanah.</p>
<p>Resiko terbesar dalam kepemilikan apartemen adalah ketiadaan tanah, sehingga bila bangunan kurang perawatan maka kenaikan harga unit apartemen akan sangat kecil bahkan stagnan, dikarenakan tidak ditopang oleh kenaikan harga tanah.</p>
<p>Bila mana ingin dijadikan instrument investasi jangka panjang dengan harapan dapat menikmati <em>investment yield</em> dari harga sewa unit, usahakan sistem kontrak jangka panjang dapat diperoleh. Karena bila dalam kurun waktu tertentu tidak terdapat penyewa, maka sang pemilik harus membayar biaya tambahan <em>maintenance</em> yang cukup besar dengan kisaran Rp. 8000 – 12.000/m2 untuk apartemen kelas menengah.</p>
<p>(+)	:<br />
Dapat dijadikan instrument investasi ataupun tempat tinggal<br />
<em>Capital Gain</em> : ± 15% per tahun<br />
<em>Investment yield</em> :  5-7 % per tahun<br />
Biasanya dekat dengan lokasi kerja, dan memiliki fasilitas yang cukup lengkap</p>
<p>(-)	:<br />
Biaya perawatan cukup besar<br />
Tidak memiliki tanah (Hak Guna Bangunan – HGB)<br />
Tidak dapat direnovasi sesuka hati (biasanya hanya terbatas pada design interior) </p>
<p>Namun apapun itu, kenaikan hasil investasi semua kembali lagi bergantung kepada hukum ekonomi <em>Supply vs Demand</em>, permintaan vs penawaran. Kepemilikan apartemen akan jauh lebih baik bila mana prospek apartemen tersebut sangat bagus sehingga permintaan tinggi, mengakibatkan harga melejit naik secara signifikan.  Begitupun sebaliknya, harga tanah tidak akan memiliki porsi kenaikan yang cukup signifikan bila mana di daerah tersebut bukanlah daerah yang potensial untuk dijadikan daerah hunian atau lokasi usaha. Saran saya survey dahulu apakah apartemen, rumah, atau tanah yang akan dibeli memiliki prospek jangka panjang yang “menjanjikan” atau daerah tersebut malah akan stagnan dikarenakan faktor bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dll ataupun faktor kemacetan yang parah sehingga orang tidak berkenan untuk berinvestasi di daerah tersebut.</p>
<p>Semoga dapat menjawab pertanyaan yang diajukan, dan selamat berinvestasi……..!!!! </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/natanatuh.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/natanatuh.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/natanatuh.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/natanatuh.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/natanatuh.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/natanatuh.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/natanatuh.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/natanatuh.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/natanatuh.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/natanatuh.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/natanatuh.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/natanatuh.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/natanatuh.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/natanatuh.wordpress.com/275/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=natanatuh.wordpress.com&amp;blog=3198148&amp;post=275&amp;subd=natanatuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://natanatuh.wordpress.com/2011/04/29/investasi-apartemen-rumah-atau-tanah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7a0a354f9725fa74bc63b75f0b3519b8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">odusnatan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
