Berapakah yang harus saya katakan ketika saya diinterview mengenai salary/gaji yang diinginkan dari sebuah perusahaan dengan base Jakarta pada posisi Fresh Graduate??
Pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang sangat sering saya dengar ketika seseorang hendak lulus dan ditawari untuk kerja di Jakarta. Sekedar bahan pertimbangan, sekiranya request akan nominal salary yang diminta hendaknya mengacu pada standar biaya kehidupan tinggal di Jakarta.
Berapa biaya minimal yang dibutuhkan untuk hidup ”agak layak” di Jakarta??
Beberapa data update bulan September 2009 :
- Tempat tinggal
Asumsi tinggal di kos (bukan di tempat keluarga) : Rp. 400.000,-/bulan
Listrik (tergantung item barang elektronik) : ± Rp. 35.000,-/bulan
Laundry : Rp. 150.000,-/bulan
Total biaya tempat tinggal : Rp. 585.000,-/bulan
Ket :
- Berada di daerah Jakarta Selatan
- Ukuran kamar 3 x 3 (kamar mandi dalam)
- Fasilitas : Lemari, kasur.
- Makan Total : Rp. 50.000,-/hari , Rp. 1.500.000,-/bulan.
Asumsi sekali makan : Rp. 15.000,- + cemilan Rp. 5000,-
- Transportasi
Jika jarak antara kos dengan kantor tidak begitu jauh, maka cukup untuk naik angkot/bis sekali, atau juga langsung menggunakan busway jika koridornya tidak begitu jauh.
Asumsi : PP menggunakan busway Rp. 7000,- selama 22 hari kerja.
Total : Rp. 154.000,-
- Biaya Cosmetic Repair (istilah opo kui…???)
Bingung juga masuk dalam kategori biaya mana, mungkin bisa dikatakan biaya operasional bulanan yang menyangkut pembelian peralatan mandi, peralatan kewanitaan (bagi wanita ataupun pria yang ingin seperti wanita), pembelian baju/celana/rok (asumsi pembelian satu potong baju/celana per bulan, kasihan bener…??), salon, dll.
Total estimasi : Rp. 500.000,-/bulan
- Entertainment
Percayalah sehebat-hebatnya seseorang berusaha untuk tidak keluar kos, mesti akan keluar juga, entah ke mall ataupun lokasi wisata untuk sekedar refreshing dan melepas penat akan keperjakaan, eh pekerjaan. Apalagi kalau kamarnya tidak memiliki AC, maka sangat tidak mungkin untuk stay seharian di kos, intinya mau ngadem dulu di mall. Jadilah biaya transportasi dan makan jadi membengkak, sehingga dapat dikategorikan dalam pos Entertainment.
Total Biaya Entertainment : Rp. 500.000,-/bulan.
- Contingency (Biaya Tak Terduga)
Biaya tak terduga tetaplah harus dipersiapkan, terutama jika berkaitan dengan permintaan kiriman keluarga mendadak, sering kelaparan tengah malam, tiba-tiba jalan di mall lihat baju bagus pengen beli, dll.
Total Biaya Tak Terduga : Rp.300.000,-/bulan.
Sehingga gaji minimal untuk sekedar hidup agak ’ layak ’ di Jakarta :
± Rp. 3.600.000,-/bulan.
Perkiraan di atas dengan menggunakan asumsi pemakaian pulsa (asumsi Rp.250.000,-/bulan) dan biaya kesehatan dicover perusahaan. Bila tidak ditanggung perusahaan maka siap-siaplah untuk mempersiapkan dana cadangan yang lebih besar lagi.
Sekedar tambahan, asumsi di atas juga di luar biaya kiriman untuk orang tua secara periodik, biaya kenakalan (bagi yang ‘nakal’), ataupun biaya zakat/perpuluhan/derma yang berhubungan dengan aktifitas Ibadah. Jika gaji/pendapatan anda berada di bawah standar minimal, yah siap-siap untuk gali lubang tutup lubang, mencari dana pihak ketiga (bisa keluarga,teman, dll), ataupun yang paling baik ádalah menurunkan stándar hidup (life style) ke tingkat paling minimum, tidak merugikan orang lain.
So, ready enuff to rock Jakarta??
pak odus, mulai sekarang rutinlah menulis ttg manajemen keuangan yg simpel2 seperti ini…
org2 yg nggak ngerti finansial seperti saya ini, pak….
sangat membantu
saya sekarang jadi tahu, brapa angka minimal yg akan saya ajukan kalau ada yg mau melamar saya… [perusahaan maksudnya... hahaha] [wink]
hahaha
Oh siap2, tapi untuk ibu Aurel mah, tulisan ini layaknya saya mau menulis taktik militer kepada Prabowo, atau mengajar teori ekonomi kepada Pak Boediono, ud bukan levelnya. Sudah pakarnya…!! hehehe, thx 4 the comment
Wah, nampaknya itu tidak berlaku untuk saya. Maklum, kalau untuk saya sih, bekerja itu hanya sekedar untuk mengisi waktu dan eksistensi saja. Tanpa harus bekerja-pun, tunjangan dari orang tua sudah melimpah ruah.
(kata2 diatas jangan dipercaya karena ngapusi semua) hihihihii
Terimakasih atas sharingnya Pak Odus, jadi bisa semakin bijak nih dalam mengatur keuangan (yang tidak seberapa ini).
Wah percaya, tanpa bekerja bunga dari tabungan dan deposito udah cukup untuk biaya keperluan ibu Evi. Muantap…!! Kpan ya bisa kayak ibu Evi??????