Sekitar 2 minggu lalu ketika saya di Jakarta, kegiatan copy dan download film wajib disempatkan (mumpung koneksi sangat memungkinkan). Ada sekitar 50 lebih film yang saya download dari internet maupun dari hard disk eksternal teman-teman di Jakarta. Taktik saya selalu sama, sebelum masuk ke hutan copy lah sebanyak mungkin film sebagai modal di hutan, Yah mungkin seperti rekan Wenny dalam blognya bahwa meskipun dapat dikategorikan pembajakan tapi yah tidak seberat kesalahan kalau korupsi kan?? (he…sedikit pembelaan diri).
Kemarin saya menonton 2 film korea secara berurutan di laptop. Entahlah, kenapa tiba-tiba lagi suka film asia. Film pertama berjudul “ A moment to remember “, sebuah film drama yang sangat menyentuh. Film kedua bergenre komedi berjudul “Mr Kim vs Mr Kim vs Mr Kim”. yang kalau boleh jujur bisa saya katakan sebagai salah satu film komedi terbaik di dunia. Kok bisa dikategorikan seperti itu?? Karena di mess yang hening ini, tawa saya menggelegar sampai ke rumah tetangga (jadi ga enak nih..), yah sambil melepaskan segala penat dan masalah-masalah baik kerjaan ataupun masalah pribadi.
Saya ingin membahas tentang film pertama, “ A moment to remember “. Inilah film drama yang pure drama, sebuah genre film yang sebenarnya tidak begitu saya sukai, kecuali bila ada unsur komedi ataupun actionnya. Lha, kok ditonton kalau begitu??? Kurang paham, tapi tiba-tiba diklik dan langsung suka.
Ceritanya sederhana, tentang seorang gadis kaya yang menyukai seorang pekerja konstruksi bangunan (kuli bangunan) kemudian menikah. Permasalahan utama muncul setelah menikah, yaitu dengan didiagnosisnya wanita ini (lupa namanya….) menderita penyakit Alzheimer, yaitu penyakit yang dapat menggrogoti daya ingatnya sehingga lupa terhadap siapapun bahkan dirinya sendiri.
Perlahan-lahan tapi pasti daya ingatnya semakin melemah. Dia mulai lupa akan suaminya sendiri, dan klimaksnya sampai sifatnya seperti seorang anak kecil, yaitu ngompol dan tidak dapat mengenakan pakaiannya sendiri. Setiap proses dapat digambarkan oleh sutradara dengan sangat baik sehingga menjadi film yang sangat menyentuh bagi penontonnya.
Ada beberapa point yang saya ambil dari film ini :
- Gadis kaya tersebut mencintai pria tanpa melihat background dan pekerjaannya, yang pasti dia hanya yakin bahwa pria yang dicintainya adalah pria bertanggung jawab. Wah, jaman sekarang sulit rasanya, apalagi sama kuli tambang, he…..
- Tanggung jawab yang ditunjukkan pria tersebut. SALUT….!!!! Dia menolak tawaran dari ayah gadis tersebut untuk merawat anaknya yang menderita alzheimer. Dalam translate indonesianya, pria tersebut hanya berujar, ” Saya adalah suaminya, dan saya sangat mencintai dia. Saya yang bertanggung jawab kepada dirinya. Mantap bos…!!
- Kebaikan dan ketulusan seseorang yang disayangi dapat mengubah karakter orang lain. Hal ini ditunjukkan oleh sifat gadis itu yang selalu meminta agar suaminya memberikan maaf kepada ibu kandungnya sendiri, yang membuang dia ketika masih kecil. Kata-kata indah tersebut adalah, “ Pemberian maaf tidaklah sesulit itu. Memberi maaf hanyalah bagaimana kita membuka sedikit ruang di hati untuk menerima orang yang sudah melukai kita”. Nice words…….
Wah gile dus, lo jadi melankolis begini…??? He…he…, bukan begitu, tapi sungguh, this is a nice movie.
Dari keseluruhan film ini, satu hal yang benar-benar menjadi pembelajaran positif adalah sesuai dengan judulnya, a moment to remember. Ketika gadis tersebut mulai hilang ingatan, satu hal yang dia selalu tekankan adalah setiap kenangan tidak mungkin terulang. Ketika secara tiba-tiba dia mengingat segala sesuatunya, dia mulai langsung menuliskan apa yang diingatnya tersebut, sebelum segala sesuatunya tak berbekas kembali.
Sungguh kawan, film ini menyadarkan saya bahwa setiap kenangan indah yang mungkin pernah ataupun sedang saya alami, tidak mungkin terulang kembali. Satu-satunya cara untuk menghargai kenangan tersebut adalah dengan menikmati apapun yang sedang dihadapi saat ini, karena besok mungkin tidak akan terulang kembali. Ketika masih jadian dengan seseorang yang kita cintai, nikmatilah sebelum mungkin moment itu akan lenyap seketika (pengalaman pribadi nih…., he…)
Masa-masa indah SMU akan disesali dan ingin saya ulangi ketika berada di bangku kuliah. Pun hal yang sama ketika sudah bekerja, masa-masa kuliah yang menyenangkan menjadi satu kenangan tesendiri. Bermain bola bersama rekan-rekan kampus, tengah malam berangkat bersama teman-teman mencari angkringan, ataupun naik motor bersama ke gunung kidul dan ambarawa adalah moment-moment yang tak mungkin terulang. Moment-moment tersebut akan terasa indah sekali terutama ketika sudah tidak dijalani.
Begitulah teman, sudah sepantasnya kita bersyukur dan menikmati setiap kenangan indah yang sedang dilewati saat ini, karena mungkin kenangan-kenangan tersebut akan hilang dan tak berbekas………….
Thx God for every wonderful memory you’ve given to me……..
Bener-bener menghayati ya bang.
Kalo saya abis nonton ya udah, just for relax aja.
http://www.Menjaring-Pengunjung-Blog.blogspot.com
karena aku tau aku pelupa… maka aku menulis
menulis hal-hal kecil sehari-hari yang pasti tak akan diingat dalam waktu 1 tahun ke depan…
..tentang mimpi konyol yang bisa dilupakan dalam hitungan jam
..tentang sms teman yang mengatakan dia baru saja patah hati
..tentang bersepeda dengan adik di sore yang indah
hal-hal kecil itu yang mengisi hidup kita ketika tidak ada hal-hal besar yang bombastis…
karena aku tau aku pelupa… maka aku menulis
sebanyak mungkin….
sebanyak yang aku mampu….
@Danu : Lagi mencoba menikmati apapun yang ada di depanku pak,he…
@Aurel : Ga mungkin Ipk tinggi di UGM adalah seorang pelupa, NGAPUSI…!!!, he…
satu hal yang paling saya sukai,adalah ttg pemberian maaf itu.
oh iya, ada juga statement yang keren bgt
“qt bertemu karena saya lupa, dan kita berpisah karena saya lupa”